Beranda blog Halaman 117

FOTO: Jelang Sholat Jum’at

0
Bertindak cepat membersihkan masjid Baitul Qohhar UII dari abu letusan gunung Kelud, Jum'at (14/02). Masjid yang terletak di Jl. Cik Di Tiro no 1 ini akan digunakan untuk sholat Jum'at berjamaah. (Foto oleh: Revangga Twin T.)

Bertindak cepat membersihkan masjid Baitul Qohhar UII dari abu letusan gunung Kelud, Jum’at (14/02). Masjid yang terletak di Jl. Cik Di Tiro no 1 ini akan digunakan untuk sholat Jum’at berjamaah.
(Foto oleh: Revangga Twin T.)

FOTO: SD pun Libur

0
Sekolah dasar meliburkan aktitas belajar mengajar, Jum'at (14/02). Kesempatan ini justru dimanfaatkan beberapa murid untuk bermain abu letusan gunung Kelud. (Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

Sekolah dasar meliburkan aktitas belajar mengajar, Jum’at (14/02). Kesempatan ini justru dimanfaatkan beberapa murid untuk bermain abu letusan gunung Kelud.
(Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

Hasil Rapat Senat Pemilihan Rektor

Berikut hasil Rapat Senat Terbuka terkait pemilhan rektor UII:

1. Prof. Hadri Kusuma Ph. D (FE): 37

2. Prof. Mochamad Teguh Ph. D (FTSP): 33

3. Prof. Jawahir Thontowi Ph. D (FH): 28

4. Nandang Sutrisno Ph. D (FH): 16

5. Prof. Sarwidi Ph. D (FTSP): 13

3 suara terbesar akan diajukan ke Pengurus Yayasan Badan Wakaf atau Dewan Pembina Yayasan untuk ditetapkan menjadi Rektor pada tanggal 18 atau 28 Februari 2014.

Sumber: DPM UII

 

Bersaing dalam Rencana Aksi

Kelima calon rektor mengikuti Presentasi Rencana Aksi di Auditorium Kahar Muzakir Selasa (4/2). Masing-masing calon rektor memaparkan kebijakan, langkah konkret, dan target mereka ke depan dalam presentasi ini. (Foto oleh: Novita Dwi K.)

Kelima calon rektor mengikuti Presentasi Rencana Aksi di Auditorium Kahar Muzakir Selasa (4/2). Masing-masing calon rektor memaparkan kebijakan, langkah konkret, dan target mereka jika terpilih nanti. (Foto oleh: Novita Dwi K.)

Oleh: Diah Dwi D.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Rangkaian agenda Pemilihan Rektor (pilrek) UII periode 2014-2018 tiba pada tahap action plan. Selasa (04/02), bertempat di Auditorium Kahar Mudzakkir, masing-masing calon rektor memaparkan secara garis besar kebijakan, langkah konkret, dan target mereka ke depan di hadapan pihak Yayasan Badan Wakaf UII, para dosen, karyawan, serta mahasiswa.

Sarwidi yang mendapatkan kesempatan pertama optimis bisa membawa UII menjadi universitas yang unggul. Selain itu, ia ingin menancapkan nilai islam di UII serta mengangkat nama kampus tersebut ke jenjang internasional.

Jawahir Thontowi lebih mengedepankan core values, yaitu iman dan taqwa (imtaq), ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dan keindonesiaan dalam mengembangkan delapan fakultas di UII. “Agar dapat saling bersinergi. Ibarat pohon kokoh yang memiliki akar kuat,” imbuhnya. Selain mendukung keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen, ia juga akan memberi masukan pada lembaga mahasiswa untuk mengembangkan diri.

“Seluruh sivitas akademika UII wajib untuk shalat berjamaah,” tutur Nandang Sutrisno terkait misi awalny. Ia ingin meletakkan paradigma profetik sebagai basis dalam mengembangkan iptek. Hal tersebut dianggapnya sebagai keunggulan dan keunikan UII untuk bisa sampai pada World Class Islamic University.

Akselerasi dan sinergi adalah visi yang ingin dicapai oleh Mochamad Teguh. Visi tersebut untuk mencapai khairu ummah, sehingga bisa merefleksikan visi serta misi UII yang dianggapnya mempunyai ciri khas sendiri dibandingkan dengan universitas lain.

Kandidat terakhir, Hadri Kusuma mengedepankan program unik dan kompetitif. Program kompetitif meliputi penguatan penelitian dasar dan terapan yang berkualitas internasional dan diterbitkan dengan jurnal ilmiah dengan citation index tinggi, terwujudnya jurnal jurnal UII yang mendapatkan akreditasi Internasional dan percepatan jabatan akademik dosen terutama guru besar. Sedangkan program unik diantaranya seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, pertukaran pelajar, postdoctoral, dan sejenisnya.

Mari Elka: Buku Rudi Patut Mendapat Apresiasi

Indra Sjafri, Pelatih Tim Nasional U-19 menandatangani buku otobiografinya berjudul "Indra Sjafri: Menolak Menyerah” di Ballrom Hotel UNY, Minggu  (2/2). Dalam buku tersebut, Indra Sjafri diceritakan selalu berjuang dalam menorehkan kesuksesannya. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Indra Sjafri, Pelatih Tim Nasional U-19 menandatangani buku otobiografinya berjudul “Indra Sjafri: Menolak Menyerah” di Ballroom Hotel UNY, Minggu (2/2). Dalam buku tersebut, Indra Sjafri diceritakan selalu berjuang dalam menorehkan kesuksesannya. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Oleh: Yuyun Novia S.

Yogyakarta, HIMMAH ONLINE

Minggu (02/02), FX Rudi Gunawan meluncurkan bukunya yang berjudul Semangat yang Membatu dan Indra Sjafri: Menolak Menyerah. Bertempat di Hotel Universitas Negeri Yogyakarta, acara ini juga dihadiri oleh ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Eka Pangestu, pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, serta para pemain timnas U-19.

Buku Semangat yang Membatu ini bercerita tentang keseharian pemain timnas U-19 saat masih berada di daerah mereka masing-masing maupun ketika di lapangan hijau. Sedangkan Indra Sjafri: Menolak Menyerah menceritakan perjuangan Indra Sjafri dalam mencapai kesuksesan.

Rudi mengaku menyelesaikan kedua buku tersebut dalam waktu singkat. Semangat yang Membatu digarapnya selama tujuh hari. Sedangkan Indra Sjafri: Menolak Menyerah dapat diselesaikannya dalam waktu lima hari.

“Kita patut mengapresiasi buku nonfiksi karya FX Rudi Gunawan. Ia dapat memberikan semangat bagi anak muda, khususnya timnas U-19 serta para penggemarnya,” tutur Mari dalam acara tersebut. Ia menilai, Rudi sudah memberikan contoh konkret kepada para penulis pemula. Siapa, kapan, dan dimana saja, seseorang dapat menulis buku, asalkan ia mengerjakannya dengan disiplin dan komitmen.

Mari juga memberikan apresiasi kepada Indra Sjafri dan seluruh pemain timnas U-19 atas prestasi mereka. Menurutnya, mereka telah mampu menginspirasi para pelaku kreatif, misalnya saja Salman Aristo dan para pembuat merchandise.

Peduli Skizofrenia

Oleh: Arga Ramadhan

Condong Catur, HIMMAH ONLINE

Minggu (02/02) Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KSPI) regional Yogyakarta melaksanakan psikoedukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat kepada  penderita Skizofrenia di Aula Rumah Sakit Condong Catur.  Peserta yang hadir cukup beragam mulai dari caregiver, Orang Dengan Skizofrenia (ODS) ataupun masyarakat umum.

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan gejala utama berupa waham (keyakinan salah dan tidak dapat dikoreksi) dan halusinasi (seperti mendengar dan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada),  sedangkan caregiver merupakan orang yang merawat dan bertanggung jawab  terhadap penderita Skizofrenia. Caregiver diharapkan dapat lebih optimal mengatasi  penderita Skizofrenia melalui cara berkomunikasi dan bagaimana memperlakukan penderita. Salah satunya dengan memberikan penghargaan dan pujian sebagai motivasi untuk penderita Skizofrenia.

Tika Parastiawati, selaku ketua KSPI sekaligus pemateri dalam kegiatan ini  mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali pertemuan, dan hari ini merupakan pertemuan ketiga. “Kegiatan ini diharapkan agar terjalin kerjasama yang baik dan berbagi tanggung jawab antara peran pelaku medis dan peran keluarga” tambah Tika.

Setelah pemateri memberikan teori singkat, peserta diberi pelatihan  langsung untuk mempraktikkan bagaimana berkomunikasi yang  efektif. Salah satu peserta dan sekaligus caregiver, Erma mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat. “Saya bisa mengerti bagaimana ODS, baik itu secara praktik maupun teori” ujar Erma.

Senada dengan Erma, menurut Iswati kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kebetulan yang menderita Skizofrenia adalah suami saya sendiri. Dengan kegiatan ini saya bisa lebih sabar dan kuat mengurus suami saya” tukasnya.

Himmah Online sempat mewawancarai salah satu penderita Skizofrenia, yang tidak bisa disebutkan identitasnya. Ia mengatakan bahwa sangat menderitanya mengalami penyakit seperti ini. “Tuhan pasti memiliki rencana indah dibalik semua ini. Setidaknya saya harus tetap kuat dan semangat” tuturnya.

Jogja Tanggap Bencana

Oleh: Ferry Firmansyah A.

Yogyakarta, HIMMAH ONLINE

Sabtu (25/01) pemerintah DIY mengadakan apel gabungan tanggap bencana dihalaman Keraton Yogyakarta. Peserta upacara terdiri dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Organisasi Masa (Ormas) dan para relawan. Apel dimulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 11.15 WIB.

Komandan Resort Militer (Danrem) 072 Yogyakarta dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) DIY beserta staf memeriksa barisan peserta upacara sekaligus melihat perlengkapan siaga bencana masing masing institusi. Apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Brigadir Jendral (Bigjen) Fadhilah. Dalam sambutannya menyampaikan  agar siap siaga menghadapi bencana dibeberapa titik  dengan  didirikan posko sebelum terjadi bencana. Selain itu bencana yang terjadi dari tahun ke tahun di wilayah DIY juga menjadi evaluasi untuk lebih siap lagi dalam penanganannya terutama dalam hal koordinasi.

Salah seorang Peserta apel, Eko Supriyanto mengatakan  apel ini penting agar koordinasi  tetap terjaga dan siap siaga dalam menghadapi bencana. Salah satu anggota tim reaksi cepat BNPB DIY ini menegaskan  kesiapannya meskipun harus terjun keluar daerah anggota. Selain itu Ryan salah satu relawan dari Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unisi  yang  hadir pada apel gabungan tersebut juga menyatakan kesiapanya terjun ke wilayah bencana. Menurut mahasiswa tehnik mesin UII 2010 ini, apel gabungan kali ini terkesan lambat karena bencana diseluruh Indonesia sudah terjadi. Apel yang dimulai pukul 10.00 wib itu diakhri dengan doa pada pukul 11.15 WIB.

Berdialog Menimbang Calon Rektor

fotouii mencari pemimpin

Dari kiri ke kanan Prof Jawahir Thontowi, Nandang Sutrisno. Prof. Sarwidi, Prof Mochamad Teguh, dan Prof.Hadri Kusuma, duduk sejajar saat memaparkan Action Plan mereka jika nanti terpilih menjadi rektor UII periode 2014-2018 di GKU Sardjito Sabtu (25/1). (Foto oleh: Aldino Friga P.)

Oleh: Novita Dwi K. 

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Forum Mahasiswa Berdiskusi (Formasi) yang diprakarsai oleh DPM UII, LEM UII, LEM FE, serta LPM Ekonomika FE UII menyelenggarakan diskusi UII Mencari Pemimpin yang bertajuk ‘Mengenal Lebih Dekat Calon Pemimpinmu’, Sabtu (25/01). Acara yang bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) Sardjito ini merupakan forum dialog interaktif antara lima calon rektor UII dengan Keluarga Mahasiswa (KM) UII.

Dialog tersebut dibuka dengan pokok bahasan mengenai kriteria rektor yang cocok untuk memimpin UII empat tahun ke depan. Mochammad Teguh mengatakan, rektor terpilih harus melakukan penguatan terhadap keunggulan dan keunikan institusi. “Unggul berarti excellent, jadi ia harus lebih dari universitas yang lain. Keunikan berarti ia harus menjadikan kita sebagai alumni, mahasiswa, maupun dosen yang siap menghadapi era globalisasi,” papar dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) tersebut.

Hadri Kusuma berpendapat bahwa UII membutuhkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria kampus itu sendiri, yaitu universitas, islam, dan Indonesia. Universitas berarti ia harus memiliki wawasan global, kemampuan berbahasa asing, dan mampu bertukar pikiran dengan orang lain. Adalah yang mempunyai jiwa islami, termasuk di dalamnya sifat sidik, amanah, fatanah, serta tablig jika itu dilihat dari karakter islam. Sedangkan Indonesia berarti ia harus berjiwa kebangsaan dan menanamkan jiwa nasionalisme.

Sarwidi mengaku jika ia beserta rekan-rekannya tidak mencalonkan diri sebagai rektor, melainkan dipanggil oleh Badan Wakaf UII. Kalaupun nanti ia diberi amanah, ia akan mengangkat nama UII ke kancah nasional maupun internasional.

Sama dengan Sarwidi, Nandang Sutrisno juga mengaku jika ia dicalonkan oleh Badan Wakaf UII. Ia merasa hal tersebut adalah amanah, sehingga tidak ada alasan untuk menolaknya.

Terkait kelembagaan mahasiswa, Jawahir Thontowi sempat menceritakan bahwa dahulu ia beserta rekan-rekannya sering mengejar tokoh masyarakat yang sedang seminar, sedangkan sekarang tidak seperti itu. Dulu juga tidak ada Sistem Kredit Semester (SKS) dan batasan dalam berkuliah, sedangkan sekarang ada SKS dan batasan yang disebut semester. Oleh karena itu, ia menganggap dahulu mahasiswa mempunyai pikiran yang lebih terbuka dan kebebasan yang lebih besar.

Para mahasiswa tidak melewatkan kesempatan sesi tanya jawab untuk bertanya kepada para calon rektor. Seperti Ketua DPM UII, Fuad, yang menanyakan perihal pemahaman calon rektor atas student government di UII. Juga Haris Nur Ali, mahasiswa Psikologi angkatan 2008 yang bertanya perihal langkah konkrit UII dalam melaksanakan KKN pada taraf nasional.

Resti Utami mengatakan bahwa acara ini cukup menarik karena ia bisa melihat kualitas para calon rektor. “Seharusnya durasinya diperpanjang karena banyak ilmu yang bisa kita dapatkan. Terlebih lagi durasi sesi tanya jawabnya,” ungkap mahasiswi Farmasi angkatan 2010 tersebut.

Mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2010, Yusuf Rizki, merasa puas dengan acara tersebut. Namun ia menyayangkan terlalu banyaknya materi dari moderator yang seharusnya bisa lebih disingkat lagi. “Padahal jumlah peserta cukup banyak dan pasti menyimpan beberapa pertanyaan” ungkapnya.

 

Laporan Kinerja DPM U dalam Hearing II

fotohearing

Hearing II DPM U membahas terkait kinerja DPM U selama bulan Oktober 2013 hingga januari 2014 Jum’at (24/1). Acara yang digelar di Fakultas Ekonomi ini dihadiri oleh KM UII. (Foto oleh: Putri Werdina C.A)

Oleh: Siti Nur Q.

Condong Catur, Himmah Online

Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII melaksanakan hearing II pada hari Jumat (24/01), pukul 20.00 WIB, bertempat di aula utara FE UII. Acara yang beragendakan laporan kinerja DPM U dari bulan Oktober 2013 hingga Januari 2014 ini dihadiri oleh perwakilan lembaga tingkat universitas maupun fakultas serta mahasiswa umum. 

Laporan kinerja komisi I terkait kelembagaan, kemahasiswaan, dan keislaman disampaikan oleh Muhtar Yogasara. Ia memaparkan berbagai kegiatan yang telah diverifikasi oleh DPM U, kunjungan ke DPM F dan rapat koordinasi, silaturahmi Keluarga Mahasiswa (KM) UII, serta sidang LPJ kegiatan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) U. Ke depannya, komisi I berencana untuk membentuk tim evaluasi pelaksanaan beasiswa pengurus lembaga dan Kuliah Kerja Nyata (KKN), rapat koordinasi dengan Mapala Unisi dan Marching Band UII, kunjungan ke DPM FK UII, serta rapat koordinasi DPM se-UII. 

Muhammad Alfy Pratama selaku Komisi II melaporkan perihal program advokasi, jaringan, dan pengabdian masyarakat mereka. Mereka mempunyai dua program di bidang advokasi, yaitu pembentukan tim advokasi SPP dan tim monitoring Pilrek UII periode 2014-2018. Tim advokasi SPP berperan untuk menuntut transparansi SPP di UII. Mereka menginginkan agar rincian SPP dicantumkan dalam kuitansi pembayaran serta ditunjukkan lewat portal UNISYS. 

Sedangkan tim monitoring Pilrek bertugas untuk mengawal proses pemilihan rektor dan wakil rektor UII agar berjalan secara transparan dan jujur. Salah satu temuan tim monitoring Pilrek adalah salah satu bakal calon rektor masih berstatus aktif sebagai pengarah di panitia pemilihan rektor UII. Hal ini yang kemudian dilaporkan oleh tim monitoring Pilrek kepada ketua panitia pemilihan rektor UII. Alhasil, bakal calon rektor yang bersangkutan mengundurkan diri dari panitia pemilihan tersebut. Komisi II juga memperluas jaringan lembaga legislatif mahasiswa se-Indonesia dengan mengikuti Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) serta Persatuan Keluarga Mahasiswa Jogjakarta (PKMJ). 

Yusuf Rizki Febriyadi selaku Komisi III melaporkan perihal plafonase dana kemahasiswaan KM UII mulai dari bulan Oktober hingga Desember 2013. Mereka melaporkan nominal dana dan persentase pendistribusian dana ke seluruh lembaga, laporan pertanggungjawaban distribusi dana taktis triwulan II, dan laporan dana operasional triwulan II DPM U. Selain itu, mereka juga telah membantu mengelola dana tim jas almamater dengan memberikannya langsung ke konveksi. 

Romadhon Permadi Setyawan selaku Komisi IV yang menangani aset memaparkan terkait tahap kedua pembuatan jas almamater angkatan 2013, pembagian jas almamater angkatan 2013, serta pembagian jas almamater lama ke setiap fakultas. Untuk kedepanya, komisi IV akan berkoordinasi dengan komisi II guna menanyakan perihal pembayaran yang dilakukan oleh mahasiswa kepada rektorat atas gedung olahraga, bus UII, dan beberapa fasilitas lain di UII. 

Jumpa Syalabi selaku anggota komisi IV yang bertugas mengelola gedung Student Convention Centre (SCC) mengaku bahwa pembayaran listrik maupun air serta gaji untuk karyawan sudah berjalan lancar. Selain itu, ia akan berusaha untuk melengkapi bagian dalam SCC, seperti kasur dan lampu-lampu yang mati. Namun, untuk masalah besar seperti bocor dan merembesnya platfon, ia masih mengkoordinasikannya dengan Badan Pengelola Aset (BPA) yang nantinya akan diteruskan ke Yayasan Badan Wakaf UII. Koordinasi juga ia lakukan dengan Bachnas selaku wakil rektor III guna membuat SCC menjadi gedung yang layak digunakan. 

Wakil Sekretaris Jenderal, Fajar Supriadi, melaporkan perihal agenda rapat internal, pleno, dan pimpinan, pemanggilan ex-panitia Saxophone dan demisioner ketua LEM UII periode 2012-2013 untuk membahas kejelasan dana pinjaman tertanggal 3 Desember 2013 beserta tindak lanjutnya. Selain itu, ia juga melaporkan telah melakukan rapat koordinasi dengan DPM fakultas se-UII maupun KM UII mengenai Pilrek UII. Sedangkan untuk agenda terdekat, DPM U akan membentuk tim dari DPM U maupun KM UII, pemanggilan pengurus Klinik Advokasi dan HAM (KAHAM) LEM UII terkait informasi hasil wawancara tim jas almamater angkatan 2012, pembentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Penyelenggara (BP), serta persiapan Pemilwa UII. 

Fajar mengatakan bahwa DPM U telah menyediakan media sharing, informasi, dan publikasi melalui email (dpm.uii.ac.id), web (dpm.uii.ac.id), blog (dpmuii.blogspot.com), serta akun twitter (@DPM_UII). Seusai pelaporan kinerja DPM U, beberapa peserta menyampaikan tanggapannya, baik terkait Saxophone, SCC, kebijakan dana kemahasiswaan, maupun tim jas almamater angkatan 2012 dan 2013. Bagi lembaga yang menghendaki hearing di luar jadwal, mereka diminta untuk mengirimkan pengajuan secara tertulis ke DPM U. Pun DPM U juga melayani diskusi maupun pertanyaan di kesekretariatan mereka yang berlokasi di Gedung Pascasarjana Hukum UII.