Massa Jogja Memanggil Bersatu, Aksi Berlangsung Damai

Himmah Online – Di bawah terik matahari, pada Senin, 1 September 2025, massa aksi berkumpul di Bundaran UGM, Yogyakarta. Aksi ini diselenggarakan oleh aliansi Jogja Memanggil. Tema yang diusung pada aksi kali ini adalah Jogja Memanggil: Maklumat Rakyat.

Aksi damai ini dilangsungkan untuk melawan narasi bahwa aksi selalu dilakukan secara anarkis. Aliansi Jogja Memanggil menilai bahwa selama ini pemerintah belum mendengarkan tuntutan dan hanya berfokus pada tindakan anarkis yang timbul. Untuk itu, aksi damai ini perlu dilakukan.

Mulai pukul 10.40 pagi, massa aksi mulai berdatangan dari arah selatan dan timur menuju pusat Bundaran UGM. Massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan berbagai koalisi masyarakat berangkat bersama-sama membentuk satu barisan. Mereka juga mengenakan berbagai macam simbol seperti pita berwarna sebagai penanda masing-masing organisasi.

Masing-masing koordinator lapangan tampak melakukan penjagaan ketat terhadap barisan massa aksinya. Mereka menghimbau agar massa aksi tetap waspada terhadap segala bentuk provokasi. Massa aksi juga saling mengawasi, agar tak ada pihak tak dikenal yang menyusupi barisan mereka. Provokasi dari pihak tak dikenal dapat terjadi ketika aksi berlangsung.

Berbagai bantuan juga berdatangan dari masyarakat yang antusias terhadap aksi damai ini. Mereka menyumbangkan beberapa kardus berisi air mineral untuk massa aksi. Juga terdapat panitia yang menyediakan layanan aduan tindak pidana kekerasan seksual, membawa tongkat yang dihiasi dengan bunga.

Di sekitar lokasi aksi, turut disediakan posko kesehatan, posko Pengaduan Tindakan Kekerasan Seksual (PPKS), dan beberapa relawan yang terus berkeliling untuk menjaga kebersihan lokasi aksi.

Aksi dimulai pukul 11.48 siang dengan orasi dari berbagai elemen masyarakat. Selain orasi, dilakukan penampilan seni dari mahasiswa ISI Yogyakarta. Ada pula pembacaan puisi dari relawan massa aksi.

Hingga hari ini, aksi terus digaungkan untuk menyampaikan 18 tuntutan, diantaranya menuntut untuk gagalkan pemangkasan anggaran pendidikan dan wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, serta bervisi kerakyatan; usut tuntas segala brutalitas aparat yang merenggut nyawa rakyat, terutama dalam demonstrasi belakangan ini; dan bebaskan semua demonstran, pejuang lingkungan, pejuang HAM, serta pejuang demokrasi.

Reporter: Himmah/Hana Mufidah

Editor: Marsyalina Dwi Putri Aminarti

Baca juga

Terbaru