Beranda blog Halaman 127

Kunjungan Stand Perdana di Acara Fantastik

0

Oleh: Khoirul Anam

Kampus Terpadu- Himmah Online

Bila pada pelaksanaan festival ta’aruf dan studi kampus (Fantastik) sebelumnya tidak diadakan agenda kunjungan stand, lain halnya dengan tahun ini. Bertempat di sebelah utara GOR UII, nampak berdiri tenda dan beberapa meja ataupun barang-barang untuk keperluan promosi.

Terdapat 6 kavling, yakni Himpunan Mahasiswa Hukum Islam (HMHI), Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI), Forum Komunikasi Ekonomi Islam (FKEI), LPM Pilar Demokrasi, Lembaga Dakwah Fakultas Jama’ah Al-Farabi (LDF JAF), serta UKM Arabic and English Community (AFC). Para peserta ospek, yang pada hari kedua diwajibkan mengenakan pakaian batik, diperkenankan untuk mengunjungi stand-stand tersebut sebelum salat Dhuhur.

Adapun tujuan diadakannya stand sendiri adalah agar mahasiswa baru mengenal apa saja lembaga dan UKM yang ada di Fakultas Ilmu Agama Islam

Makrab di Serumpun

0

Oleh : Kholid Anwar

Kampus Terpadu – Himmah Online

09 September 2013 – Serumpun FPSB 2013 yang mulai dari tanggal 07 September baru saja selesai pagi ini. Menurut ketua steering comitte (SC) Reni Apriliawati karena tema tahun ini adalah Sense of belonging, sebagai upaya preventif terhadap fenomena apatisme mahasiswa guna mewujudkan rahmatan lil alamin. Menurutnya dengan menginap dikampus, mahasiswa baru bisa menumbuhkan sense of belonging itu sendiri. Selain itu, kegiatan ini juga bisa sekaligus sebagai malam keakraban (Makrab) fakultas.

Saat malam hari para mahasiswa baru dihibur dengan berbagai pentas seni seperti tari, stand up comedy, dan pentas dari masing – masing jamaah, acara semakin meriah saat api unggun dinyalakan. Menurut Bowo salah satu mahasiswa baru jurusan psikologi keseluruhan acara yang ada diserumpun sangat berkesan dan menyenangkan. Acara serumpun ditutup dengan silahturahmi anatara mahasiswa baru dan panitia.

 

Kenapa Tidak Ada SPL di Kampus FE?

0

Oleh: Fikrinisa’a Fakhrun Hakim

Seputar Kampus Fakultas Ekonomi – Himmah Online

Ospek fakultas yang biasanya diselingi dengan adanya Satuan Penertib Lapangan (SPL) tidak terjadi di Fakultas Ekonomi. Mengapa demikian? Diyana Wijayati selaku Wakil Dekan menjelaskan bahwa memang pihak rektorat telah memberi warning kepada panitia ospek, bahwa sebaiknya menghindari yang namanya kekerasan fisik ketika ospek. Bahkan pihak fakultas pun membentuk tim pengawas dalam setiap ospek.

“Melatih mental tidak harus dengan membentak maupun dengan kekerasan, bisa juga dengan cara yang lebih bermanfaat. Misalnya memberi tugas kepada mahasiswa untuk mewawancarai pengemis atau tukang becak. Tidak semua orang berani melakukan hal seperti itu, dan dengan cara itu bisa melatih keberanian dan mental mahasiswa,” tutur Diyana Wijayanti.

Achmad Husnan selaku ketua Steering Committee (SC) juga menambahkan bahwa dari pihak panitia sendiri memang ada  peraturan yang melarang adanya SPL.

Peradilan Kembali Undang Busyro.

0
Wakill ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busryo Mukodas mengisi kuliah umum didepan mahasiswa baru Faklutas Hukum dalam acara Pekan Raya dan Silaturahmi Perkenalan  (Perdilan) , Sabtu (07/09). (Foto oleh : Siti Mahdaria)

Wakill ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busryo Mukodas mengisi kuliah umum didepan mahasiswa baru Faklutas Hukum dalam acara Pekan Raya dan Silaturahmi Perkenalan (Perdilan) , Sabtu (07/09).
(Foto oleh : Siti Mahdaria)

 

Oleh: Laras Haqkohati

Seputar Kampus Fakultas Hukum – Himmah Online

Pekan Raya dan Silaturahmi Perkenalan  (Peradilan) Fakultas Hukum kembali digelar. Mengusung tema “Optimalisasi Peran Mahasiswa yang Merefleksikn Nilai-nilai Keislaman guna Membentuk Karakter Mujahid guna Mewujudkan Mahasiswa yang Berkeadilan”. Pembicara yang diundang tidak jauh berbeda dengan pembicara pada Peradilan tahun lalu, yakni Busyro Muqoddas yang merupakan wakil ketuai Komisi Pemberantasan Korupsi KPK. Tak hanya Busyro,  Erwin Muslimin Singajuru, anggota DPR komisi delapan dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia juga menjadi pembicara pada stadium general tersebut.

Busyro Muqoddas mengawali stadium general dengan berbicara tentang  nilai-nilai keislaman dalam aktualisasi. Menurut beliau ilmu hukum akan lebih sempurna jika dijiwai, didorong, didasarkan, dianalisis, disempurnakan dan dikonstruksi melalui nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah nabi.  “Seorang ilmuwan, doctor bahkan professor jika ilmunya digunakan tidak berdasarkan moral dan etika islam, maka akan menghasilkan bencana bagi dirinya sendiri dan masyarakat luas,” ujar Busyro.

Pemateri pada berikutnya adalah Erwin Muslimin Singajuru. Menurutnya kebenaran yang ada di dunia ini hanya kebenaran hokum yang masih abu-abu  dan yang paling benar  adalah keadilan. Erwin juga menyampaikan bahwa kita tidak boleh takut menegakkan keadilan. “ Tegakkan keadilan walau langit akan runtuh, jangan pernah takut apapun kecuali Allah, itulah jalan Ulil Albab,” seru Erwin.

Dihubungi melalui via SMS,  Harry Setya Nugraha selaku ketua Steering Committee (SC) Peradilan menjelaskan bahwa tahun lalu, pembicara yang diundang sama, yakni Busyro Muqodas tetapi tema dan komposisi pembicaraannya berbeda. “Lagipula kita juga tujuannya ingin memaksimalkan alumni yang ada, kebetulan beliau dihubungi bersedia,” ungkap Harry.

Ayundang Raini Kusumanegara, salah satu mahasiswi baru mengatakan bahwa sosok  Erwin Muslimin Singajuru merupakan seseorang yang inspiratif. “Beliau membuat kami sangat termotivasi, apabila senior dari lembaga-lembaga yang tampil, bisa dibilang belum menggugah semanagat kami, tapi begitu beliau yang tampil membuat momen-momen yang dilewati menjadi penting.” sambung Ayundang.

SERTIFIKAT SEMATA BELUM MENJADI SYARAT KKN

0
Diana Wijayanti selaku Wakil Dekan Fakultas Ekonomi (FE), menunjukkan dalam buku pedoman akademik bahwa belum ada yang menyatakan syarat KKN harus mempunyai sertifikat semata.  (Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

Diana Wijayanti selaku Wakil Dekan Fakultas Ekonomi (FE) pada Sabtu (07/09), menunjukkan dalam buku pedoman akademik bahwa belum ada keterangan yang menyatakan sertifikat semata menjadi salah satu syarat mengikuti KKN. (Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

Oleh Fikrinisa’a Fakhrun H.

Fakultas Ekonomi Himmah Online

Tim Himmah Online menelusuri isu terkait sertifikat Semangat Ta’aruf (Semata) yang harus dimiliki mahasiswa baru Fakultas Ekonomi (FE) sebagai syarat mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan sertifikat yang dimaksud diperoleh hanya jika mahasiswa tersebut mengikuti semata. Yogie Yuwono selaku komisi B meluruskan hal tersebut. “Rencananya kita mau mengajukan agar ospek itu sertifikatnya benar-benar terpakai,” ungkapnya.

Diana Wijayanti selaku Wakil Dekan Fakultas Ekonomi (FE) pun angkat bicara. Menurutnya, selama ini belum ada pembicaraan antara pihak dekanat dengan mahasiswa terkait sertifikat sebagai syarat mengikuti KKN. “Setahu saya tidak pernah ada ketentuan seperti itu karena kalau ada, pasti hal tersebut masuk dalam kurikulum dan buku pedoman akademik,” tuturnya sambil menunjukkan kolom prasyarat mata kuliah dalam buku pedoman akademik. Ia menambahkan bahwa jika panitia semata ingin merealisasikan hal tersebut, mereka harus mengadakan rapat formal dengan senat fakultas.

Fantastik Dihiasi Dengan Baksos Dan Games

Tarik tambang yang diselenggarakan pada Sabtu (07/09) adalah salah satu game fantastik yang bertujuan menghilangkan stigma negatif mahasiswa baru akan adanya ospek.
(Foto oleh: Ahmad Hanafi)

Oleh: Alfa Nur F.

Kampus Terpadu – Himmah Online

Hari pertama Fantastik Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) diakhiri dengan acara bakti sosial dan games. Bakti sosial yang diadakan di Panti Asuhan Sinar Melati, Pakem ini dihadiri oleh perwakilan masing-masing peserta fantastik. Sumbangan barang baksos tersebut diantaranya beras, gula, dan mie instan.

Games yang berlangsung di halaman Gedung Olahraga (GOR) Ki Bagoes Hadikoesoemo Universitas Islam Indonesia pun berlangsung meriah. Games yang ditawarkan oleh panitia antara lain perang fantastik, finding coin, perang balon, dan tarik tambang. Nugraha Perdana selaku Ketua Steering Commitee (SC) mengadakan games ini bukan tanpa tujuan. Melalui games ini, mahasiswa baru tidak akan berpikiran negatif tentang ospek. Mahasiswa baru pun bisa lebih menikmati rangkaian acara fantastik. “Kita selingi dengan kegiatan yang membuat mereka senang,” ungkapnya saat ditemui usai evaluasi panitia.

Pekta FTSP: Pamer Karya pada Mahasiswa Baru

 

Antrian panjang saat pameran hasil karya jurusan di FTSP, Sabtu (07/09).  (Foto oleh: Ahmad Hanafi)

Antrian panjang saat pameran hasil karya jurusan di FTSP, Sabtu (07/09).
(Foto oleh: Ahmad Hanafi)

Oleh: Galuh Ayu P.

Kampus Terpadu – Himmah Online

Sabtu, 7 September 2013 Pekan Ta’aruf (Pekta) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) UII dimulai. Salah satu rangkaian acara Pekta FTSP yang berbeda dengan tahun lalu adalah adanya pameran yang diadakan di hall FTSP. Pameran ini menampilkan hasil karya dari ketiga jurusan di FTSP yaitu teknik sipil, arsitektur, dan teknik lingkungan. “Pameran ini diadakan untuk memperkenalkan hasil dari perkuliahan masing-masing jurusan,” jelas Digas yang bertindak sebagai salah satu staf divisi acara.

Fatma mahasiswi baru (miba) jurusan teknik lingkungan mengaku tertarik dengan hasil karya dari masing-masing jurusan karena dapat menambah pengetahuannya. Sedangkan menurut Astrid miba  dari jurusan teknik sipil, waktu kunjungan stand pameran dirasa terlalu singkat. “Banyak yang mengantre dan hasil karya disajikan dalam bahasa Inggris, sehingga perlu waktu untuk memahaminya, ” tutur Astrid.

Aksi Damai HTI Tolak Miss World 2013

0
Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi di nol kilometer (07/09). HTI menolak penyelenggaraan kontes Miss World 2013 di Indonesia.  (Foto oleh: Nafiul Mualimin)

Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi di nol kilometer (07/09). HTI menolak penyelenggaraan kontes Miss World 2013 di Indonesia. (Foto oleh: Nafiul Mualimin)

Oleh: Nafiul Mualimin

Yogyakarta – Himmah Online

Penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia terus menuai penolakan di berbagai daerah oleh organisasi masyarakat. Sabtu (7/9/2013) giliran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi damai untuk menolak penyelenggaraan Miss World 2013. Aksi tersebut dipusatkan di titik kilometer nol Yogyakarta.

Ratusan orang yang terdiri dari mahasiswa, ibu rumah tangga, serta tokoh agama ikut serta dalam aksi damai ini. Mereka melakukan orasi tanpa mengganggu lalu lintas. Masa perempuan dan laki-laki berada disisi jalan yang berbeda. Dalam aksi tersebut, masa membawa berbagai spanduk, bendera, dan tulisan-tulisan perwujudan penolakan Miss World. Selain itu mereka juga membawa dua ekor kambing yang melambangkan para peserta Miss World 2013.

Kriteria penilaian pemenang Miss World 2013 berupa konsep Beauty with Purpose, juga 3B (Beauty, Brain and Behaviour) dinilai hanyalah kedok bagi legalisasi eksploitasi tubuh perempuan. Terlebih lagi Miss World adalah kontes tertua yang telah mengilhami lahirnya kontes-kontes kecantikan serupa lainnya diseluruh dunia. “Membiarkan penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia sama saja dengan menegaskan bahwa negeri muslim terbesar ini juga turut melanggengkan tindak eksploitasi dan komersialisasi,” seru juru bicara HTI Yogyakarta, Muhammad Ismail Yusanto.

Ospek Santai “Semata” FE

Mahasiswa baru Fakultas Ekonomi menikmati rangkaian acara Semata, Sabtu (07/09).  Panitia mendatangkan grub band Chicken Little dan Groovin Street dalam acara tersebut . (Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

Mahasiswa baru Fakultas Ekonomi menikmati rangkaian acara Semata, Sabtu (07/09). Panitia mendatangkan grub band Chicken Little dan Groovin Street dalam acara tersebut .
(Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

Oleh: Fikrinisa’a Fakhrun Hakim

Fakultas Ekonomi – Himmah Online

Ospek yang sering dikaitkan dengan hal-hal berbau “perpeloncoan” ternyata tidak terjadi di Fakultas Ekonomi. Justru sebaliknya, maba-miba diajak untuk menikmati ospek.  Adanya rangkaian  hiburan dengan mendatangkan band lokal ini menjadikan ospek (Semata)  di FE berbeda dengan di Fakultas lain. Tahun ini pihak panitia mendatangkan grub band Chicken Little dan Groovin Street.

Jihan Alwiyah Tufani selaku divisi acara mengatakan bahwa, tujuan mendatangkan grub band lokal ini adalah untuk menghibur maba-miba agar tidak bosan. Di sisi lain, ini juga untuk melepas masa-masa siswa mereka  menjadi mahasiswa baru.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu miba bernama Putri Inayah dari jurusan Ilmu Ekonomi. Ia mengaku menikmati ospek dan senang dengan adanya band yang tampil, karena sangat menghibur.

Berbeda dengan temannya yang juga dari jurusan yang sama, Dian Windu Utami  mengatakan bahwa acaranya sebenarnya asik, namun karena penyampaian materi dilakukan ditempat outdoor sehingga kurang kondusif.

Reportase bersama Asyharuddin Wahyu Y.

Ada Banyak Balon di Semata

Pembukaan Semata Fakultas Ekonomi ditandai dengan pelepasan balon oleh Diana Wijayanti selaku Wakil Dekan FE (kanan), Sabtu (07/09). Semata akan diselenggarakan selama dua hari ke depan. (Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

Pembukaan Semata Fakultas Ekonomi ditandai dengan pelepasan balon oleh Diana Wijayanti selaku Wakil Dekan FE (kanan), Sabtu (07/09). Semata akan diselenggarakan selama dua hari ke depan.
(Foto oleh: Asyharuddin Wahyu Y.)

 

Oleh: Fikrinisa’a Fakhrun Hakim

Fakultas Ekonomi – Himmah Online

Kamis  pagi, ospek Fakultas Ekonomi (FE) UII resmi dibuka. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, pada ospek kali ini diresmikan dengan adanya pelepasan balon oleh Diana Wijayanti selaku Wakil Dekan FE.

Selain simbolisasi dari wakil dekan, maba-miba juga membawa balon yang dikumpulkan menjadi beberapa ikat, kemudian dilepas bersamaan ketika pembukaan.

Memang pada ospek kali ini panitia memberikan konsep yang berbeda dari tahun lalu,  seperti adanya dekorasi yang berbeda dan pelepasan balon sebagai simbolisasi pembukaan. “Pihak panitia sendiri menyediakan balon, dan begitu juga maba-miba yang diharuskan membawa masing-masing satu balon,” tutur Achmad Husnan selaku ketua Steering Committee (SC).

Reportase bersama Arga Ramadhana