Kabar dari Cik Ditiro No. 01: Pamit dan Maaf

Sejak tulisan ini diterbitkan dan ketika para pembaca membaca tulisan ini, kami dari redaksi himmahonline.id yang bernaung dibawah Lembaga Pers Himmah UII periode 2018/2019 mohon pamit dari kepengurusan periode ini.

Hampir selama 11 bulan kepengurusan redaksi sebagai penjaga gawang pemberitaan di LPM HIMMAH UII tentu banyak hal yang terjadi.

Pada awal periode 2018/2019, kami masih mencoba untuk menyeimbangkan haluan dan merapikan geladak keredaksian setelah di periode sebelumnya LPM HIMMAH UII melakukan konvergensi media menjadi himmahonline.id.

Jika sebelumnya LPM HIMMAH UII mengeluarkan tiga produk; majalah, buletin bulanan, dan media daring, sejak periode lalu kami hanya mengeluarkan satu produk. Perubahan bentuk produk tersebut jelas mempengaruhi ritme kerja keredaksian di internal lembaga.

Pada awal periode, keredaksian dipimpin Hana Maulina Salsabila. Saat itu kami bersepakat bahwa kami akan berfokus untuk menghasilkan tulisan-tulisan longform. Kemudian kami membagi tim kerja untuk melakukan indepth repoting. Namun, dari beberepa tim yang dibagi, kami hanya mendapatkan tiga liputan yang rampung.

Tentu ini menjadi sebuah hal yang memalukan bagi kami. Kami mencoba untuk melakukan evaluasi dan autokritik pada sistem kerja keredaksian. Dari hasil analisis kami, kami merasa bahwa salah satu faktor yang menyebabkan liputan tidak berjalan dengan baik adalah kemampuan para individu di lembaga yang belum siap untuk melakukan proses peliputan secara mendalam.

Selain itu, kami juga menemui masalah klasik kelembagaan: proses pengkaderan yang mandek dan vakumnya beberapa pengurus tengah berjalannya periodesasi. Dua hal di atas cukup menyita perhatian lembaga sehingga cukup menghambat proses kerja keredekasian untuk menghasilkan konten jurnalistik yang menjadi kewajiban kami.

Hal yang kami sadari selama berproses di Lembaga Pers Mahasiswa adalah bahwa lembaga ini tidak hanya tentang keberlanjutan kaderisasi, namun juga tentang penggemblengen wacana, dan peningkatan kapasitas untuk melakukan kerja jurnalistik. Ketiga hal tersebut menjadi kunci bagi keberlangsungan pers mahasiswa.

Kapal keredaksian terus berlayar terombang ambing di lautan dangkal.

Medio 2019, tepatnya di bulan Juli, lembaga melakukan reshuffle. Hana Maulina Salsabila diangkat menjadi Sekretaris Umum LPM HIMMAH UII dan posisi pemimpin redaksi diemban oleh Zikra Wahyudi Nazir yang sebelumnya sebagai redaktur pelaksana. Namun tidak banyak hal yang berubah signifkan.

Hingga berakhirnya kepengurusan redaksi di periode ini, masih banyak masalah teknis terkait kerja keredaksian yang mestinya menjadi PR bagi lembaga kedepannya. Periode kedua setelah kami melakukan konvergensi media tampaknya masih menjadi masa eksperimen bagi kami untuk mencari bentuk ideal dari kerja-kerja keredaksian.

Kedepan, seiring perkembangan teknologi dan informasi, tantangan-tantangan bagi pers mahasiswa khususnya himmahonline.id juga akan semakin kompleks.

Terakhir, kami ingin memohon maaf sebesar-besarnya kepada para pembaca himmahonline.id karena kami belum mampu untuk menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas selama satu periode ini. Namun, di periode selanjutnya kami akan terus berusaha untuk bisa meningkatkan kualitas produk jurnalistik kami dengan disiplin jurnalistik dan reportase yang mendalam.

Kepada para pembaca, kami undur diri. Sampai jumpa di periode depan.

Tabik.