Stadium General Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) diadakan di dalam Gedung Auditorium Kahar Muzakir pada Sabtu (07/09). Seluruh mahasiswa baru yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dari pukul 09.00–11.30 WIB. Nizamuddin Sadiq dan Fajar Junaedi selaku Dosen Ilmu Komunikasi turut hadir sebagai pengisi acara.
Nizamuddin Sadiq menyampaikan kepada para mahasiswa baru untuk mengubah apatisme menjadi sense of belonging. Ia juga mengajak para mahasiswa baru untuk bisa membagi waktu dengan seimbang antara akademik dan organisasi. Mahasiswa harus bisa melibatkan diri dan berkontribusi baik dalam kegiatan organisasi, komunitas, dan keagamaan. Selain itu, mahasiswa baru juga dituntut untuk bisa membangun nilai-nilai positif di lingkungan kampus dan masyarakat.
Fajar Junaedi yang merupakan penulis buku Bonek (komunitas suporter pertama dan terbesar-red) juga tidak ketinggalan mengajak para mahasiswa baru agar bisa kreatif dan berani menciptakan inovasi-inovasi baru karena mahasiswa adalah pembawa perubahan.
Sus Budiharto selaku Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) membuka kegiatan serumpun 2013 pada Sabtu (07/09). Serumpun kali ini mengharuskan mahasiswa baru untuk menginap satu malam. (Foto oleh: Kholid Anwar)
Oleh : Kholid Anwar
Kampus Terpadu – Himmah Online
Semarak Ta’aruf Mahasiswa Penuh Makna (Serumpun) 2013 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) resmi dibuka pagi tadi (07/09). Tahun ini, Serumpun membawa tema “Sense Of Belonging sebagai upaya preventif terhadap fenomena apatisme mahasiswa guna mewujudkan rahmatan lil alamin”.
Bertempat di lapangan FPSB, acara pembukaan serumpun dibuka oleh Sus Budiharto selaku Dekan FPSB. Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat datang dan selamat berjuang kepada para mahasiswa baru FPSB.
Rangkaian kegiatan serumpun akan berlangsung selama 3 hari, yaitu mulai dari tanggal 7-9 September 2013. Muhammad Rifandi, salah satu panitia serumpun mengatakan bahwa rangkaian kegiatan ini mengharuskan maba-miba menginap selama satu malam. Pada rundown acara, hari pertama dimulai dari pukul 05.00 – 17.40 WIB, hari kedua pukul 15.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB pada keesokan harinya.
Indra Miftah F., Ketua LEM FTI periode 2012-2013 sedang mengisi materi kelembagaan kepada mahasiswa baru pada Sabtu (07/09). (Foto oleh: Ayoni Sulthon)
Oleh Riesky Diyanti P.
Kampus Terpadu – Himmah Online
Pekan ta’aruf (Pekta) Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) resmi dibuka pada (07/09) di pelataran depan FTI. Pembukaan pekta diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dan pengenalan fakultas oleh Gumbolo Hadi Susanto selaku dekan FTI.
Menginjak acara berikutnya, para mahasiswa baru pun diarahkan untuk memasuki ruangan yang dibagi dalam beberapa kelas guna mengikuti Stadium General (SG). Di salah satu kelas, Indra Miftah F. selaku Ketua LEM FTI periode 2012-2013 juga turut mengisi materi SG. Ia sempat menceritakan pengalamannya saat awal terjun masuk ke Himpunan Mahasiswa (HM). Saat mengisi materi, mahasiswa berkacamata ini berusaha menciptakan suasana yang santai dengan meminta maba-miba membentuk lingkaran agar tidak terkesan seperti sedang mengikuti kuliah. Harapan Indra atas materi yang telah disampaikannya adalah bisa menggugah mahasiswa untuk ikut kelembagaan dan turut berkontribusi bagi UII.
Widi adalah salah seorang miba jurusan Teknik Informatika yang turut merasakan dampak positif dari materi tersebut. Ia bisa lebih tahu tentang sejarah UII ataupun Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM).
Wakil Dekan FIAI, Nanang Nuryanta (kiri) memperkenalkan jajaran dekanat FIAI dalam pembukaan Fantastik pada Sabtu (07/09). (Foto oleh: Ayoni Sulthon)
Oleh: Alfa Nur Sabila
Kampus Terpadu – Himmah Online
Pekan ta’aruf (Pekta) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) atau yang dikenal dengan nama Festival dan Ta’aruf Studi Kampus (Fantastik) resmi dibuka oleh Wakil Dekan FIAI, Nanang Nuryanta. Dengan mengambil tema “Reorientasi Jiwa Insani Menuju Karakter Ulil Albab”, fantastik kali ini diikuti lebih banyak mahasiswa baru dibanding tahun lalu.
Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Ki Bagoes Hadikoesoemo Universitas Islam Indonesia, fantastik akan berlangsung selama dua hari. Meningkatnya jumlah mahasiswa membuat pihak panitia memilih GOR sebagai tempat berlangsungnya rangkaian acara fantastik. Hal ini dikarenakan Hall FIAI yang biasa digunakan sebagai tempat rangkaian acara, tidak lagi bisa menampung kapasitas mahasiswa baru saat ini yang mencapai 425 orang.
Menurut posting-an berita kami yang berjudul “Gaya Baru Mendisiplinkan Panitia Masta” (http://lpmhimmahuii.org/gaya-baru-mendisiplinkan-panitia-masta/), aturan mengenai pendisiplinan panitia baru diberlakukan pada tahun ini. Yang benar adalah aturan pendisiplinan panitia sudah berlaku sejak Masta FMIPA 2012, seperti yang pernah kami beritakan pada Buletin KobarKobari edisi Pekta September 2012 dengan judul “Masta FMIPA yang Berbeda”.
Tampak salah satu barang Bakti sosial (Baksos) dari mahasiswa baru yang dikumpulkan saat hari pertama Pesona ta’aruf (Pesta), Selasa (03/09). Rencananya, hasil baksos akan didistribusikan pada H+1 Pesta 2013. (Foto Oleh: Muh. Rahmat Akbar)
Oleh :Laras Haqkohati
Seputar Kampus- Himmah Online
Bakti sosial (Baksos) Pesona ta’aruf (Pesta) 2013 kembali digelar pada tanggal 3-4 September 2013. Konsep acara baksos kali ini berbeda dengan tahun lalu. Jika sebelumnya baksos dilaksanakan saat Pesta berlangsung, maka tahun ini diadakan saat Pesta usai. Alasan Novia Yanur Setiawan selaku Koordinator Komisi A memberlakukan hal tersebut ialah butuhnya tenaga panitia yang lebih banyak untuk mengurus baksos.
Mekanisme distribusi baksos sendiri sudah di-plotkan. “Baksos bukan hanya untuk Pesta sendiri, tetapi sesuai kesepakatan, panitia Pesta dan LEM (Lembaga Eksekutif Mahasiswa-red) akan mendapatkan jatah baksos masing-masing. Begitu juga dengan Lembaga Khusus,” ungkap Wawan.
Terkait pembagian baksos ke Lembaga Khusus (LK), dari pihak panitia Pesta maupun LEM belum mendapatkan kepastian jawaban. “Dari teman-teman LK yang dihubungi oleh ketua LEM belum memberikan balasan. Itu kanperlu disetujui juga, tidak semata-mata kita berhak menentukan. Ada persetujuan dari pimpinan-pimpinan Lembaga Khusus sendiri yang nantinya akan menentukan berapa persennya”, sambung Wawan saat ditemui dalam konferensi pers Selasa malam (03/09) lalu di depan Kahar Muzakkir.
Emil Anshori selaku ketua LEM menjelaskan bahwa pihak LEM sudah menghubungi pihak Lembaga Khusus terkait baksos, namun yang bersedia hanya Mapala karena kebetulan mereka juga memiliki desa binaan. Untuk menghindari macetnya distribusi baksos seperti tahun kemarin, Emil mengantisipasinya dengan jalan memperlancar komunikasi antara pihak LEM dengan LK.
Menurut keterangan Novia Yanur Setiawan, jatah baksos akan dibagikan ke masyarakat Dusun Bandulan dan Kandangan, Sukoharjo, Sleman. Pihak panitia Pesta mengirimkan undangan kepada petinggi daerah dusun tersebut supaya bisa menghadiri acara penyerahan baksos secara simbolis saat penutupan Pesta. Sedangkan panitia-panitia, khususnya Organizing Committee (OC) akan membawa baksos tersebut ke dusun yang telah ditentukan. Tetapi, saat itu yang hadir bukanlah dusun seperti yang diungkapkan Wawan, melainkan dari Desa Umbulmartani.
Di hari pertama Masa ta’aruf (Masta) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), banyak peserta jatuh sakit. Hal ini membuat Staf Departemen Kesehatan kewalahan. (Foto oleh : Muh. Rahmat Akbar)
Oleh : Yuyun Novia S.
Seputar Kampus – Himmah Online
Hari pertama Masta diwarnai dengan banyaknya mahasiswa baru yang jatuh sakit saat penertiban dari boulevard UII menuju lokasi panggung Masa ta’aruf (Masta) yang terletak di parkiran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Penyakit asma dan maag yang mendominasi sakit mereka ini cukup membuat para Staf Departemen Kesehatan kewalahan.
“Ada satu mahasiswa baru yang harus dilarikan ke Rumah Sakit karena panitia tidak mampu mengatasi penyakit asma yang diderita maba tersebut,” ujar Rino Galang Prabowo, salah satu staf Departemen Kesehatan.
Lanjut Rino, sebelum Masta dimulai sebenarnya sudah ada himbauan untuk mahasiswa baru agar segera melapor ke panitia mengenai penyakit yang dideritanya. Sayangnya, masih ada saja mahasiswa baru yang enggan melapor ke panitia. Hal inilah yang membuat banyaknya peserta Masta tumbang terlebih dulu di awal kegiatan.
Hukuman bagi panitia yang terlambat saat acara Masa ta’aruf (Masta) pada Jum’at (06/09). Tindakan ini dilakukan untuk mendisiplinkan panitia.(Foto Oleh : Muh. Rahmat Akbar)
Oleh: Yuyun Novia S.
Seputar Kampus – Himmah Online
Tahun ini, aturan baru diberlakukan bagi panitia Masa ta’aruf (Masta) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang datang terlambat. Mereka yang datang terlambat harus memakai selebaran bertuliskan “Contoh panitia yang tidak disiplin” dan ditempelkan di punggung.
Ratih Dyah Listyaningrum, salah satu Staf Departemen Publikasi dekorasi dan dokumentasi (Pubdekdok) mempunyai alasan tersendiri mengapa ia terlambat. Ia mengaku harus mendekorasi panggung yang nantinya akan digunakan pada saat acara Masta di pagi hingga sore hari. Sedangkan ia harus pulang terlebih dahulu ke kosnya yang berada di kilometer sepuluh untuk mengganti baju. Di lain sisi, panitia telah menyepakati waktu berkumpulnya adalah pukul empat dini hari. Jika melebihi waktu tersebut, maka sudah dihitung terlambat, meskipun hanya lebih satu menit.
Ditemui di tempat yang sama, Nacha, salah satu panitia yang juga terlambat mengaku tidak ada yang mengantarkannya menuju lokasi Masta yang berlokasi di parkiran FMIPA.
Meskipun masing-masing panitia mengantongi alasan atas keterlambatannya, pihak komisi B tetap tidak bisa membenarkan. Mereka tidak menerima alasan apapun dari panitia tersebut. Menurut Ratih, peraturan ini memang sengaja diberlakukan komisi B guna memberikan efek jera kepada panitia dan juga untuk mendisiplinkan mereka agar tidak mengulanginya lagi di Masta hari kedua.
Senin (02/09) kuliah perdana mahasiswa baru (MABA-MIBA) Universitas Islam Indonesia di auditorium Kahar Muzakkir. Dalam kuliah ini Fitra Roman Cahaya, sebagai pemateri menyampaikan materi tentang Build Dreams Come True, Learning from the Past. (Foto : Muh Rahmat Akbar)
Oleh: Galuh Ayu P.
Kampus Terpadu-Himmah Online
Tahun ajaran baru 2013/2014 mahasiswa/i baru Universitas Islam Indonesia diawali dengan kuliah perdana bertemakan Build Dreams Come True, Learning from the Past (membangun mimpi dengan belajar dari masa lalu). Kuliah perdana yang diselenggarakan pada Senin, 2 September 2013 bertempat di auditorium Kahar Muzakkir. Para mahasiswa/i baru terlihat antusias mengikuti kuliah perdana meskipun kapasitas auditorium tidak mencukupi.
Fitra Roman Cahaya, sebagai pemateri, mengawali kuliah perdana dengan menyampaikan bagaimana kehidupan seorang mahasiswa dengan tugasnya yakni belajar.“Usahakan segala aktivitas yang anda lakukan dapat menghasilkan sesuatu, yang biasa disebut achievement,” tambah Fitra, yang juga dosen akuntasi UII.
Seorang mahasiswa yang ingin membangun mimpi bisa saja menemui kegagalan. Dari kegagalan tersebut dapat dipelajari penyebabnya karena masing-masing orang mempunyai kelebihan dan kelemahan. “Lihat kelemahan Anda, ada tidak yang bisa anda improve,” tuturnya. Semakin pandai seorang mahasiswa mengembangkankelemahannya, semakin terlihat sebesar apakah mereka berani memperjuangkan mimpi mereka.
Mimpi Fitra sendiri ketika menjadi mahasiswa adalah ingin berkeliling ke luar negeri. Berbagai macam strategi ia lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Kegagalan Fitra gunakan sebagai evaluasi dan pelajaran. “Learning from the past, learning from the failure, and keep praying (belajar dari masa lalu, belajar dari kegagalan dan senantiasa berdoa)”, begitu pesan Fitra mengakhir kuliah perdana tersebut.
Mahasisawa baru (MABA-MIBA) Universitas Islam indonesia melakukan simulasi aksi rabu (04/09). Para peserta aksi mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan, dan menuntut untuk menurunkan biaya pendidikan. (Foto: Nafiul Mualimin)
Oleh Alvina Anggarkasih
Seputar Kampus Terpadu-Himmah Online.
Aksi unjuk rasa Mahasiswa Baru (MABA) dan Mahasiswi Baru (MIBA) kembali digelar pada PESTA 2013. Pada (04/09) siang, mereka mulai bergerak dari Gedung Kahar Mudzakkir dan berhenti di depan Gedung Rektorat.
Di sana mereka pun mulai menunjukkan aspirasi. “Biaya kuliah terlalu mahal,” teriak salah satu mahasiswa baru peserta aksi. Tuntutan yang di sampaikan kebanyakan mahasiswa baru ini terkait mahalnya SPP dan biaya Catur Dharma.
Pihak panitia pun meminta salah satu perwakilan dari rektorat untuk bertatap muka dengan para mahasiswa baru yang melakukan aksi unjuk rasa. Ditemui usai acara, AF Djunaidi selaku Direktur Kemahasiswaan pun berhasil ditemui. Ia menerangkan bahwa sudah ada transparansi biaya kuliah, seperti yang tercantum di dalam buku panduan. Fasilitas yang ada dikampus juga sudah sepadan dengan apa yang dibayarkan oleh mahasiswa. Secara umum, aksi yang berlangsung sekitar dua jam ini berjalan cukup lancar.