Pembahasan Covid-19 dalam Seminar Penutup Intermedisco 2020

Himmah Online, Universitas Islam Indonesia – Unit Kegiatan Mahasiswa Scientific Medical Activities of Research and Technology (SMART) dari Fakultas Kedokteran UII menyelenggarakan seminar dengan tema “Kiat-kiat Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental saat Pandemi Covid-19 menurut Medis dan Islam” pada Ahad (20/09).

Kegiatan daring ini merupakan rangkaian dari acara Intermedisco 2020. Mengundang dua pembicara utama dari bidang kesehatan, yaitu dr. Gia Pratama dan dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S. Dipandu moderator dari dosen UII, dr. Anisa Rachmawati. 

Acara dibuka dengan sambutan Muhammad Adam Prabaswari, ketua panitia Intermedisco 2020. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih dan harapan kepada seluruh peserta seminar. 

“Kami dari panitia berharap dengan diadakan seminar ini dapat menambah kewaspadaan dan juga wawasan dari peserta dalam menjaga kesehatan fisik dan mental saat pandemi (Red: Covid-19),” tutur Adam.

Pada awal sesi seminar, dr. Anisa Rachmawati memberikan pengantar terkait kondisi terkini Covid-19. Beliau menuturkan, berdasarkan data dari Worldometer, angka kasus positif di Indonesia per 18 September 2020 mencapai 3.635 kasus dan terus mengalami peningkatan.

Selanjutnya, dr. Gia Pratama menjelaskan bahwa Covid-19 memang benar adanya, namun tidak kasat mata karena ukurannya yang sangat kecil, yaitu 100 nanometer.

“Virus ini menyerang seluruh organ tubuh, walaupun gejala yang terlihat hanya permasalahan pernapasan, tetapi virus ini menyerang seluruh organ tubuh yang memiliki reseptor ACE2,” jelasnya.

Menurut dr. Gia, reseptor ACE2 yang tersebar di berbagai organ vital seperti mata, paru-paru, ginjal, liver, dan saluran pencernaan menjadi “pintu masuk” Covid-19. Oleh karena itu gejalanya pun dapat bervariasi. Tidak hanya batuk,  demam, dan sesak napas. 

“Bukan hanya spesifik ke paru-paru saja dan daya rusaknya pun luar biasa,” ungkap dr. Gia.

Ia juga memberikan gambaran perbandingan paru-paru yang sehat dan paru-paru yang terpapar Covid-19. Paru-paru orang yang terinfeksi akan mengalami kerusakan yang sangat serius sehingga menyebabkan sesak napas karena kapasitas di dalam paru-paru berkurang.

“Dari sekian banyak kasus positif yang saya tangani, hanya  5 sampai 10 persen yang kondisinya berat sampai harus dilarikan ke ICU kemudian 60 persen sisanya gejalanya bervariasi dan 10 persen tanpa gejala,” imbuhnya.

Menjaga Kesehatan Menurut Perspektif Medis dan Islam

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, angka prevalensi diabetes meningkat hampir seluruh provinsi di Indonesia setiap tahunnya. Hal ini menunjukan bahwa pola makan khususnya konsumsi gula masih tergolong tinggi. 

“Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat diabetes merupakan salah satu penyakit penyerta yang kondisinya berat banget kalau terkena Covid-19,” ungkap dr. Gia.

Terakhir, menurut dr. Gia mengatur pola hidup yang sehat sangat penting untuk menjaga kondisi imunitas tubuh. Tidak hanya itu saja, pola makan yang teratur dan nutrisi yang cukup akan berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. 

Di sisi lain dr. Agus Taufiqurrahman menyampaikan bahwa ketika tubuh seseorang dalam keadaan sehat maka ia akan mudah dalam melaksanakan ibadah. 

“Sehingga Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kesehatan baik fisik dan mental,” lanjut dr. Agus.

Acara yang dilaksanakan selama 3 jam tersebut berlangsung dengan lancar sekaligus menutup rangkaian acara Intermedisco 2020.

Penulis dan reporter: Alwan Nur Fakhry

Editor: Muhammad Prasetyo

Podcast

Baca juga

Terbaru