Mari Elka: Buku Rudi Patut Mendapat Apresiasi

Indra Sjafri, Pelatih Tim Nasional U-19 menandatangani buku otobiografinya berjudul "Indra Sjafri: Menolak Menyerah” di Ballrom Hotel UNY, Minggu  (2/2). Dalam buku tersebut, Indra Sjafri diceritakan selalu berjuang dalam menorehkan kesuksesannya. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Indra Sjafri, Pelatih Tim Nasional U-19 menandatangani buku otobiografinya berjudul “Indra Sjafri: Menolak Menyerah” di Ballroom Hotel UNY, Minggu (2/2). Dalam buku tersebut, Indra Sjafri diceritakan selalu berjuang dalam menorehkan kesuksesannya. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Oleh: Yuyun Novia S.

Yogyakarta, HIMMAH ONLINE

Minggu (02/02), FX Rudi Gunawan meluncurkan bukunya yang berjudul Semangat yang Membatu dan Indra Sjafri: Menolak Menyerah. Bertempat di Hotel Universitas Negeri Yogyakarta, acara ini juga dihadiri oleh ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Eka Pangestu, pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, serta para pemain timnas U-19.

Buku Semangat yang Membatu ini bercerita tentang keseharian pemain timnas U-19 saat masih berada di daerah mereka masing-masing maupun ketika di lapangan hijau. Sedangkan Indra Sjafri: Menolak Menyerah menceritakan perjuangan Indra Sjafri dalam mencapai kesuksesan.

Rudi mengaku menyelesaikan kedua buku tersebut dalam waktu singkat. Semangat yang Membatu digarapnya selama tujuh hari. Sedangkan Indra Sjafri: Menolak Menyerah dapat diselesaikannya dalam waktu lima hari.

“Kita patut mengapresiasi buku nonfiksi karya FX Rudi Gunawan. Ia dapat memberikan semangat bagi anak muda, khususnya timnas U-19 serta para penggemarnya,” tutur Mari dalam acara tersebut. Ia menilai, Rudi sudah memberikan contoh konkret kepada para penulis pemula. Siapa, kapan, dan dimana saja, seseorang dapat menulis buku, asalkan ia mengerjakannya dengan disiplin dan komitmen.

Mari juga memberikan apresiasi kepada Indra Sjafri dan seluruh pemain timnas U-19 atas prestasi mereka. Menurutnya, mereka telah mampu menginspirasi para pelaku kreatif, misalnya saja Salman Aristo dan para pembuat merchandise.

Berita sebelumyaPeduli Skizofrenia
Berita berikutnyaBersaing dalam Rencana Aksi

Podcast

Baca juga

Terbaru