Ragam Upacara Menjelang Hari Raya Nyepi

Penyerahan Sesajen. Foto: Hilmi Fahrul
Umat Hindu Saat Melakukan Pradaksina. Foto: Hana Maulina Salsabila
Para Penari Mengitari Meja Saji. Foto: Pradipta Kurniawan
Menari. Foto: Monica Daffy
Mengarak Ogoh-ogoh. Foto: M. Billy Hanggara
Doa Bersama di Akhir Upacara Tawur Agung Kesanga. Foto: Hilmi Fahrul
Membunyikan Genta. Foto: Anggah
Bahagia. Foto: Pradipta Kurniawan

Wisatawan beramai-ramai menyaksikan pawai ogoh-ogoh, salah satu rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 pada Sabtu, 2 Maret 2019, di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta. Sebagian besar peserta pawai membawa ogoh-ogoh berasal dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Hindu Dharma di berbagai universitas yang ada di Yogyakarta.

Acara hari itu berlangsung sekitar pukul 15.30 dan berakhir pukul 17.00. Berbagai ogoh-ogoh diarak mulai dari Kantor DPRD Yogyakarta dan berakhir di Alun-alun Selatan. Terdapat 25 peserta mengikuti pawai ogoh-ogoh, yaitu 12 peserta dengan ogoh-ogoh dan 13 peserta dari sanggar-sanggar serta instansi yang turut memeriahkan acara. Sorakan antusiasme masyarakat terlihat ketika satu persatu ogoh-ogoh dijalankan. Tak lupa mereka juga mengabadikan momen tersebut melalui ponsel atau kamera masing-masing.

Keesokan harinya, umat Hindu berkumpul di Pantai Parangkusumo, Bantul, untuk melaksanakan upacara Melasti. Upacara ini dilakukan untuk menyucikan diri umat Hindu sebelum Hari Raya Nyepi. Alunan gamelan Bali dan wewangian dupa menyambut kita ketika memasuki kawasan upacara.

Upacara tersebut mengajak para peserta menyatukan cipta, rasa, dan memohon kehadirat Tuhan Yang Maha Esa agar Melasti berjalan dengan lancar membuka rangkaian upacara. Setelah itu acara dilanjutkan dengan tari Sekar Pudyastuti sebagai arti rasa syukur terhadap Tuhan.

Upacara Melasti dimulai dengan membawa sesaji yang dibawa oleh resi dan penari untuk dihanyutkan ke laut. Selanjutnya, sembahyang kemudian dipimpin oleh pandit dan diikuti seluruh umat Hindu yang berada di kawasan Pantai Parangkusumo. Setelah selesai sembahyang, seluruh sesaji dihanyutkan ke laut lalu seluruh umat diwajibkan membasuh diri dengan air laut sebagai simbol menyucikan diri dari keburukan. Pengunjung Pantai Parangkusumo dan masyarakat sekitar pun turut memeriahkan acara dengan berebut sesaji yang dihanyutkan ke laut.

Setelah melakukan upacara Melasti, pada 6 Maret 2019, umat Hindu dari berbagai macam daerah berkumpul di Candi Prambanan untuk melakukan Tawur Agung Kesanga. Upacara ini mengusung tema Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019. Sebelum berkumpul di pelataran candi, beberapa umat melakukan ritual pradaksina, yaitu mengitari area komplek Candi Prambanan. Setelah itu, para umat kembali ke pelataran Candi Prambanan untuk melanjutkan upacara.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, juga turut menghadiri acara Tawur Agung Kesanga. Lukman memberikan sambutan yang berisi ajakan kepada umat Hindu untuk mewujudkan pemilu dengan aman dan damai. Ia juga mengatakan bahwa Tawur Agung Kesanga adalah momentum bagi seluruh umat Hindu untuk introspeksi dan mawas diri sebelum Hari Raya Nyepi.

Selain umat Hindu, acara Tawur Agung Kesanga ini juga disaksikan oleh wisatawan dari berbagai daerah yang ada di Candi Prambanan. Wisatawan asing pun turut menyaksikan dan mengabadikan momen Tawur Agung Kesanga 2019. Beberapa barisan ogoh-ogoh yang sudah diarak pada Sabtu, 2 Maret 2019, juga terlihat di acara ini. Proses dilanjutkan dengan mengarak ogoh-ogoh di pura pada sore harinya. Ogoh-ogoh tersebut akan dinetralisir karena ogoh-ogoh merupakan simbol dari hal-hal negatif. Maka dari itu, agar tidak mengganggu umat, pada malam hari dilaksanakan ritual Pengerepukan ogoh-ogoh.

Upacara Tawur Agung Kesanga ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang diikuti oleh ribuan umat Hindu. Pada keesokan harinya umat Hindu akan melakukan prosesi Nyepi di kediaman masing-masing.

Narasi Oleh: M. Billy Hanggara

Reporter: Pradipta Kurniawan, Monica Daffy, M. Billy Hanggara, Hana Maulina Salsabila, Hilmi Fahrul, Anggah.

Editor Narasi: Armarizki Khoirunnisa D.

Terbaru