Sosial Project di Pra Pesta UII 2018

Himmah Online, Kampus Terpadu – Sosial Project (sospro) menjadi agenda untuk mahasiswa baru di hari Pra Pesona Taaruf Universitas Islam Indonesia (Pesta UII) pada selasa, 14 Agustus 2018. Selain sospro, agenda mahasiswa baru di Pra Pesta yaitu koreografi dan pembuatan co card.

Sospro kali ini adalah yang kedua yang dilakukan oleh Pesta UII semenjak pertama kali dilakukan pada Pesta Unisi 2017 yang lalu.

Menurut Kristianto dan Harunian Ahmad, Komisi A Steering Committee (SC) Pesta UII 2018, tujuan sospro ini dilakukan adalah untuk membangun citra mahasiswa UII yang baik di masyarakat.

“Untuk memberikan bahwa mahasiswa UII turun langsung di sekitar UII. Targetnya, UII dikenal mahasiswanya baik-baik. Tidak hanya membersihkan masjid, tapi sembako juga,” ucap Kristianto, Mahasiswa D3 Ekonomi ini.

Lanjut Kristianto, sospro kali ini dilakukan di desa-desa sekitaran UII seperti Lodadi, Pakem, Nglanjaran, dan panti asuhan serta pondok pesantren. Panitia melibatkan 400 mahasiswa baru dalam pelaksanaan sospro di 20 titik. Dari 81 jamaah yang ada di Pesta UII 2018 mempunyai jatah empat sampai lima mahasiswa baru untuk ikut dalam sosialisasi sembako ke masyarakat maupun membersihkan masjid.

Menurut Harunian, setiap jamaah diwajibkan membawa sepuluh kg beras, satu dus mie instan, dan alat tulis.

“Tahun sekarang, mahasiswa baru yang langung membagikan sembako tersebut. Kita sudah bagi semua, tiap plastik (yang akan dibagikan) berisi dua kg beras dan empat mie instan. Kita nanti ada pembagian ke Taman Pendidikan Alquran berupa alat tulis, kemudian ke pondok-pondok,” ucap Harunian, mahasiswa Hukum Islam angkatan 2016 menambahkan.

Rinto Handoyo, Ketua RT 41 Dusun Pakem Tegal, Desa Pakem yang menjadi salah satu titik sospro, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan dan permintaan data masyarakat yang kurang mampu. Namun, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait teknis pemberian bantuan.

“Teknisnya ini mau seperti apa, apakah Ketua RT-nya ikut langsung ataukah mau diam di rumah, atau mahasiswanya mau bergerak sendiri. Sebatas memberikan surat pemberitahuan, bahwa kami hanya sekedar izin. Selesai,” ucap Rinto.

Rinto juga mengatakan bahwa dia dan beberapa ketua RT di sekitar Dusun Pakem Tegal belum menerima kabar dari panitia Pesta UII 2018 saat diwawancara reporter Himmahonline.id sekitar pukul setengah sepuluh.

Menurut Kristianto, kurang koordinasi dengan Dusun Pakem Tegal karena kendala waktu yang mepet. Saat panitia Pesta UII memberikan surat dan berkoordinasi, beberapa ketua RT, RW dan Kepala Dukuh sedang tidak ada di tempat.

“Karena waktunya yang mepet sama Pesta, masih banyak tugas yang harus diselesaikan juga, kita menugaskan bagian Humas dan Transportasi yang naik ke atas (Dusun Pakem Tegal-Red). Cuma mengantarkan surat untuk minta perizinan,” pungkas Kristianto.

Adapun menurut Veni Pradita Arsanti, mahasiswi baru jamaah sembilan yang mengikuti sospro menceritakan kegiatannya. Veni kebagian di daerah sekitar pasar Pakem, di masjid. “Jadi saya cuma langsung ke tempat pak RT-nya, terus sembako yang di pick up itu sudah ada di depan rumah pak RT-nya, jadi kita langsung ngasih itu beras sama mie instan,” ucap Veni yang merupakan mahasiswa baru jurusan Akuntansi.

Sementara menurut Arif Rachman Hidayat, teman Veni dari jamaah sembilan, mengatakan bahwa dari jamaahnya terdapat empat orang yang mengikuti sospro sementara sisanya mengikuti agenda koreografi. Tiga mahasiswi dan satu mahasiswa tersebut mengajukan diri ke wali jamaah. Setiap mahasiswa dan mahasiswi baru di jamaah sembilan diminta iuran Rp5000.

“Sospro ini kan buat disumbangin ke warga gitu toh, bagus sih, maksudnya kita cuma iuran segitu tapi bisa bermanfaat buat orang lain,” ucap Arif yang merupakan mahasiswa baru jurusan Pendidikan Agama Islam ini.

Reporter: Alief Fachturrohman, Anindha Pratiwi, Ika Pratiwi Indah Y, Nurcholis Maarif

Editor: Nurcholis Maarifs