Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia (Mapala Unisi) menggelar penanaman bibit pohon dalam rangka Dies Natalis ke-52 yang dilaksanakan di Campground Kleresede, Cangkringan dan diikuti oleh 46 mahasiswa UII pada Sabtu (4/7).
Naufal Putra Wicaksana selaku salah satu panitia penyelenggara menjelaskan bahwa penanaman pohon yang diadakan oleh Mapala Unisi bertujuan untuk upaya penghijauan lahan.
“Kita sebagai mahasiswa pecinta alam kan tujuan utamanya melestarikan lingkungan ya. Yang dimana melestarikan lingkungan itu bagian dari salah satu pengabdian masyarakat. Dan kita harus menghidupkan lingkungan hidup sebagaimana mungkin untuk mengurangi isu yang namanya deforestasi,” terang Naufal.
Naufal mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi dan bibit tidak sembarangan. Lokasi penanaman difokuskan pada area yang dinilai membutuhkan penghijauan. Sementara bibit, disesuaikan dengan karakteristik lahan dan rekomendasi warga sekitar.
“Terkait pemilihan lokasi harus melalui pertimbangan entah itu cocok buat penanaman dan pemilihan bibitnya seperti apa karena pemilihan bibit yang sembarangan itu akan bisa merusak Sumber Daya Alam (SDA) nya sendiri. Nah, ya itu udah ditanyakan sama orang-orang sini (jenis bibitnya) juga maupun pengelolaannya untuk di lahan ini cocoknya bibit apa,” jelasnya.
Naufal juga menambahkan mengenai urgensi dari kegiatan penanaman bibit pohon yang merupakan langkah antisipatif menghadapi ancaman bencana sejak dini agar alam tetap terjaga dan lestari.
“Seperti case-case yang terjadi di luar Jawa Tengah seperti case-nya Sumatera kemarin. Itu kan karena penggundulan hutan juga. (Harapannya) agar alam ini selalu terjaga dan lestari. Walaupun langkah yang kita ambil ini nggak sebesar itu ya. Tapi, seenggaknya ada penanggulangan mulai sejak dini,” ucapnya.
Disisi lain, Nadilla Putri sebagai salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk terus diadakan bagi mahasiswa, bukan hanya sekedar mendapatkan Satuan Kredit Prestasi (SKP), melainkan juga sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi lingkungan.
“Mungkin mahasiswa ngincar SKP-nya, tapi selain dari itu dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini, kita itu berkaca untuk beberapa tahun ke depan. Yang kita tanam (petik) adalah hasil dari apa yang kita tanam sekarang. Jadi kalau misalnya dibilang penting, penting banget karena sekarang kita tahu sendiri semakin jarang kayanya hutan itu lestari”, ujar Nadilla.
Lebih lanjut, Nadilla berharap kegiatan pelestarian lingkungan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Harapannya untuk teman-teman Mapala mungkin ini gak terjadi sekali aja, akan diadakan terus entah nanti bakal rutinan. Jadi bukan secara dan sekedar menanam, tapi melihat apakah betul-betul hidup dan sebagainya,” pungkas Nadilla.
Reporter: Himmah/Zahra Kamila, Muhammad Beltsazar Rosaldi
Editor: Usrotun Nurmalita Jasmine