Beranda blog Halaman 137

Menjadi Tuan Rumah, UII Berharap Dapat Bersaing Dalam Hal Robot

Berbagai pesan dan kesan mewarnai kontes robot tahun ini.

Peserta dari kategori Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Kontes Robot Nasional Regional III sedang melakukan uji tanding Sabtu (4/5). Pemenang dari tingkat regional berhak menjadi kontestan untuk tingkat nasional. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Peserta dari kategori Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI) Kontes Robot Nasional Regional III sedang melakukan uji tanding Sabtu (4/5). Nantinya pemenang dari tingkat regional berhak menjadi kontestan untuk tingkat nasional. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Kampus Terpadu, Himmah Online

          Ditemui di sela-sela perlombaan, Gumbolo Hadi Susanto selaku Ketua Umum Kontes Robot Nasional Regional III menilai ajang ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Mengenai latar belakang ditunjuknya UII sebagai tuan rumah, Gumbolo menceritakan jika tahun sebelumnya kontes robot ini pernah diadakan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Negeri Gajah Mada (UGM). Kemudian untuk tahun ini Dikti berinisiatif mencari tuan rumah dari universitas swasta. Pada akhirnya terpilihlah UII sebagai tuan rumah penyelenggara karena dinilai sebagai universtas swasta yang paling layak. “Karena yang mempunyai jurusan bidang robotika itu FTI maka kita (FTI-red) diminta untuk kesediannya. Dan pihak universitas akan menyetujui apabila FTI disetujui,” tutur Gumbolo yang juga dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII ini.

Gumbolo mengaku butuh waktu sekitar 4-5 bulan untuk mempersiapkan UII sebagai tuan rumah. Mengenai kendala, ia menilai itu sebagai hal yang lumrah. “Kalau tidak ada kesalahan itu aneh. Karena kita juga berusaha menjadi tuan rumah yang baik,” ucapnya.

Ia berharap untuk ke depannya UII bisa lebih baik dalam bidang robot. “Kita juga kita mengikuti 5 kategori dalam kontes ini. Sehingga kita menargetkan ada yang menjadi juara. Insya Allah optimis, kita sudah mempersiapkan lama kok,” tegasnya.

Berbagai pesan dan kesan dilontarkan dari para peserta lomba dan pendukung dari masing-masing tim. Salah satunya Endang Estianti, peserta dari divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Ia menilai kontes robot tahun ini lebih banyak penontonnya daripada tahun kemarin. “Untuk pesertanya itu lebih maju yang sekarang. Kemarin kan untuk KRSBI baru tahun pertama yaa,kalau sekarang udah tahun kedua, udah ada inovasi-inovasi baru,” kesannya. Selain itu ia juga mengatakan fasilitas dan konsumsi yang diberikan panitia sudah baik.

Tanggapan juga datang dari pendukung setiap tim yang bertanding. Contohnya Nanang mahasiswa Teknik Mesin dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Ia mengatakan ajang ini bagus untuk perkembangan robotika Indonesia. “Bisa mengembangkan seni Indonesia, temanya hanoman kan,” tuturnya. Tetapi ia mengaku kecewa tidak bisa menonton timnya di dalam GOR karena kehabisan tiket, sehingga mesti melihat lewat layar LCD.

Nasib lebih beruntung didapatkan Sophie Pamungkas pendukung dari UNY, ia dapat menonton langsung tim kesayangannya di dalam GOR. Dirinya juga menilai untuk kontes tahun ini lebih bagus daripada tahun kemarin. Untuk pendukung UNY, ia mengatakan sudah mempersiapkannya selama 1 bulan, dan membuka rekruitmen selama 2 bulan. “Kita cuma sayang saja tempatnya terlalu kecil. Jadi kita tidak bisa maksimal dalam mendukungnya,” tukas mahasiswa Teknik Elektro UNY ini.

Reportase bersama: Fajar Noverdian dan Anisa Kusuma W.

 

Info Cuaca 5 Mei 2013

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 05 May 2013 07.00 WIB hingga 06 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG. Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 55-94%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Sleman mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 57-95%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Bantul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 22-34 derajat Celcius, kelembapan 55-94%, kecepatan angin 14 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 22-33 derajat Celcius, kelembapan 54-94%, kecepatan angin 14 (km/jam), arah angin Tenggara. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 24-34 derajat Celcius, kelembapan 55-93%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Tenggara.

UII Tuan Rumah Kontes Robot Nasional Regional III

Pemenang tingkat nasional akan mewakili Indonesia dalam kontes robot Internasional ABU Robocon 2013 di Vietnam

Salah satu robot peserta kompetisi menjalani sesi running test pada hari pertama kontes robot yang diselenggarakan di Gor Universitas Islam Indonesia, jum'at(3/5). Kontes Robot Nasional ini diikuti lebih dari 240 peserta dari 73 Institusi di Indonesia. (Foto oleh: Aldino Friga P. S.)

Salah satu robot peserta kompetisi menjalani sesi running test pada hari pertama kontes robot yang diselenggarakan di GOR Universitas Islam Indonesia, Jum’at(3/5). Kontes Robot Nasional ini diikuti sebanyak 71 tim dari 23 universitas di wilayah DIY dan Jawa Tengah. (Foto oleh: Aldino Friga P. S.)

Oleh: Fajar Noverdian

Kampus Terpadu, Himmah Online

Kontes Robot Nasional Regional 2013 yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo resmi dibuka secara meriah pada pukul 09.00 tadi pagi. Dengan antusias para peserta melaju dengan hasil karya yang diciptakannya. Kategori kontes ini meliputi :

  • Kontes Robot Indonesia (KRI)
  • Kontes Robot Pemadam Api (KRPA) Berkaki
  • Kontes Robot Pemadam Api (KRPA) Beroda
  • Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI)
  • Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI)

Universitas Islam Indonesia (UII) dipilih Direktorat Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tuan rumah penyelenggara Kontes Robot Nasional ini dengan 71 tim dari 23 perguruan tinggi. Acara ini berlangsung tanggal 4-5 Mei. Kontes yang bertemakan Green Planet ini telah berlaga sebagai langkah awal percobaan atau bahasa lainnya Running Test di 2 sesi pertandingan. Sesi pertama, pertandingan santai sebagai simulasi pemula, dan sesi kedua berjalan secara simulasi seperti pertandingan benar-benar dimulai. Hal ini diwajibkan para peserta lomba untuk hadir.

Tim tuan rumah atau UII yaitu Abu Nawas Unisi Robotics yang terdiri dari tiga jurusan yaitu Jurusan Teknik Elektro, Teknik Mesin dan Teknik Informatika.

Info Cuaca 4 Mei 2013

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 04 May 2013 07.00 WIB hingga 05 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG. Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 53-85%, kecepatan angin 16 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Sleman mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 21-32 derajat Celcius, kelembapan 60-95%, kecepatan angin 16 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Bantul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 24-32 derajat Celcius, kelembapan 56-88%, kecepatan angin 24 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 53-85%, kecepatan angin 20 (km/jam), arah angin Tenggara. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 22-32 derajat Celcius, kelembapan 55-90%, kecepatan angin 16 (km/jam), arah angin Tenggara.

Majalah Himmah Edisi 2 : Menggugat Megaproyek Terlantar

0

COVER-launcing

 

Telah terbit Majalah LPM Himmah Edisi 02 Tahun 2013 dengan judul ‘Menggugat Megaproyek Terlantar‘. Anda dapat mengunduh majalah versi digital (PDF) di halaman unduh.  Untuk mendapatkan majalah versi cetak, silahkan datang ke acara launching majalah kami pada tanggal 09 Mei 2013, di Cafe Nusantara, Seturan, Yogyakarta.

 

Info Cuaca 3 Mei 2013

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 03 May 2013 07.00 WIB hingga 04 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG. Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah berawan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 53-85%, kecepatan angin 14 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Sleman mengalami cuaca berawan dengan suhu 22-32 derajat Celcius, kelembapan 60-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Bantul mengalami cuaca berawan dengan suhu 24-34 derajat Celcius, kelembapan 53-85%, kecepatan angin 18 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-34 derajat Celcius, kelembapan 53-85%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca berawan dengan suhu 24-32 derajat Celcius, kelembapan 50-90%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.

Temu Kangen Alumni LPM HIMMAH/MUHIBBAH 1967-2013

 

Design by Chendi

Design by Arya Zendy

Sangat besar harapan kami agar Alumni bisa hadir di acara ini, temu kangen Alumni LPM HIMMAH/MUHIBBAH UII sudah direncanakan sejak lama dan pada tahun inilah acara ini dapat dilaksanakan.

Konfirmasi kehadiran alumni  maya 085868777659 atau alfan 085778792008

Rekening Perusahaan Himmah BRI 0029-01-091185-50-2 a.n Flaury Calissta

silahkan download Proposal acara disini –> http://www.4shared.com/office/0mRqBu9r/proposal_temu_alumni.html

Tuntutan Buruh di Nol Kilometer

Nasib buruh masih termajinalkan. Apa saja tuntutan mereka kali ini?

Tumpah ruah kejalan. sebanyak Aliansi pendukung buruh turun kejalan saat May Day yang jatuh tepat pada hari ini Rabu(1/5). Dalam aksinya, mereka menuntut peningkatan kesejahteraan dan jaminan sosial yang layak bagi seluruh buruh di indonesia. (Foto oleh: Hasinadara P.)

Tumpah ruah kejalan. sebanyak Aliansi pendukung buruh turun kejalan saat May Day yang jatuh tepat pada hari ini Rabu(1/5). Dalam aksinya, mereka menuntut peningkatan kesejahteraan dan jaminan sosial yang layak bagi seluruh buruh di indonesia. (Foto oleh: Hasinadara P.)

Oleh: Raras Indah F.

Yogyakarta, Himmah Online

Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada Rabu (1/5) kembali dihiasi dengan aksi tuntutan kaum buruh, termasuk di Yogyakarta.

Sekitar Pukul 11.00 WIB, Liga Forum Studi Yogyakarta (LFSY) mendatangi Gedung Agung Yogyakarta untuk mengadakan aksi. Aksi ini dilakukan atas dasar permasalahan kesejahteraan masyarakat dan suara-suara di negeri ini yang butuh diaspirasikan. Sebagai humas, Musowir menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mempunyai pengaruh besar bagi kesejahteraan buruh. Upah buruh masih sangat rendah. “Perlindungan hukum bagi buruh dan TKI masih lemah. Peran negara sangatlah minim. Ia tidak bisa melindungi rakyatnya,”ungkapnya.

Forum yang terdiri dari gabungan mahasiswa Yogyakarta ini meneruskan aksi di titik 0 kilometer. Tampak drama teatrikal turut mewarnai aksi tersebut. Dengan membentuk lingkaran besar, mereka lantang menyatakan sikap dan tuntutan kepada pemerintah. Adapun tuntutannya, antara lain upah yang layak terhadap buruh, lapangan pekerjaan yang layak di Indonesia, perlindungan hukum terhadap TKI, tindak tegas perusahaan yang mengabaikan hak-hak buruh, serta hapus undang-undang penanaman modal asing.

Aksi pun bergilir. Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Yoyakarta juga turun di titik 0 kilometer untuk menyatakan sikap dan tuntutan. Salah satu anggota dari Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika yang berprofesi penulis  freelance, Agnes Dwirusjiyati mengganggap aksi ini sebagai tindakan wajar. “Ini kebebasan demokrasi. Semua orang boleh mengeluarkan aspirasi. Kebebasan berserikat dan berkumpul itu kan dilindungi undang-undang,” ungkapnya. Beberapa tuntutan yang mereka suarakan, yaitu  upah buruh yang sesuai kebutuhan riil hidup layak, hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, tolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan naikkan pajak mobil mewah, serta tolak RUU Ormas-Kamnas.

FPPI ini adalah gabungan dari berbagai himpunan, seperti SMI, HMI, NAFAS IPNU, SPC, FPPI, FMN, FSPM, SPSI, FSP NIBAK SPSI, MPBI, AJI Yogyakarta, serta ABY. Masing-masing himpunan ini beranggotakan kelompok mahasiswa, jurnalis, serikat buruh, kelompok perempuan ataupun pekerja rumah tangga.

Tak ketinggalan, satuan keamanan dikerahkan di sepanjang titik aksi. Mirza Mustaqim selaku Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Yogyakarta menurunkan 300 sampai 400 personil yang terdiri dari satuan polisi dan kearifan lokal untuk mengamankan sepanjang jalur Tugu, Jalan Abu Bakar Ali, Gedung DPRD Yogyakarta, dan titik 0 kilometer. Tepat pukul 12.00 WIB, terlihat satuan polisi sedang melaksanakan shalat berjama’ah di Taman Vrenderburg yang disaksikan oleh publik. “Salah satu bentuk do’a dan ikhtiar,” terang Mustaqim.

Dalam aksi ini, masyarakat pun ikut menyaksikan, seperti Adi (40 tahun), warga Tegalrejo. Ia menganggap aksi ini sebagai sesuatu yang wajar karena memang sedang dalam momentum hari buruh. Pendapat mengenai nasib buruh di Indonesia, ia mengungkapkan, “Buruh di Indonesia masih belum standar karena kondisi Indonesia memang baru seperti itu dibandingkan negara lain.”

Reportase Bersama: Moch. Ari Nasichuddin, Hasinadara P., Siti Mahdaria, Alvina Anggarkasih, dan Nafiul Mualimin.

Pada Hari Buruh, Mahasiswa Papua Menuntut Kemerdekaan

Secara tegas, Indonesia diminta untuk memberikan hak mereka.

AGUSTINUS D by Nafiul Mualimin

Agus Dogomo Juru Bicara Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota saat memberi keterangan kepada wartawan Rabu(1/5). Ia dan rekan-rekannya turut serta dalam May Day ini untuk menuntut Indonesia memberikan hak Papua agar menentukan nasib sendiri. (Foto oleh: Nafiul Mualimin)

Oleh: Hasinadara P.

Yogyakarta, Himmah Online

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota melakukan aksi  untuk menuntut kemerdekaan Papua Barat, Rabu (1/5). Mereka melakukan aksi di Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta mulai sekitar pukul 12.00. Tuntutan yang mereka ajukan diantaranya; berikan kebebasan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua, tarik militer (TNI-Polri) organik dan non-organik dari seluruh Tanah Papua, hentikan eksploitasi, dan tutup seluruh perpustakaan milik kaum imperialis seperti Freeport, LNG Tangguh, Corindo, Medco, dan lain-lain.

Aksi yang dilakukan bertepatan hari buruh ini sekaligus untuk memperingati penyerahan kekuasaan dari pemerintahan sementara PBB, United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) kepada Indonesia. Selain itu UNTEA juga melegitimasi Indonesia untuk menempatkan militer dalam jumlah besar di Papua Barat

Agus Dogomo selaku Juru Bicara aksi berharap militer ditarik dari tanah Papua karena telah menciptakan hal-hal yang merugikan. Contohnya melakukan pembunuhan terhadap Theis Eluay, Mako Tabuni, Huber Mabel, dan lain-lain. “Secara tegas kita meminta ke Indonesia untuk memberikan hak kita atau menentukan nasib sendiri, kita ingin merdeka, itu secara demokratis. Kalau tidak merdeka kekerasan akan terus terjadi di tanah papua. Dan segala kekayaan terkuras, dan segala macam,” tegas Agus Dagomo.

Reportase Bersama: Moch. Ari Nasichuddin, Raras Indah F., Alvina Anggarkasih, Nafiul Mualimin, Ruhul Auliya, dan Siti Mahdaria