Mengekspos Jajanan Tradisional kepada Anak-Anak

HIMMAH ONLINE, Condongcatur – Dalam rangka memperkenalkan makanan tradisional kepada generasi muda khususnya anak-anak TK, pihak Taman Kuliner Yogyakarta bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Parade Kesenian dan Jajanan Tradisional 2014.

Acara ini diselenggarakan selama empat hari dari tanggal 27-30 November 2014. Konsep acara dibentuk dengan adanya berbagai stan yang menjajakan jajanan tradisional dimana satu orang bisa mencicipi satu jenis jajanan secara gratis seperti jadah tempe, kue cucur, kue lumpur, minuman dari sari kelapa, salak, geplak, dan sebagainya. Tak hanya itu, agar anak-anak tertarik dengan adanya jajanan tradisional ini, diadakan pula pentas seni anak-anak dan berbagai perlombaan seperti lomba mewarnai, fashion show, dan lomba tari tingkat TK se-Yogyakarta. Danu Wibawa Usahani, selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Kuliner Condongcatur mengatakan, “Awalnya karena taman kuliner adalah tempat dengan fasilitas makanannya, kami berpikir kira-kira format event apa ya yang bisa dilaksanakan. Pikiran kami adalah bagaimana menarik anak-anak untuk kumpul dan mereka diekspos ke jajanan. Jadi, perlombaan dan pentas seni ini adalah seperti magnet agar mereka berkumpul.”

Danu berharap setelah ini anak-anak dapat lebih mengenal makanan daerah sendiri. Karena menurutnya, jajanan tradisional merupakan kebudayaan asli milik nenek moyang kita, tetapi justru semakin tidak populer. Tujuan lain diadakannya acara ini juga ingin menampung berbagai bentuk kesenian yang ingin dipentaskan anak-anak.

Suprihatin, sebagai Bendahara Asosiasi Pasar Tani Mitra Sembada Sleman yang menjadi salah satu peserta jajanan tradisional ini setuju dengan diadakannya acara ini karena tujuan sangat bagus dimana agar anak-anak tahu apa saja pangan lokal yang kandungan gizinya justru tidak kalah tinggi dengan makanan lainnya. Terlebih lagi apabila pangan lokal dapat diolah menjadi makanan yang bervariasi sehingga anak-anak akan lebih tertarik untuk mencoba. “Tapi acara ini agak kurang greget karena kurangnya publikasi dan sosialisasi. Lebih bagus lagi jika acara ini dirutinkan.” ungkapnya.

Salah satu sekolah yang mengikuti perlombaan dan pentas seninya, yaitu TK Budi Mulia Dua Pandansari merasa antusias sekali dan sangat mendukung ajang pelatihan keberanian anak-anak seperti ini yang secara tidak langsung juga membantu mempromosikan taman kuliner sendiri. “Apalagi anak-anak semakin mengenal makanan tradisional dan bisa mencicipi secara langsung. Mereka senang sekali karena belum pernah dikenalkan sebelumnya, baru tahu kalau makanan tradisional seperti ini. Apalagi yang terkenal sekarang kebanyakan menu ayam goreng, dan sebagainya. Harapannya kita dapat lebih mengenalkan makanan ini ke anak-anak dari sekarang.” ungkap salah satu guru TK Budi Mulia Dua, Siti Sholihatun. (Dian Indriyani)

Berita sebelumyaRevolusi
Berita berikutnyaGundul Berarti Peduli

Podcast

Baca juga

Terbaru