Kamis, Juni 21

Fathul Wahid Resmi Dilantik Sebagai Rektor UII 2018-2022

0

Himmah Online, Kampus Terpadu – Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Periode 2018-2022 digelar di Audotorium Prof. KH. Kahar Muzakir UII pada Jumat, 1 Juni 2018. Pelantikan yang berlangsung sejak pukul 09.00 ini dihadiri oleh seluruh civitas akademik UII, para mahasiswa perwakilan lembaga, rektor-rektor universitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), perwakilan Keraton Yogyakarta, dan tamu undangan.

Fathul Wahid dilantik sebagai rektor terpilih UII periode 2018-2022 oleh ketua Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Lutfi Hasan. Kemudian dilanjutkan serah terima jabatan dari Nandang Sutrisno selaku rektor periode 2017-2018 kepada Fathul Wahid.

Selanjutnya, Fathul Wahid melantik dan mengambil sumpah keempat wakil rektor terpilih. Mereka adalah Imam Djati Widodo sebagai wakil rektor I, Zaenal Arifin sebagai wakil rektor II, Rohidin sebagai wakil rektor III, dan Wiryono Raharjo sebagai wakil rektor IV.

Fathul Wahid dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya dan keempat wakil rektor mendapat amanah dalam masa era disrupsi. Perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan banyak perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. “Doing bussines as usual akan menjadikan kita tertinggal, kita tidak lagi diberikan peluang untuk berada di zona nyaman kita,” ucapnya.

Fathul juga mengatakan dua upaya untuk membawa perubahan yang memberikan dampak positif. Pertama, alumni lulusan UII telah mampu berkiprah dengan gagah dan berani. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan proses pembelajaran yang dapat membentuk mahasiswa dengan karakter unggul, siap untuk menjadi pemimpin, mempunyai sensitivitas sosial, dan siap menjadi warga global.

“Mahasiswa saat ini adalah mahasiswa milenial yang merupakan pribumi digital, dengan begitu proses pembelajaran tidak bisa diterapkan seperti waktu kita kuliah dulu,” jelasnya.

Kedua, artefak akademik lahir dari proses intelektual serius yang berwujud dalam beberapa bentuk, hasil penelitian, layanan pengabdian masyarakat, teknologi, konsep, gagasan, dan lain-lain.

“Untuk mewujudkan hal tersebut UII dan segenap elemennya harus mendekatkan diri dengan konteks, mengakrabkan diri dengan berbagai kalangan untuk belajar masalah dan menawarkan solusi yang berdampak. Untuk melakukan itu semua, harus dengan kedisiplinan tingkat tinggi, semua elemen UII harus disiplin,” pungkasnya.

Lutfi Hasan selaku ketua YBW UII menyampaikan pesan untuk rektor dan wakil rektor UII periode 2018-2022. Pertama, kuatkanlah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, karena dengan ketakwaan selalu ada jalan keluar dari segala urusan yang dihadapi.

Kedua, kuatkan dan teladankan sense of ownership (rasa memiliki institusi) dengan sikap ini akan dicapai sebuah kinerja yang maksimal. Ketiga, kuat lemahnya suatu institusi sangat bergantung pada orang nomor satu di institusi tersebut.

“Rektor bukanlah distribusi distributor pekerjaan namun jadilah strong leader di UII yang mempu mengarahkan dan memutuskan semua masalah,” ucapnya.

Didik Purwadi, Asisten Keistimewaan DIY membacakan sambutan mewakili Gubernur DIY yang berhalangan hadir. Didik menyampaikan bahwa lembaga perguruan tinggi seperti UII telah mengambil bagian dalam membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Bisa dikatakan bahwa kualitas pendidikan nasional sangat bergantung dan berkaitan dengan keberadaan perguruan tinggi.

Dalam konteks DIY, Didik menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu dari tiga pilar utama pembangunan selain pariwisata dan kebudayaan. Ketiga pilar tersebut menjadi prioritas pembangunan DIY yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025.

“Dengan demikian, dengan meningkatnya mutu pendidikan sudah menjadi harapan bagi masyarakat DIY serta turut mempertahankan eksistensi yang berkualitas. Mutu pendidikan ini juga tidak bisa lepas dari peran pemandu kepentingan,” tuturnya.

Reporter: Fatimah Intan Kurniasih

Editor: Nurcholis Maarif

%d blogger menyukai ini: