Minggu, Mei 27

Solidaritas dan Doa Bersama untuk Korban Teror Surabaya

0

Himmah Online, Yogyakarta – Minggu, 13 Mei 2018 Aliansi Masyarakat Sipil Yogyakarta melakukan aksi solidaritas dan doa bersama merespon kasus peledakan bom di tiga gereja yang ada di Surabaya. Aliansi ini diikuti oleh 60 organisasi dan berbagai elemen masyarakat di Yogyakarta. Massa aksi berkumpul pada pukul 19.00 WIB di Tugu Pal Putih Yogyakarta.

Aksi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan orasi, pernyataan sikap, dan ditutup dengan doa bersama. Mukhibullah selaku koordinator aksi dalam orasinya mengatakan bahwa tujuan diadakannya aksi solidaritas ini adalah untuk mendoakan para korban teror bom yang ada di Surabaya.

Hairus Salim, salah satu orator yang juga menjadi penutup orasi dalam aksi, sangat menyayangkan hal ini terjadi. Ia mengungkapkan bahwa apa yang terjadi Minggu pagi di Surabaya adalah sebuah kebiadaban dan sebuah kejahatan.

Hairus mengatakan bahwa tubuh dari bangsa Indonesia ada yang kotor dan sakit. Hairus pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan kotoran itu dan menyembuhkan sakit itu. “Karena itulah hari ini kita ingin menyampaikan bahwa kita tetap satu dan Indonesia akan terus menjadi rumah bersama kita,” ungkap Hairus dalam orasinya.

Sebelum menutup orasinya, Hairus membacakan sepenggal puisi dari Sutardji Calzoum Bachri yaitu:

arwah kita satu

jasad kita satu

yang tertusuk padamu

berdarah padaku

 

Setelah orasi perdamaian, aksi dilanjutkan dengan pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Sipil Jogja yang berisi:

Pertama, meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menemukan dan menindak tegas otak aksi teror.

Kedua, memita pemerintah khususnya kepolisian untuk memperkuat perlindungan hak warga negara dalam segala bentuknya.

Ketiga, meminta pemerintah untuk mewaspadai menguatnya gerakan pelemahan demokrasi di Indonesia.

Keempat, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada atas tindakan teror dan tindakan kekerasan serta tidak terpancing untuk membalas tindakan tersebut dengan ujaran atau aksi yang memanfaatkan sentimen warga bangsa.

Kelima, memperjuangkan kedaulatan hukum dan persamaan hak warga negara adalah mutlak untuk mewujudkan bangsa yang besar, adil, dan makmur. Sudah selayaknya setiap elemen bangsa dan negara berkontribusi dan menjaganya.

Keenam, meminta warga bangsa untuk bersama-sama memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menjaga sehingga ideologi kebencian dan terorisme tidak mendapat pendukungnya.

Aksi dan doa bersama kemudian ditutup dengan doa dan juga menyanyikan lagi Padamu Negeri bersama-sama di Tugu Pal Putih Yogyakarta.

%d blogger menyukai ini: