Pendidikan Harus Menjadi Masalah Kita Bersama

_MG_6306

Rektor Universitas Paramadina mengisi kuliah umum ke-3 Presidential Series Lecturers yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII di Auditorium Kahar Muzakir(10/04/13). Anis mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan pendidikan sebagai masalah kita bersama.

Masih banyak ditemukan masyarakat yang berpikiran pendidikan bukan menjadi prioritas utama. 

Kampus Terpadu, Himmah Online

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Kuliah umum ke-3 Presidential Series Lecturers yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII memuat topik “Lewat Pendidikan Mari Kita Selamatkan Bangsa”. Kuliah umum ini dibawakan oleh Anis Baswedan, Rektor Universitas Paramadina.  Anis mengatakan masyarakat Indonesia harus berhenti mengkondisikan pendidikan sebagai masalah bagi pemerintah, tetapi mengkondisikan pendidikan sebagai masalah bagi kita semua. “Kita yang memiliki permasalahan itu,” tegasnya. Seringkali tanggung jawab pendidikan hanya diberikan pemerintah saja. Masyarakat hanya memberikan daftar masalah, memberikan anjuran solusi, mendiskusikannya, lalu berasumsi ada orang lain yang mengerjakannya. “Mari kita lakukan sesuatu,” ajak putra Rasyid Baswedan, mantan Pembantu Rektor II UII ini.

Menururnya yang mendesak terkait pendidikan Indonesia saat ini bukan kurikulum. Tetapi siapa yang menerapkan kurikulum itu, yaitu guru. “Ketika kualitas guru rendah, jangan harap bisa menerapkan kurikulum itu dengan baik. Tetapi, ketika gurunya baik, Anda akan mendapatkan expect pembelajaran yang luar biasa,” tukasnya. Ia mengatakan kualitas guru di Indonesia masih rendah, distribusinya tidak tepat, gajinya juga rendah. Anis merasa jika kualitas guru ini diperbaiki maka efeknya akan luar biasa. “Karenanya kita mesti berkonsentrasi meningkatkan kualitas guru. Kalau peningkatan kualitas guru ini terbereskan, akan luar biasa. Mari berhenti mengecam gegelapan ini, mari menyalakan cahaya,” tandas penggagas Indonesia Mengajar ini.

“Bagi Anda yang sudah kuliah, Anda punya tanggung jawa moral lebih tidak hanya sekedar mendapatkan gelar sarjana, dan kemudian bekerja. Anda mempunyai tanggung jawab moral memastikan kehadiran Anda, dimanapun, kapanpun memberikan makna bagi Indonesia. Karena Anda telah mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi yang tidak semua anak Indonesia mendapatkannya. Ini tanggung jawab moral kita,” ucap Anis.

Dalam kuliah tersebut, Anis mengatakan kepada generasi muda Indonesia bahwa tantangan saat ini adalah bagaimana memastikan penduduk Indonesia yang lahir pasca kemerdekaan mendapatkan pendidikan yang bermutu, serta menjadi orang-orang yang berkarakter, berpengetahuan, dan mandiri untuk meraih cita-citanya. “Kita harus melihat pendidikan sebagai gerakan, tidak sebagai program,” kata Anis.

Selain seluruh mahasiswa UII, kuliah umum ini dihadiri juga oleh Rektor UII Edy Suandi Hamid, WR I UII Nandang Sutrisno, WR III UII Bachnas, Dekan FTI UII Gumbolo Hadi Susanto, dosen, karyawan FTI UII.

Berita sebelumyaDi Balik Nama Besar Media
Berita berikutnyaYogya Hujan Semalaman

Podcast

Baca juga

Terbaru