Beranda blog Halaman 154

IDEALISME PERS MAHASISWA, INDEPENDEN atau NETRAL?

0

IDEALISME PERS MAHASISWA, INDEPENDEN atau NETRAL?[1]

Oleh A Pambudi W[2]

Tujuan jurnalisme ada adalah memenuhi kebutuhan informasi agar masyarakat dapat hidup bebas dan dapat mengatur dirinya sendiri. Jurnalisme menyampaikan kebenaran. Dalam menyampaikan kebenaran, jurnalisme harus memenuhi beberapa standar metode yang obyektif.

Obyektifitas dalam metode berguna demi terciptanya akurasi dan validasi data. Dengan cara Check and balance, cover both side bahkan cover all sides. Melakukan kroscek hingga tripel cek. Ini wujud tanggung jawab jurnalis pada warga sebagai tujuan utama adanya jurnalisme tadi. Loyalitas pertama jurnalis adalah pada warga.

Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, bersama Committee of Concerned Journalist melakukan wawancara dan diskusi terhadap 1200 wartawan Amerika dalam kurun waktu tiga tahun. Hasilnya tertuang dalam satu buku bertajuk Sembilan Elemen Jurnalisme. Kovach menekankan tentang indepedensi sebagai elemen ke empat di bukunya. Elemen ini menerangkan bagaimana pers senantiasa menjaga independensi.

Indepedensi diperlukan dalam setiap liputan yang dilakukan jurnalis. Karena pada prinsipnya, jurnalis harus independen terhadap sumber liputannya. Setiap jurnalis punya latar belakang yang berbeda. Ada yang Islam, Kristen, Katolik, Konghucu, Buddha, Hindu. Ada yang asal Sumatra, Jawa, Kalimantan, Amerika, Eropa, Afrika.

Namun berbagai latar belakang tersebut tidaklah membuat jurnalis terpengaruh dalam membuat laporan beritanya. Ia harus tetap independen sehingga jelas mana yang ia dahulukan, kepentingan warga atau kepertingan pribadinya.

Keberagaman bukan tujuan, melainkan metode. Begitu pula dengan obyektifitas. Sangat rumit bila keragaman dan obyektifitas menjadi tujuan. Ketika metode sudah obyektif, maka berita dapat dikata obyektif.

Lalu apakah independen? Independen ialah bebas dari pengaruh, sehingga ia bisa menentukan pilihan kesadarannya sendiri. Ia punya kebebasan. Ia independen dalam memilih. Jurnalis independen terhadap sumber liputannya, sehingga ia tidak terpengaruh. Ia menentukan sendiri. Ia harus menentukan sikapnya dengan jelas. Inilah yang harus dipegang erat oleh jurnalis.

Kalau begitu jurnalis boleh tak netral? [3]

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI DAN WAWANCARA

0

PENGUMUMAN
~HASIL SELEKSI ADMINISTRASI DAN WAWANCARA~
Penerimaan Anggota Baru
LEMBAGA PERS MAHASISWA HIMMAH UII
2010

SELAMAT buat kawan-kawan pendaftar anggota baru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Himmah UII. Bidang Pengelolaan Sumber Daya Manusia (PSDM) Himmah UII telah memutuskan beberapa kawan mahasiswa UII yang lolos tahap seleksi administrasi dan wawancara. Hasil ini kami dapat setelah kami mengadakan rapat dengar pendapat dengan Tim Pewawancara dan Rapat Bidang PSDM pada 5 Oktober 2010.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H

0

Keluarga besar LPM HIMMAH UII mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Taqobalallahu minna wa minkum. Shyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal’aidin wal faizin. Amin.

Semoga tahun ini kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari masa yang lalu, dan semoga LPM HIMMAH UII bisa menjadi organisasi yang berdaya guna bagi kampus dan masyarakat luas.

:thanks2

Festival Pers Mahasiswa

Salam Persma, kami dari LPM HIMMAH mengucapkan terima kasih kepada seluruh LPM yang telah berpartisipasi dalam acara Fesival Pers Mahasiswa yang berlangsung pada tanggal 17-18 Juli lalu. Semoga kedepannya lembaga pers mahasiswa tetap jaya dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Salam Persma

FPM

Salam Persma, berhubungan dengan milad himmah yang ke-43 kami lembaga pers mahasiswa HIMMAH ingin mengundang kawan-kawan persma yang ada diseluruh Indonesia untuk mengikuti acara yang bertajuk “Festival Pers Mahasiswa” dengan tema “Peran Pers di Mata Publik”.

Proses Reportase hingga Menulis

0

Tema-tema yang dihasilkan rapat redaksi tersebut dijadikan pedoman untuk peliputan.

Dalam proses ini, teknik reportase penting untuk dikuasai. Reportase merupakan bagian terpenting dari pemberitaan. Karena dari sinilah realitas dalam media tersebut diciptakan.

Kita jangan terpaku pada pernyataan institusi resmi tanpa melakukan verifikasi sebelumnya. Memang pernyataan sikap itu penting, tapi untuk menampilkan fakta kepada pembaca, menulis laporan secara akurat, reportase rasanya menjadi wajib. Ingat isitilah yang sangat terkenal dalam kerja wartawan: talking is cheap, reporting is expensive.

9 Elemen Jurnalisme

0

HATI nurani jurnalisme Amerika ada pada Bill Kovach. Ini ungkapan yang sering dipakai orang bila bicara soal Kovach. Thomas E. Patterson dari Universitas Harvard mengatakan, Kovach punya “karir panjang dan terhormat” sebagai wartawan. Goenawan Mohamad, redaktur pendiri majalah Tempo, merasa sulit “mencari kesalahan” Kovach.

Wartawan yang nyaris tanpa cacat itulah yang menulis buku The Elements of Journalism bersama rekannya Tom Rosenstiel. Kovach memulai karirnya sebagai wartawan pada 1959 di sebuah suratkabar kecil sebelum bergabung dengan The New York Times, salah satu suratkabar terbaik di Amerika Serikat, dan membangun karirnya selama 18 tahun di sana.

Kovach mundur ketika ditawari jadi pemimpin redaksi harian Atlanta Journal-Constitution. Di bawah kepemimpinannya, harian ini berubah jadi suratkabar yang bermutu. Hanya dalam dua tahun, Kovach membuat harian ini mendapatkan dua Pulitzer Prize, penghargaan bergengsi dalam jurnalisme Amerika. Total dalam karirnya, Kovach menugaskan dan menyunting lima laporan yang mendapatkan Pulitzer Prize. Pada 1989-2000 Kovach jadi kurator Nieman Foundation for Journalism di Universitas Harvard yang tujuannya meningkatkan mutu jurnalisme.

KRITIK dan SARAN

0

Assalamualaikum Wr. Wb.

Setelah launch beberapa jam tadi, ada beberapa masukan yang bagus dari temen-temen HIMMAH, yaitu ruang untuk kritik dan saran :cd

Sempat bingung juga, karena web forum juga belum selesai, akhirnya di putuskan bahwa silahkan masukkan kritik dan saran di halaman ini, tentunya dengan mengisi form komentar di bawah.

Sekian dulu update dari Tim Admin

Wassalamualaikum Wr Wb