Beranda blog Halaman 118

Koin untuk Sesama

Alwin Tyanto, kordinator CCD menghimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan CAC dengan cara menyumabangkan uang receh untuk membantu anak anak kurang mampu, minggu pekan (12/01). CCD kali ini, dapat mengumpulkan uang kurang lebih sebanyak R2.503.500,00. (Foto Oleh Putri Werdina C.A)

Alwin Tyanto, kordinator CCD menghimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan CAC dengan cara menyumabangkan uang receh untuk membantu anak anak kurang mampu, minggu (12/01).  CCD kali ini, dapat mengumpulkan uang kurang lebih sebanyak R2.503.500,00. (Foto Oleh Putri Werdina C.A)

Oleh: Novita Dwi K.

Yogyakarta, HIMMAH ONLINE

Gerakan sosial Coin A Chance (CAC) menyelenggarakan acara Coin Collecting Day (CCD) di Kongkalikong Dine & Coffee House, Minggu (19/1) lalu. Kegiatan yang rutin diadakan setiap satu bulan sekali ini dihadiri oleh para volunteer CAC. Para peserta CCD tersebut mengumpulkan uang para volunteer, kemudian mereka menghitungnya. Alwin Tyanto selaku Koordinator CCD  mengatakan bahwa kali ini mereka berhasil mengumpulkan uang kurang lebih sebesar Rp 2.503.500,00. “CAC tidak hanya menerima koin, uang kertas pun kami terima. Koin hanya istilah. Biasanya kan uang koin itu disepelekan. Namun, jika mau dikumpulkan ternyata bisa untuk membantu adik-adik kita,” imbuhnya.

Selain CCD, ada juga kegiatan CCA berupa Coin Dropping dan Piknik Koin. Coin Dropping merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan CCA selama enam bulan sekali. Hasil uang yang mereka kumpulkan akan diberikan kepada adik-adik asuh CAC. Uang tersebut tidak langsung diberikan kepada yang bersangkutan, melainkan disalurkan melalui sekolah dengan melibatkan adik asuh dan keluarganya. Sementara Piknik Koin adalah kegiatan rekreasi yang biasa dilakukan CAC bersama adik-adik asuhnya.

Perihal kriteria adik asuh, Alwin menuturkan bahwa CAC mencari anak dari keluarga kurang mampu yang mempunyai semangat belajar tinggi. Bahkan, biasanya ada juga sekolah yang menghubungi CAC agar berkenan membantu muridnya.

Koordinator Divisi Pendampingan CAC, Wening Fikriyati, mengatakan bahwa pada tahun 2013 mereka sudah mempunyai 30 adik asuh. Sementara tahun 2014, Alwin menargetkan CAC memiliki 40 sampai 50 adik asuh.

Salah satu volunteer CAC, Ardhi Irwansyah mengungkapkan hal  positif dari adanya komunitas ini. “CAC merupakan alternatif bagi anak muda untuk saling membantu. Bukan hanya anak berprestasi yang diberi beasiswa, melainkan anak yang mempunyai semangat belajar tinggi. Saya berharap CAC semakin besar di Yogyakarta dan tahun ini bisa mempunyai 50 adik asuh.”

CAC sendiri merupakan sebuah gerakan sosial yang kegiatannya mengumpulkan uang untuk membantu anak Indonesia kurang mampu agar dapat bersekolah. CAC yang awalnya hanya ada di Jakarta, kini telah menyebar ke berbagai daerah, salah satunya di Yogyakarta.

Ralat: Jas Almamater 2013 Segera Didistribusikan

0

Dalam berita

ketua tim jas almamater

seharusnya

Ketua tender jas almamater

Pendidikan Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Dr. Praptono selaku Kasubdit Pendidikan Khusus dan Pelayanan Khusus Pendidikan Dasar menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh FIAI UII, sabtu (18/01). Acra yang digelar di ruang audio visual perpustakaan pusat UII ini mengusung tema “Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Madrasah dan Sekolah dalam Setting Inklusi". (Foto oleh: Putri Werdina C.A)

Dr. Praptono selaku Kasubdit Pendidikan Khusus dan Pelayanan Khusus Pendidikan Dasar menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional yang diselenggarakan oleh FIAI UII, sabtu (18/01). Acra yang digelar di ruang audio visual perpustakaan pusat UII ini mengusung tema “Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Madrasah dan Sekolah dalam Setting Inklusi”. (Foto oleh: Putri Werdina C.A)

Oleh: Putri Werdina C.A

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (FIAI UII) mengadakan acara seminar yang bertemakan “Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Madrasah dan Sekolah dalam Setting Inklusi” pada Sabtu (18/01). Bertempat di ruang audio visual Gedung Mohammad Hatta lantai dua, seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 90 peserta yang berasal dari kalangan umum dan mahasiswa.

Dalam acara seminar tersebut penitia menghadirkan empat pembicara, diantaranya, Dr. Praptono selaku Kepala Sub Bidang Direktorat (Kasubdit) Pendidikan Khusus dan Pelayanan Khusus Pendidikan Dasar (PKLK-DIKDAS), Dr. Djaja Raharja sebagai Pengurus Pusat Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia (APPKhI) dan Dr.Drs.H. Muhammad Idrus selaku Dosen FIAI UII serta seorang Motivator Tunanetra Nasional, Agus Inspirator.

Pada sesi pembukaan seminar, Dadan Muttaqin selaku Dekan FIAI memaparkan beberapa data yang ia peroleh dari Lembaga Statistik di Indonesia, dimana tahun 2012 sekitar 73% atau 234.000 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Indonesia tidak bersekolah. Dan faktanya pun kini hanya ada 1.113 Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurutnya, jumlah itu tidak sebanding dengan ABK yang ada. Dan itu membuktikan bahwa kepedulian pemerintah saat ini terhadap pendidikan bagi ABK pun sangat kurang.

Di akhir sambutannya, ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan atas tujuan UII dalam mengimplementasikan kepeduliannya terhadap pendidikan orang-orang disable, dan juga terhadap komitmen UII yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi penderita disable untuk berkuliah di UII.

Dari pihak rektorat pun merespon baik kegiatan ini. “Kami sangat mengapresiasi acara ini karena acara ini sesuai dengan visi UII, yaitu rahmatan lil alamin. Dimana kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi dari Rahmatan Lil Alamin itu sendiri” ujar Nandang Soetrisno selaku Wakil Rektor 1.

Tyas Anggreini, salah satu peserta seminar menyatakan bahwa keuntungannya mengikuti seminar ini adalah mendapatkan pengetahuan baru dan kepedulian akan anak-anak berkebutuhan khusus meningkat. “Pengalaman yang diceritakan saat seminar pun menginspirasi saya untuk berkarir menjadi guru di sekolah luar biasa” tambah mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam angkatan 2010 ini.

Jas Almamater 2013 Segera Didistribusikan

jas almet

Ketua tim jas almamater , M. Faris Fajri tengah memperlihatkan desain baru almamater angkatan 2013 pada Rabu (15/01). Selanjutnya pendistribusian jas almamater kepada mahasiswa akan dikoordinir oleh pihak DPM F. (Foto oleh: Putri Werdina C.A)

Oleh: Siti Nur Qoyimah 

Fakultas Ekonomi, HIMMAH ONLINE 

Penyerahan jas almamater dari pihak konveksi kepada pihak Tim Jas telah dilaksanakan pada Rabu (15/01) di Fakultas Ekonomi. Muhammad Faris Fajri, selaku ketua Tim Jas mengatakan bahwa pembagian jas sesuai hasil rapat kerja dengan DPM U dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap pertama pembagian dilakukan di FE, FH, FK, dan FIAI. Sedang tahap kedua dilakukan di FPSB, FMIPA, FTSP, dan FTI. 

Faris juga menambahkan bahwa garansi jas sejak pengambilan adalah 1 bulan. Sehingga apabila jas yang diterima cacat dapat dikembalikan ke DPM masing-masing fakultas. DPM akan menyerahkan ke tim jas dan tim jas akan menyerahkan ke konveksi untuk disempurnakan. “Jadi benar-benar segera ambil almamaternya ketika dibagikan” kata Faris. 

Untuk FE sendiri pengumuman pengambilan jas akan ditempel di papan pengumuman tiap kelas dan akan dilaksanakan selama dua minggu selama UAS terhitung dari tanggal 20 Januari 2014 sampai tanggal 3 Februari 2014 di hall tengah dan dilayani oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) tiap jurusan. Syarat pengambilan jas almamater dengan menunjukkan formulir jas almamater yang diisi dan diterima saat ospek fakultas. 

Bagi mahasiswa yang kehilangan formulir jas almamater dapat mengambil jas dengan menunjukkan KTM dan menyerahkan surat pernyataan tidak bermaterai. “Pembagian jas dimungkinkan berbeda di setiap fakultas karena cara pembagian sendiri diserahkan ke tiap fakultas masing-masing” ujarnya. 

Faris juga menuturkan perbedaan dengan tim jas sebelumnya yaitu tim dibentuk dari delegasi berbagai lembaga di setiap fakultas maupun universitas yang berjumlah 8 orang yang dibentuk pada H-2 Pesona Ta’aruf (PESTA). Sistem yang digunakan juga berbeda yaitu sistem tender tertutup. Tender tertutup disini maksudnya adalah tim jas melakukan survey terhadap konveksi terlebih dahulu. Setelah tim jas menemukan beberapa yang memenuhi kriteria maka pihak tim jas yang akan memberikan undangan kepada konveksi tersebut. 

Perbedaan jas almamater tahun ini dengan sebelumnya terletak pada warna, jenis kain, dan sedikit pada desain jas. “Warnanya disamakan dengan jas rektorat” tambahnya. Selain itu mulai tahun 2013, Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM U) mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang disepakati bersama. Isi dari SK tersebut yaitu terkait deskripsi jas almamater seperti jenis kain dan warna. Dengan adanya SK, dapat dijadikan pedoman untuk tahun-tahun berikutnya jas almamater akan sama dengan jas almamater angkatan 2013. Dalam pelaksanaannya, tim jas almamater berkoordinasi dengan Ir. Bachnas, Msc selaku Wakil Rektor III.

Team Work

Ilustrasi oleh: Fikrinisa’a Fakhrun H.

Ilustrasi oleh: Fikrinisa’a Fakhrun H.

Rapat KM: Pembentukan Tim Kerja KPU, BP dan Panwasla

Oleh: Al Aini Nurrodiyah

Cik Di Tiro, HIMMAH ONLINE

DPM U mengadakan rapat Keluarga Mahasiswa (KM) pada Sabtu (18/01). Dalam rapat ini membahas terkait pembentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pekerja (BP), serta Sarasehan rektor.

Pembahasan diawali dengan pembentukan KPU, BP, dan Panwasla. Terkait Panwasla,  bukan menjadi agenda pada rapat kali ini. Namun, forum meminta agar Panwasla juga dibentuk dengan alasan jika KPU dan BP dibentuk maka panitia pengawasan Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa)  juga harus dibentuk.

Disamping itu, forum juga mempertanyakan terkait pembentukan KPU dan BP jauh-jauh hari padahal permasalahan tentang jas almamater periode DPM sebelumnya dan Saxophone belum diselesaikan oleh DPM periode sekarang.

DPM U mengaku telah melakukan rapat dengan LEM U dan LEM F sebelum mengadakan rapat dengan KM, yang memutuskan bahwa  DPM sendiri akan masuk menjadi anggota KPU dan BP. Fuad, selaku ketua DPM U menuturkan bahwa ada beberapa faktor yang mengharuskan membahas  pembentukan KPU dan BP sekarang  yaitu agar kesiapan dari KPU dan BP itu sendiri jauh lebih matang lagi dari tahun sebelumnya. Fuad menilai KPU dan BP pada tahun sebelumnya  terlihat sangat dikejar waktu dalam pembentukannya. “Karena adanya kegiatan rutinitas Pesona Ta’aruf (PESTA) dan Pekan Ta’aruf (PEKTA)  ditakutkan akan menyita waktu sehingga persiapan Pemilwa diabaikan,” tambah Fuad.

Berdasarkan kesepakatan forum maka diputuskan bahwa dari tiap lembaga mengutus satu kandidat untuk menjadi anggota, baik KPU, BP, dan Panwasla. Untuk LPM hanya masuk ke dalam tim BP. LPM tidak dimasukkan menjadi anggota KPU dengan alasan jika tetap dimasukkan maka itu telah melanggar fungsi dari LPM itu sendiri. Namun, untuk menanggulangi permasalaahan yang akan muncul, maka pihak KPU akan membuat regulasi dalam mengatur kinerja dari KPU. Rencananya sidang pleno pertama KPU akan diadakan sekitaran bulan april mendatang.

Terkait keanggotaan BP, LEM U meminta agar ditambahkannya satu orang dari UKM untuk ikut bekerja dalam BP dengan alasan mereka belum bisa menampung semua aspirasi. Dari usulan tersebut banyak yang pro dan kontra. Salah satu yang kontra adalah Lembaga Pers Mahasiswa . “Kurang setuju dengan permintaan LEM mereka beranggapan bahwa LEM mampu menampung aspirasi lembaga-lembaga jadi tidak perlu menambah anggota lagi,’’ ujar lukman dari LPM Solid. Dilihat dari kondisi forum, DPM segera mengambil keputusan  untuk kebaikan bersama, yaitu dengan tidak menambah anggota BP dari UKM.

Tentang Panwasla,  disini  DPM belum bisa menyampaikan secara garis besar kepada forum  sebab awalnya DPM belum memutuskan untuk membahas pembentukan Panwasla dan belum memikirkan untuk di bentuknya anggota Panwasla. “Mereka belum mengetahui bagaimana singkroni dari Panwasla, tugas dan gambaran besarnya. Maka dari itu masalah tersebut akan dibahas pada forum selanjutnya,” Fajar Supriadi sebagai Wakil Sekretaris Jendral DPM U.

Sejahtera Dengan Asuransi

Oleh: Ferry Firmansyah A.

Fakultas Ekonomi, HIMMAH ONLINE

Kamis (15/01) siang, LEM FE UII bekerja sama dengan perusahaan asuransi Bumiputra 1912 Menyelenggarakan seminar. Muhamad Mimbar Abdullah, koordinator asuransi syariah Bumiputra wilayah DIY dan Tatag Suyarnadi Kepala cabang eksekutif asuransi Bumiputra DIY diundang sebagai pembicara. Bertempat di Aula Utara FE UII seminar bertemakan “Fungsi dan Peran Asuransi dalam Kehidupan Masyarakat dan Ekonomi”  ini banyak mengulas tentang peran asuransi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.  Mimbar Abdullah memaparkan pentingnya asuransi untuk meminimalisir segala resiko.

Salah seorang peserta, Bayu Septia berpendapat bahwa asuransi bisa menjadi wadah investasi di masa depan.  “Asuransi juga bisa untuk berjaga-jaga, karena resiko itu selalu ada dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya,” kata mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2012 ini. Begitupula dengan Kenny Sonia Pratiwi, mahasiswa Ilmu Ekonomi 2011 ini menyatakan pentingnya asuransi untuk memberikan rasa aman kepada individu dan keluarga. “Mungkin saya akan menjadi sub agen di Bumiputera untuk mensosialisasikan pentingnya asuransi,” tambahnya.

seusai acara, ketua panitia Rowega Havaz mengaku senang dengan antusiasme peserta, hal ini membuktikan adanya kesadaran dari mahasiswa akan pentingnya asuransi.

Meet and Great Ginatri S.Noer

Gina S. Noer (tengah) sedang memaparkan tentang suka duka menjadi penulis naskah, Kamis pekan lalu. Gina dalam acara yang digelar oleh LPM HIMMAH UII ini mengajak mahasiswa untuk berkretifitas dan turut berpartisipasi dalam perkembangan dunia perfilman.     (Foto oleh: Revangga Twin T.)

Gina S.Noer (tengah) sedang memaparkan tentang suka duka menjadi penulis naskah, Kamis pekan lalu. Gina dalam acara yang digelar oleh LPM HIMMAH UII ini mengajak mahasiswa untuk berkretifitas dan turut berpartisipasi dalam perkembangan dunia perfilman.
(Foto oleh: Revangga Twin T.)

Kamis 9 Januari 2014, bidang Perusahaan Himmah 24,1 menyelenggarakan acara Meet and Great dengan Ginatri S.Noer. Acara yang berlangsung selama 2 jam tersebut membahas tentang sosok Ginatri serta pengalamannya selama menjadi penulis. Acara yang berlangsung di gedung Ruang Audio Visual Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia terselenggara berkat kerjasama dengan Akademi Bercerita, Bentang Pustaka, Plotpoint Kreatif, LPM HIMMAH UII serta KafeJendela.

Ginatri S.Noer merupakan seorang creative preneur asal Indonesia. Dia adalah co-founder dan editor in chief di Plotpoint Publishing & Workshop. Gina juga dikenal sebagai penulis scenario film dan televisi. Karir sebagai penulis scenario diawali setelah memenangkan Close Up Movie Competition pada tahun 2004 melalui film pendek Ladies Room. Dia mengawali karir profesionalnya sebagai penulis scenario melalui film Independen Foto, Kotak dan Jendela pada tahun 2006. Tahun 2008 ia menulis scenario film Ayat-Ayat Cinta bersama suaminya, Salman Aristo. Gina juga merupakan salah satu penulis scenario Perempuan Berkalung Sorban, Hari untuk Amanda serta film Habibie dan Ainun.

Untuk menjadi seorang penulis scenario, kemampuan jurnalistik sangat diperlukan. Logika juga harus dimainkan untuk mendapat hasil yang sesuai saat riset dan wawancara tentang scenario yang mau dibuat. Selama menjadi penulis scenario, banyak kendala yang dialami Gina, terutama dalam hal mencari sosok yang bersangkutan. Selain itu cara menghadapi kritik dari seseorang juga harus diperhatikan agar kritik tersebut tidak membuat seorang penulis putus asa.

Gina juga menambahkan bahwa selama ia bekerja tidak memperhatikan soal materi. Sebanyak apapun materi yang ditawarkan jika dia tidak nyaman dengan ceritanya maka dia akan menolak karena seorang penulis harus merasa nyaman dahulu dan suka dengan alur ceritanya serta ikhlas dalam mengerjakannya.

 

Bukan Otak Kadal

“Kreatif itu spesies langka. Kreatif itu penggebrak perubahan. Kreatif itu dimiliki oleh setiap manusia. Kreatif itu cara bertahan hidup. Kreatif itu memberi solusi. Kreatif itu sampai mati”.

Kutipan di atas merupakan mandat Wahyu Waditya atau Wadit kepada generasi Indonesia untuk meninggalkan kemonotonan dan beranjak menuju era yang penuh kreativitas. Wadit sendiri merupakan pendiri Hello Motion Academy, Hello Fest, dan Distro KDRI. Ia juga seorang aktivis animasi dan desain, pemerhati dan pembicara industri kreatif, serta penerima berbagai penghargaan.

Dalam buku ini, Wadit mencoba memberikan petuah bagaimana menggali, menemukan, dan memunculkan ide-ide kreatif. Buku ini juga merupakan protes Wadit terhadap dunia pendidikan yang seringkali menganggap kesenian itu tidak penting. Menurutnya, kesenian memiliki banyak manfaat, antara lain memberikan ruang yang lebih luas untuk mengemukakan pendapat, mengekspresikan imajinasi, melatih berpikir kreatif, membina rasa sensitivitas, melatih keterampilan, dan sebagainya. Kesenian juga bukan sekadar mempelajari cara menggambar yang benar, tetapi juga belajar ‘memanusiakan’ manusia. Seperti kata bapak Ki Hajar Dewantara yang diterangkan Wadit dalam bukunya bahwa pendidikan itu harus bermanfaat untuk membina fungsi jiwa, baik cipta, rasa dan karsa.

Pada  salah satu bab buku ini, Wadit menugasi kita bagaimana merangkul keterbatasan. Ia mengemukakan bahwa keterbatasan merupakan peluang untuk kita bisa tumbuh, menggiring menuju kemajuan, dan menciptakan sebuah karya baru. Melalui keterbatasan pula, seniman dunia seperti Phil Hansen yang sebelumnya divonis menderita kerusakan syaraf pada tangannya akhirnya mampu merangkul keterbatasannya dan melahirkan karya seni indah, bahkan sempat mendapatkan penghormatan membuat official artwork untuk GRAMMY Awards.

Wadit juga menitahkan kepada kita untuk berpikir pada berbagai arah pola pikir kreatif. Setiap pemikiran akan melahirkan gagasan yang berbeda ketika kita membalikkannya. Anies Baswedan adalah salah satu sosok yang membuktikan bahwa dibalik keterbatasan tenaga pendidik di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa, akhirnya ia bisa melahirkan gerakan kreatif Indonesia Mengajar yang pada angkatan ke-VI mampu menarik 8501 pendaftar. Pun Stephenie Meyer yang bisa mengubah sosok vampir penghisap darah yang seram dan ditakuti menjadi sosok vampir vegetarian yang tampan dan baik hati bernama Edward Cullen dalam novel fenomenalnya, yaitu Twillight. Ada juga seorang developer, Elang Gumilang yang membalikkan pola bisnis perumahan untuk orang kaya menjadi pebisnis rumah murah bagi rakyat miskin. Elang beranggapan bahwa bisnis bukan hanya untuk keuntungan pribadi, tetapi juga masyarakat. Tidak hanya untuk duniawi, tetapi juga bekal akhirat. Hasilnya, pada umur yang masih muda Elang telah memiliki omset hingga puluhan miliar rupiah.

Tidak jarang ketika menemukan ide yang kreatif, seseorang merasa takut mengungkapkan ataupun mencoba mewujudkannya. Hal tersebut dikarenakan adanya  amygdala alias otak kadal pada manusia. Otak inilah yang merespon rasa takut dan hal-hal negatif. Otak kadal akan berupaya mempertahankan status quo dimana seseorang akan bertahan dalam kondisi nyaman, menghindari keadaan yang beresiko, serta enggan melakukan perubahan untuk sesuatu yang baru. Oleh karena itu, tidak ada cara lain selain melawan otak kadal itu sendiri. Otak kadal tidak akan pernah mati, tetapi otak kadal akan dapat dikalahkan sementara, tergantung bagaimana kita berusaha untuk mengalahkan otak kadal itu sendiri.

Tulisan ini dilengkapi dengan desain grafis yang menarik dan kreatif dengan bahasa yang ringan serta jenaka sehingga tidak membuat pembaca bosan. Namun sayangnya, beberapa kali Wadit mencoba memberikan doktrin secara halus untuk menentang norma yang telah berlaku.

Di luar kelebihan dan kelemahan tersebut, kita akan menemukan pelajaran dari buku ini bahwa kegagalan hanya terjadi saat kita menyerah. Seperti halnya kreativitas. Ketika kamu menunda untuk berbuat kreatif, perlahan ia akan tertahan dan menghilang. Jadi, sanggupkah kita keluar dari dunia kemonotonan dan beralih ke dunia kekreativitasan, dari mulai merangkul keterbatasan, berpikir berbagai arah, sampai menghadapi si otak kadal? (Norma Indah P.)

Nandang Sutrisno: Implementasi Nilai Keislamaman Di UII

Oleh: Danca Prima R.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Lima calon rektor UII telah terpilih. Kelima calon rektor tersebut nantinya akan dipilih oleh pihak Badan Wakaf untuk menjadi Rektor. Salah satu calon rektor yang terpilih adalah Nandang Sutrisno. Ia menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia pada periode kepemimpinan Edy Suandy Hamid. Saat ditanyakan terkait motivasi pencalonannya menjadi kandidat bakal calon rektor, Nandang mengatakan bahwa ada dorongan dari pihak lain yang tidak bisa disebutkan, sehingga memunculkan rasa tanggung jawab. “Sebenarnya bukan dari keinginan saya sendiri, tapi berdasarkan dorongan dari berbagai pihak. Karena yang namanya kepimimpinan itu tidak boleh diminta, kita tidak boleh meminta jabatan. Tapi apabila kita diberikan amanah maka harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Atas dasar itu saya terpanggil untuk ikut serta dalam pilrek ini,” ujar Nandang.

Terkait visi dan misi, Nandang menyatakan ingin membangun UII dengan mengedepankan unsur Islamnya, yaitu dalam bentuk simbol, substansi, dan implementasi. Menurutnya banyak visi dan misi yang hanya berakhir di kertas saja, belum berupa implementasi. Nandang juga mengatakan bahwa UII yang sekarang belum bisa sepenuhnya direpresentasikan sebagai Universitas Islam Indonesia, “Indonesianya sudah bagus, tapi Implementasi islamnya belum” tambahnya.

Mengenai mekanisme pemilihan rektor di tahun 2014 ini Nandang mengaku belum puas. “Jujur secara batin saya tersiksa dengan mekanisme seperti ini. Saya maju itu belum didasarkan basis dukungan yang nyata, kita harus menyatakan kesediaan. Di satu sisi sangat tidak sesuai dengan hati nurani saya, tapi disisi lain adanya dorongan kepada saya memunculkan rasa tanggungjawab” tuturnya.