Pesan Bung Hatta Pada UII

HIMMAH Online, Kampus Terpadu – Jika kuliah perdana mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) tahun 2017/2018 diisi oleh Hendry Satriago, CEO General Electric Indonesia. Pada 10 April 1946 atau setelah UII pindah ke Yogyakarta, Mohammad Hatta pernah memberikan kuliah perdana kepada mahasiswa baru UII. Wakil presiden pertama Republik Indonesia itu merupakan salah satu pendiri UII.

Dalam kuliah perdananya, Hatta memaparkan sifat dan pentingnya keberadaan perguruan tinggi Islam bagi kemajuan peradaban Islam di Republik Indonesia. Pada awal pidatonya, Hatta mencoba menuturkan ulang berbagai jenis pernak-pernik pendidikan agama Islam di Indonesia. Mulai dari keberadaan langgar yang merupakan tempat belajar mengaji, sampai beberapa sekolah umum yang memberikan pelajaran agama.

Namun menurutnya, ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh kedua model pendidikan agama tersebut. “Langgar tidak memberikan pengetahuan yang dapat dipakai untuk berjuang mencari penghidupan sehari-hari. Apalagi kalau didikan itu hanya setahun dan dua tahun saja,” katanya seperti dikutip dari buku UII Almamater ku.

Sedangkan pendidikan umum yang mengajarkan agama di dalam mata pelajarannya menurut Hatta saat itu juga memiliki kekurangan. Bagi Hatta, sekolah umum memang memberikan pengetahuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Tapi, “Ia tidak sanggup mendidik perasaan agama yang dalam, seperti yang diberikan oleh langgar,” begitu ungkapnya.

Maka dari itu, dengan adanya kekurangan-kekurangan tersebut Hatta mengatakan pentingnya pemuda-pemuda Islam untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Islam dengan UII, merupakan salah satu contohnya.

UII menurut Hatta, perlu memperdalam dan memperhalus pengetahuan agama terdidiknya. Seperti adanya pelajaran tauhid yang berdasarkan filosofi agama. Menurutnya pelajaran filsafat sangatlah penting. “Sebab filsafat memperluas alam dan perasaan, mengajar meninjau yang jauh dengan pandangan dan perasaan yang jauh pula,” tuturnya.

Ia mengungkapkan bahwa, pendidikan agama tidak boleh hanya sampai pemberian hal-hal dogmatik saja. Karena baginya, hal-hal dogmatik hanya sanggup menanamkan keyakinan pada para penganut agama.

Selain itu, Hatta juga mengatakan bahwa perlu diajarkannya sejarah dan sosiologi di UII. Menurutnya, sejarah dapat membawa kepada pengertian tentang lahir dan berkembangnya agama di berbagai tempat dan masa. Pengertian tentang lahir dan berkembangnya agama menjadi penting karena dapat menyadarkan seseorang untuk mendapat pandangan yang tepat tentang kedudukan agama dalam masyarakat.

Kemudian sosiologi, bagi Hatta penting untuk diajarkan karena dapat membantu seseorang untuk mempertajam pandangannya tentang relasi agama dan struktur kemasyarakatan. Ia juga bisa memberikan pengetahuan tentang pengaruh agama dalam masyarakat yang berlainan dari waktu ke waktu.

“Kalau hal-hal ini diketahui daripada dasarnya, barulah agama bisa mencari ikhtiar untuk memberikan coraknya kepada masyarakat,” kata Hatta.

Di akhir kuliah perdana, Hatta mengungkapkan bahwa semua pendidikan itu bertujuan untuk membentuk ulama-ulama yang akan ikut mengurus persoalan-persoalan di Republik Indonesia. “Jika tidak mempunyai pengetahuan yang luas tentang masyarakat dan negara, ia tidak akan dapat memenuhi kewajibannya sebagai ulama,” lanjutnya.

Berita sebelumyaNge-Jazz di Candi
Berita berikutnyaJamil: Mahasiswa adalah Mujahid

Podcast

Baca juga

Terbaru