Kamis, Juni 21

Melihat Key-in Sebagai Pertempuran dan Memahami Medannya

0

Tidak lama lagi seluruh mahasiswa UII akan melakukan KEY-in Rencana Akademik Semester (RAS), yaitu pengambilan matakuliah untuk satu semester ke depan. KEY-in akan mulai dilakukan Rabu 14 Febuari 2018 yang pertama kali akan melaksanakan adalah Jurusan Psikologi sampai hari terakhir tanggal 19 Febuari 2018 untuk sesi Jurusan Informatika, Hukum Islam dan D3 Ekonomi serta dilanjutkan untuk masa revisi pada tanggal 21 dan 22 Febuari 2018.

KEY-in sendiri dilakukan di situs kesayangan kita semua yaitu unisys.uii.ac.id yang kesehariannya kita gunakan untuk melihat jadwal, presensi dan mulai intens terus menerus dibuka biasanya setelah Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mengecek nilai serta Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Yang sama-sama kita tahu KEY-in selalu menjadi hal yang sedikit ngeri bagi mahasiswa UII. Ya, saya sendiri merasakan bahkan saya lihat teman-teman saya di kampus lain tidak seheboh di UII kalau lagi KRS-an.

KEY-in di UII menjadi sedikit ngeri karena menurut saya pribadi ini bak pertempuran. Semua saling berebut untuk mengambil matakuliah dan jadwal yang diinginkan atau juga dosen yang diminati karena biasa kasih nilai bagus, katanya. Sedangkan yang terlambat sedikit saja harus rela mendapatkan kelas sisa atau harus legowo untuk mengambil matakuliah yang diinginkan di tahun depan.

Tak jarang banyak yang bilang KEY-in itu penentu masa depan. Niatnya ngambil 24 sks dapatnya 20 saja, niatnya sudah menyusun jadwal seenak mungkin akhirnya kuliah sabtu pagi juga. Yang KEY-in-nya sukses langsung buru-buru update di instastory tanpa merasa iba terhadap temannya yang gagal dan masih misuh-misuh di grup angkatan.

Hal inilah yang buat kita harus pintar-pintar mensiasati bagaimana strategi KEY-in yang manjur dan kemungkinan besar sukses. Seperti yang saya katakan di awal, KEY-in ini seperti pertempuran. Dalam pertempuran diwajibkan bagi kita untuk memahami medannya terlebih dahulu agar bisa memenangkan pertempuran tersebut. Di sini saya coba bercerita sedikit tentang medan yang kita hadapi dalam KEY-in RAS UII ini.

Kebetulan beberapa saat yang lalu saya berkesempatan berbincang via surel dengan Bapak Dr. Mukhammad Andri Setiawan dari Badan Sistem Informasi (BSI) UII. BSI sendiri bagi yang belum tahu adalah badan dari kampus yang mengurusi sistem informasi kampus kita, BSI lah yang mengurusi dan mempersiapkan sistem Unisys untuk kita melakukan KEY-in nantinya. Dalam kesempatan tersebut saya coba menanyakan beberapa hal yang mungkin sering jadi pertanyaan tentang medan tempur KEY-in dan akan saya coba rangkum disini.

Untuk kesiapan sistem sendiri guna menjalankan KEY-in RAS menurut pak Andri, BSI sudah mempersiapkan setidaknya 20 server yang bekerja di belakang layar yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menampung 4000 akses secara bersamaan. Biasanya terjadi traffic atau sedikit macet saat awal sesi KEY-in dibuka karena banyaknya akses masuk secara bersamaan namun beberapa saat kemudian sudah langsung kembali normal. Jadi jangan panik saat awal masa KEY-in dibuka memang bakal benar-benar lambat di awal, tetap tenang dan terus klik matakuliah pilihannya satu-satu.

Walaupun demikian pak Andri mengatakan pihak BSI pun tidak menaifkan memang ada beberapa mahasiswa yang gagal saat KEY-in. Ya sama halnya kata beliau kalau kita ikut flash sale di Lazada ataupun rebutan tiket murah di website KAI ada yang dapat ada juga yang tidak, begitu pula dengan KEY-in. Namun, disini juga faktor yang dapat menyebabkan kegagalan itu juga.

Kegagalan KEY-in selama ini ternyata lebih banyak disebabkan oleh faktor Internet Service Provider (ISP) atau penyedia layanan internet menurut pak Andri. Yang menjadi masalah di sini adalah latency atau ping yang tinggi dan internet yang tidak stabil dengan packet loss tinggi. Ini yang sering kita alami juga mungkin dalam bermain MOBA analog dimana saat ping tinggi game jadi ngelag. Untuk itu perlu untuk sangat diperhatikan ping ke website UII terlebih dahulu sebelum mulai KEY-in.

Masalah lainnya lagi adalah ada ISP yang berganti IP atau identitas jaringan dalam waktu yang singkat. Pernah tiba-tiba keluar dan terblokir dari Unisys saat lagi KEY-in? Penyebabnya adalah pergantian IP dalam masa KEY-in dimana Unisys tidak mengindahkan hal itu dan langsung ditendang keluar dari sistem. Untuk masalah ini solusinya adalah menggunakan VPN UII agar IP tidak berubah. Untuk bagaimana penggunaan VPN UII silahkan berselancar ke laman situsnya sendiri.

Soal speed internet sendiri untuk KEY-in sendiri tidak begitu jadi masalah. Barangkali selama ini kita menganggap kalau KEY-in di tempat yang speed internetnya ngebut bisa memuluskan jalannya. Sebenarnya tidak, dengan speed diatas 3Mbps saja sudah sangat cukup. Yang menjadi masalah iyalah latency dan kestabilan internet tadi. Mungkin kita sering merasakan sudah pakai wifi speed tinggi tapi main game tetap saja nge-lag. Berdasarkan contoh game tadi, kebanyakan tempat bermain game online adu latency bukan speed. Mungkin bisa dicoba KEY-in di GameNet sambal main DOTA.

Untuk yang masih bingung KEY-in dimana dan kebetulan liburan tetap di Jogja disarankan untuk menggunakan layanan UIIConnect atau Eduroam di UII karena koneksi yang relatif aman baik dari segi latency maupun kestabilan. Bagi yang lebih memilih KEY-in di luar kampus sambil nongkrong-nongkrong santai di kafé atau bahkan lagi di luar Jogja silahkan perhatikan lagi masalah yang mungkin terjadi yang sudah dibahas sebelumnya.

Saya juga dapat bocoran dari Pak Andri bahwa sedang dikembangkan sistem pengganti Unisys yang mungkin bakal beroperasi di tahun ajaran baru 2019, tentunya dengan teknologi baru yang lebih bagus dari sebelumnya.

Dengan ini kita sudah sama-sama tahu tentang medan tempur yang akan kita hadapi dan juga rintangan yang mungkin saja jadi penghalang buat menang. Pengetahuan ini bisa kita gunakan sebagai senjata dan referensi menyusun strategi pemenangan pertempuran KEY-in. Tetapi dalam pertempuran perebutan mengambil matakuliah ini perlu kita ingat satu hal. Kita hanya bisa berencana, proses KEY-in lah yang menentukan.

(Hilman Maulana – Mahasiswa Teknik Informatika UII Angkatan 2015)

%d blogger menyukai ini: