Beranda blog Halaman 136

Bus Jurusan Jogja-Solo Sementara Tidak Beroperasi

Calon penumpang menjadi kelabakan.

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Klaten, Himmah Online

Bus jurusan Jogja-Solo untuk sementara waktu tidak beroperasi. Hal itu karena sopir dan kernet bus melakukan aksi terkait tindakan bus jurusan Jogja-Surabaya yang tetap menaikan penumpang dari Jogja. Padahal sesuai Memorandum of Understanding (MoU), bus jurusan Jogja-Surabaya  dilarang menaikan penumpang sebelum habis trayek bus jurusan Jogja-Solo.

Akibatnya calon penumpang pun kelabakan. Salah satunya Ani Kholifah. Mahasiswi UNY ini terancam tidak bisa mengikuti kuis di kampusnya karena sulit mendapatkan bus sehingga telat berangkat kuliah.

Reportase bersama: Revangga Twin T.

Pengaruh Internet dan Sosial Media Telah Mencapai 63 Juta

Kebebasan berekspresi tidak bisa tanpa batasan

Oleh: Fajar Noverdian

Yogyakarta, Himmah Online

Besarnya pengaruh Internet dan sosial media telah mencapai 63 juta sampai dengan Desember 2012. Kenaikan pengguna internet sungguh luar biasa bagi rakyat Indonesia. Penetrasi rakyat untuk menggunakan internet sangat kuat. Indonesia menduduki peringkat ke-8 dan peringkat ke-14, dan itu adalah posisi yang sangat kuat dalam pemanfaatan internet. Pengguna facebook juga dinyatakan sampai 31 Desember 2012 telah mencapai 51 juta. Data tersebut diutarakan oleh Wahyudi Djafar (Peniliti Elsam)  dalam seminar “Internet & Media Sosial sebagai Saluran Berekspresi Pegiat Informasi untuk Perubahan SosialRabu, 8 Mei 2013.

Menurutnya, pentingnya internet saat ini menjadi sisi awal yang dapat membrantas ketidakadilan serta mempercepat penggabungan dan kemajuan manusia. Oleh karena itu, kemudian harus ada upaya mempersatukan akses universal terhadap internet. Wahyudi mengatakan terkait kepemerintahan indonesia, tahun 1998, menjadi titik balik saat di zaman orde baru dikatakan bebas dan bertanggung jawab meski  tidak pernah terdefinisikan bebas dan bertanggung jawab yang seperti apa. Pada akhirnya muncullah reformasi yang bisa memberikan  informasi begitu dalam, apapun bisa diakses dan disebarluaskan.

Data yang dirilis oleh Vredeburg tahun 2012, situasi kebebasan diplomasi ITE patrialistik, “dia bebas ‘tidak’, dan tidak bebas juga ‘tidak’,” jelas wahyudi. Menurutnya, ada masalah dengan situasi kebebasan internet di Indonesia. Berdasarkan survey, Indonesia berada di peringkat 21 dari 47 negara terkait kebebasan berekspresi. Dan ini terus menjadi pertanyaan banyak orang.

Reportase bersama Moch. Ari Nasichuddin dan Irwan A. Syambudi

 

 

Aktivisme Informasi Bisa Diminimalisir

Semakin mudah mendapatkan informasi, semakin tidak bermutu informasi yang didapatkan.

Dandhy Dwi Laksono membawakan materi Berani Menggugah dengan Media Baru dalam seminar “Internet & Media Sosial sebagai Saluran Berekspresi Pegiat Informasi untuk Perubahan Sosial” Rabu (8/5). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir aktivisme informasi. Salah satunya medium audiovisual yang dinilai lebih aman karena mampu meminimalisasikan interpretasi subjektif aktivisnya. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Dandhy Dwi Laksono membawakan materi Berani Menggugah dengan Media Baru dalam seminar “Internet & Media Sosial sebagai Saluran Berekspresi Pegiat Informasi untuk Perubahan Sosial” Rabu (8/5). Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir aktivisme informasi. Salah satunya medium audiovisual yang dinilai lebih aman karena mampu meminimalisasikan interpretasi subjektif aktivisnya. (Foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Oleh: Raras Indah F.

Yogyakarta, Himmah Online

Pada acara seminar “Internet & Media Sosial sebagai Saluran Berekspresi Pegiat Informasi untuk Perubahan SosialRabu, 8 Mei 2013,  Dandhy Dwi Laksono yang juga pengurus Asosiasi Pengurus Independen (AJI) menyatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir aktivisme informasi. Pertama, medium audiovisual yang dinilai lebih aman karena mampu meminimalisasikan interpretasi subjektif aktivisnya. Poin ini tidak luput dari metode jurnalisme tentang pemberian informasi bukan opini, menggunakan nama orang-tanggal-tempat-waktu-jumlah (verifikasi-akurasi), serta tidak boleh memandang dari satu sisi saja sehingga harus ada perspektif lain. Kedua tentang aktivisnya sendiri. Ketiga, kedekatan informasi yang diperoleh sesuai jangkauan kita akan lebih menarik dibandingkan dengan informasi yang jauh. Keempat, tentang hal-hal yang lebih dikenal, baik orang ataupun tempat.

Modal perlawanan bagi aktivis informasi sendiri adalah panca inderanya, dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan, atau dicium. Selain itu riset dan telekomunikasi juga bisa mendukung dokumentasi yang baik. Aktivis juga harus menguasai masalah teknis jurnalistik. Serta tidak boleh menyimpulkan. “Biarkan materi Anda membawa orang pada kesimpulannya sendiri,” tutur Dhandy.

Reportase bersama: Moch. Ari Nasichuddin dan Irwan A. Syambudi

 

 

 

 

 

 

 

 

Megaproyek DIY: Ada indikator yang menjadi patokan suatu proyek itu ideal

(Kanan-Kiri) Yusron Mustopa (Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo), Dyah Mutiarin (Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Fisipol UMY), Betriq Kindy Arrazy (Pemimpin Redaksi LPM Himmah UII)  menjadi pembicara diskusi bertajuk “Menggugat Mega Proyek Terlantar” Kamis (9/5). Dyah Mutiarin mengatakan ada indikator yang menjadi patokan suatu proyek itu ideal. (Foto oleh: Nafiul Mualimin)

(Kanan-Kiri) Yusron Mustopa (Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo), Dyah Mutiarin (Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Fisipol UMY), Betriq Kindy Arrazy (Pemimpin Redaksi LPM Himmah UII) menjadi pembicara diskusi bertajuk “Menggugat Megaproyek Terlantar” Kamis (9/5). Dyah Mutiarin mengatakan ada indikator yang menjadi patokan suatu proyek itu ideal. (Foto oleh: Nafiul Mualimin)

Pola penanganan yang tidak serius memberikan kesan pemborosan anggaran.

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Launching Majalah Himmah edisi 2 No.2/thn.XLVI/2013  ditandai diskusi tentang rubrik laporan utama bertajuk “Menggugat Megaproyek Terlantar”. Hadir di sana Betriq Kindy Arrazy (Pemimpin Redaksi LPM Himmah UII), Yusron Mustopa (Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo), dan Dyah Mutiarin (Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Fisipol UMY). Dalam uraiannya, Betriq Kindy Arrazy mengatakan sebenarnya tidak hanya Pasar Seni Gabusan, Taman Kuliner, dan Pasar Seni Sentolo saja proyek yang dinyatakan terlantar. Masih ada proyek yang lain seperti Kulon Progo Fish Center, Rest Area Temon, XT Square dan lain sebagainya. Proyek-proyek yang tersebar di kabupaten dan kota di DIY ini mempunyai biaya pembangunan yang tidak sedikit. Jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Tetapi karena pola penanganan yang tidak serius memberikan kesan pemborosan anggaran.

Yusron Mutopha angkat bicara. Ia menjelaskan bahwasanya mahasiswa juga membayar pajak untuk negara. Contohnya pajak motor. Yusron menegaskan sudah menjadi hak setiap warga negara untuk menikmati hasil dari pembayaran pajaknya. Salah satunya melalui proyek-proyek yang dibangun oleh pemerintah daerah.

Menanggapi pernyataan di atas, Dyah Mutiarin mengatakan ada indikator yang menjadi patokan suatu proyek itu ideal. Diantaranya aksesbilitas, akomodasi, dan point of interest. Ia juga menuturkan setiap kebijakan pasti ada tujuannya. Seperti pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan preferensi warga.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan cover majalah Himmah terbaru dari Pemimpin Redaksi LPM Himmah UII kepada Pemimpin Umum LPM Himmah UII, Taufan Ichtiar  Khudi Akbar.

Info Cuaca 9 Mei 2013

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 09 May 2013 07.00 WIB hingga 10 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG:

  • Kabupaten Kulon Progo mengalami hujan ringan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 66-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Sleman mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 23-32 derajat Celcius, kelembapan 68-96%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Bantul mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 65-95%, kecepatan angin 18 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 65-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.
  • Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 65-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.

Info Cuaca 8 Mei 2013

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 07 May 2013 07.00 WIB hingga 08 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG:

  • Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah hujan ringan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 66-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Sleman mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 68-97%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Bantul mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 65-94%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 65-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.
  • Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 65-96%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Timur.

Launching Majalah Himmah “Menggugat Mega Proyek Terlantar”

Desain oleh: Mohammad Robby S.

Desain oleh: Mohammad Robby S.

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Himmah UII akan menyenggarakan launching majalah Himmah edisi 02 XLVI 2013. Pada majalah edisi ini, Himmah akan mengupas rubrik Laporan Utama tentang “Menggugat Mega Proyek Terlantar”.  Sebagaimana kita ketahui terkait kebijakan di sektor pariwisata, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempunyai sembilan proyek pariwisata senilai milyaran rupiah yang terlantar. Hal itu terkait pengelolaan proyek tersebut yang buruk.

Beranjak ke rubrik Laporan Khusus, Himmah kali ini mengangkat soal objek wisata Gunung Kemukus. Wisata ziarah yang di dalamnya terdapat bisnis prostitusi besar-besaran.

Tidak hanya itu saja, dalam rubrik Lacak, Himmah menyuguhkan polemik penambangan batu kapur di kawasan Gunung Kidul. Dan tidak ketinggalan pula rubrik-rubrik kecil seperti Sosok, Riwayat, Pendidikan, Insania, dan Budaya yang patut dibaca.

Acara launching ini akan dilaksanakan pada 9 Mei di Nusantara Cafe (Jl. Wachid Hasyim n0. 77 Nologaten, Jogja). Dengan menghadirkan pembicara B. Kindi Arrazy selaku Pemimpin Redaksi LPM Himmah UII dan Agus Mulyono selaku Sekretaris Komisi B DPRD DIY.

Info Cuaca 7 Mei 2013

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 07 May 2013 07.00 WIB hingga 08 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG:

  • Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 60-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Tenggara.
  • Kabupaten Sleman mengalami cuaca berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 68-97%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Bantul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 24-34 derajat Celcius, kelembapan 60-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Timur.
  • Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 60-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Timur.
  • Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca berawan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 65-96%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.

Info Cuaca 6 Mei 2013

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 06 May 2013 07.00 WIB hingga 07 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG:

  • Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 55-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Tenggara.
  • Kabupaten Sleman mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 57-96%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Tenggara.
  • Kabupaten Bantul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-34 derajat Celcius, kelembapan 55-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Tenggara.
  • Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 54-95%, kecepatan angin 14 (km/jam), arah angin Tenggara.
  • Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 24-34 derajat Celcius, kelembapan 55-94%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Tenggara.

Media dalam Sistem Demokrasi

“Etika jurnalistik itu harus menghargai narasumber kalau sudah menolak (wawancara-red) yaa udah,” tegas Ryan Wiendaryanto News Anchor Indosiar.

Oleh: Budi Armawan

Bantul, Himmah Online

Menyambut peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2013, LPPM Nuansa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertema “Kebebasan Media dalam Sistem Demokrasi” pada Sabtu, 4 Mei 2013. Bertempat di ruang sidang Gedung Fakhrudin B., turut hadir sebagai pembicara Ryan Wiendaryanto (News Anchor Indosiar) dan Hendrawan Setiawan (Ketua AJI Yogyakarta). Semula dalam seminar ini turut pula menghadirkan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tetapi berhalangan hadir.

Ryan Wiendaryanto memulai seminar dengan berbicara tentang kebebasan media. “Banyak sekali hal yang memang kebebasan-kebebasan ini yang menurut saya bebas, tapi bebasnya gimana dulu? Kalau ngomong-nya ditinjau dari hak asasi manusia, hak asasi manusia seperti apa? Kita juga punya hak, narasumber juga punya hak, dan tentu punya hak untuk menolak dan mengusir kita” ujar Ryan Wiendaryanto.

Ia mencontohkan ketika peristiwa Ariel NOAH yang merusak kamera salah satu wartawan media elektronik karena kameranya mendekati wajah Ariel. Wartawan tersebut kemudian melaporkan Ariel ke Dewan Pers dan menuntut Ariel untuk meminta maaf. “Etika jurnalistik itu harus menghargai narasumber kalau sudah menolak (wawancara-red) yaa udah, lo boleh foto lo boleh ngambilin gambar tapi sopan,”ujarnya. “Yang independen (media-red), yaa masih ada. Tapi setelah temen–temen bergabung di sebuah industri, industrinya itu punya kepentingan politik, yaa harus siap idealisme temen–temen akan ditaruh dimana disitu,” tutur Ryan lagi.

Berbeda dengan Ryan Wiendaryanto, Hendrawan Setiawan mengatakan demokrasi menurutnya adalah bebas berbicara, tidak boleh membungkam, orang boleh berbicara apapun, kalau tidak setuju berilah pendapat yang lain. Peringkat Indonesia dalam kebebasan pers saat ini berada pada posisi 139 dari 179 negara. Ia mencontohkan pada saat peringatan Hari Pers Sedunia, seorang penyiar radio di Manokwari dibawa oleh sekelompok massa ke Polsek Manokwari. Penyiar radio itu memberitakan tentang kebobrokan sistem pengelolaan keuangan Kabupaten Manokwari. “Kalau tidak suka dengan pemberitaan pers, adukan ke Dewan Pers” ujar Hendrawan Setiawan. Saat ini di Indonesia pemberitaan yang seperti itu dieksekusi dengan Kitab Undang–Undang Hukum Pidana (KUHP). Padahal pers memiliki undang-undang yang mengatur tentang pers yaitu UU nomer 40 tahun 1999. “Memberikan informasi, sebagai media hiburan, edukasi dan yang terakhir adalah kontrol sosial,” jelas Hendrawan.

Ia juga menyindir independensi media saat ini yang pemiliknya dekat dengan lingkungan pemerintahan. “Ada beberapa media televisi yang dimiliki oleh beberapa orang yang aktif di partai politik, tetapi ada media lain yang tidak seperti itu, tapi mereka memiliki interest atau kepentingan ekonomi” tutur Hendrawan.