Pembenaran terhadap Marxisme

Banyak yang menyalahartikan teori Marxisme karena ketidaktahuan mereka. Begitu pula para ilmuwan sosial dan teolog-teolog yang mencoba menjelaskan tentang teori Karl Marx melaui pidato dan juga buku-buku. Mereka menerjemahkan Marxisme, bahwa motif psikologis tertinggi manusia adalah keinginannya untuk memperoleh dan bersenang-senang dengan uang, serta memperoleh keuntungan yang maksimal tanpa memikirkan individu yang lain. Selain itu, ada pula yang menganggap Marxisme dengan mengatakan bahwa agama adalah candu. Maksudnya, menganggap orang yang beragama jarang mau berusaha lebih keras karena yakin akan dibalas di surga.

Erich Fromm adalah seorang psikoanalis humanis yang juga telah menghasilkan banyak karya. Salah satu karya Fromm yang cukup terkenal selain buku ini adalah “The Art of Loving” yang memperoleh best-seller pada tahun 1962. Dalam karyanya kali ini, penulis kelahiran 23 Maret 1900 di Frankrurt Jerman membantah keras terhadap pemikiran-pemikiran yang negatif terhadap filsafat Marx. Buku ini menjelaskan bahwa filsafat Marx lebih dari sekadar keinginan dan keuntungan, bahwa Marx menginginkan pembebasan sejatinya manusia. Pembebasan manusia dari alienasi -merupakan perubahan manusia menjadi benda asing yang diatur oleh sistem kapitalisme- agar tidak menjadi robot yang dikendalikan oleh sejumlah elite kepemimpinan.

Penulis juga melampirkan karya lain dari Karl Marx, yaitu terjemahan buku “Economic and Philosophical Manuscriptsuntuk memudahkan pembaca dalam memahami teori Karl Marx secara baik dan benar. “Economic and Philosophical Manuscripts” merupakan salah satu karya Marx yang berisi tentang penjelasan yang lebih gamblang terhadap sistem kapitalisme yang sangat merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan pihak pemodal.

Buku ini menjelaskan dengan pemahaman yang diharapkan dapat mengubah pemikiran sebagian orang yang menyalahartikan teori Marxisme. Hal yang mungkin jadi kendala ketika membaca buku ini adalah bahasa yang digunakan sukar dimengerti oleh masyarakat pada umumnya. Banyak istilah-istilah asing yang jarang digunakan di Indonesia. (Rahmat Wahana)

Baca juga

Terbaru