Beranda blog Halaman 138

Perempuan Siap Menduduki Legislatif

“Laki-laki lebih berpikir teknis lapangan, sedangkan perempuan mampu bertindak dengan sistem,” ungkap Siti, salah satu caleg dari FTI.

Oleh: Raras Indah F.

Kampus Terpadu, Himmah Online

Menjelang pemilihan wakil mahasiswa (pemilwa) pada 20-23 Mei 2013, calon legislatif (caleg) yang dinyatakan lolos administrasi dan wawancara mulai mengampanyekan suara mereka kepada para mahasiswa, tak terkecuali wajah caleg perempuan.

Taktika Rahmi, caleg Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) membawa visi meneruskan tongkat estafet kepemimpinan. Alasannya, ia memandang permasalahan yang terjadi saat ini adalah sulitnya mendapatkan regenerasi calon-calon legislatif fakultas.

Sebagai kandidat perempuan, Taktika mempercayakan pengalamannya menjadi fungsionaris lembaga dua periode berturut-turut untuk bekal maju legislatif. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan jaringan untuk menjembatani visinya. Ia pernah menjabat sebagai Staf Pengabdian Masyarakat Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas serta Sekretaris Umum Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas. Spekulasi publik tentang anggota legislatif dari organisasi ekstra, caleg perempuan dari anggota organisasi ekstra Komunitas Mahasiswa Psikologi Progresif (KMPP) ini tidak memungkirinya. “Walaupun aku berusaha independen untuk memisahkan organisasi internal dan eksternal, tidak menutup kemungkinan ada persepsi dari orang lain,” jujurnya.

Caleg perempuan Fakultas Teknik Industri (FTI), Siti Masruroh S.  juga ingin mengenalkan kelembagaan kepada mahasiswa serta jembatan suara nurani mahasiswa. “Intinya saya lebih ke intern dulu, dalam arti lebih ke ‘kami-nya’ serta memperbaiki keadaan DPM terlebih dahulu,” tambahnya.

Dari mayoritas pendaftar laki-laki, Siti yang sedang menjabat sebagai fungsionaris Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas dan pernah berstatus Koordinator Sanggar Teater Djemuran merasa terpanggil untuk mendobrak jiwa perempuan menjadi seorang pemimpin. Ia memandang laki-laki itu lebih berpikir pada teknis lapangan, sedangkan perempuan mampu bertindak secara sistem.

Reportase Bersama Fajar Noverdian.

Cerah Berawan untuk Seluruh DIY

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 01 May 2013 07.00 WIB hingga 02 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG. Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah berawan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 58-90%, kecepatan angin 14 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Sleman mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 22-33 derajat Celcius, kelembapan 60-92%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Bantul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-34 derajat Celcius, kelembapan 54-90%, kecepatan angin 18 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 24-33 derajat Celcius, kelembapan 58-90%, kecepatan angin 16 (km/jam), arah angin Tenggara. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 24-34 derajat Celcius, kelembapan 56-90%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.

Hari Ini akan Cerah

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 30 April 2013 07.00 WIB hingga 01 May 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG. Kabupaten Kulon Progo mengalami cerah berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 58-90%, kecepatan angin 16 (km/jam), arah angin Timur Laut. Kabupaten Sleman mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 21-33 derajat Celcius, kelembapan 65-92%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur Laut. Kabupaten Bantul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 24-34 derajat Celcius, kelembapan 50-90%, kecepatan angin 20 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 23-32 derajat Celcius, kelembapan 55-90%, kecepatan angin 18 (km/jam), arah angin Tenggara. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu 22-34 derajat Celcius, kelembapan 60-90%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur Laut.

KPU Merilis Hasil Rapat Plenonya

KPU tetap tidak meloloskan caleg yang nilai akhirnya memang tidak lolos.

Ketua KPU, Fadel Akbar Basya saat mediasi dengan bakal calon legislatif (caleg) di kampus UII Cik Di Tiro Kamis (25/4). (Foto oleh: Aldino Friga P. S.)

Ketua KPU, Fadel Akbar Basya saat mediasi dengan bakal calon legislatif (caleg) di kampus UII Cik Di Tiro Kamis (25/4). (Foto oleh: Aldino Friga P. S.)

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Cik Ditiro, Himmah Online

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pemilwa 2013 Keluarga Mahasiswa (KM) UII akhirnya kemarin Senin(29/4), merilis hasil rapat pleno, terkait peninjauan kembali keputusan mediasi antara  KPU dengan bakal calon legislatif (caleg) di kampus UII Cik Di Tiro Kamis(25/4). Dihubungi via pesan singkat, Ketua KPU Fadel Akbar Basya mengatakan, KPU tetap tidak meloloskan caleg yang nilai akhirnya memang tidak lolos. Tetapi KPU meloloskan 3 caleg dari 9 caleg yang tidak lolos. Ketiga caleg itu berasal dari 1 dari FE dan 2 dari FTI. Alasan 3 caleg ini bisa lolos karena KPU mengakui mengalami kesalahan dalam penilaian saat itu.

Sebelumnya saat mediasi di  kampus UII Cik Di Tiro Kamis (25/4) KPU mengeluarkan 3 poin keputusan. Pertama, KPU meloloskan 8 bacaleg dengan status lolos bersyarat. Kedua, hasil penilaian KPU akan ditrasformasikan kepada bacaleg yang lolos bersyarat saat karantina lembaga. Ketiga, mengikutsertakan hasil penilaian seleksi bacaleg saat masa kampanye.

Tetapi pada akhirnya KPU menganulir keputusan itu karena  keputusan saat mediasi bukanlah keputusan resmi KPU dan sarat akan intervensi dari pihak luar.

Reportase Bersama: Irwan A. Syambudi

 

Beranikan Diri, Melukis Masa Depan

“Iwan ndak takut hantu, Buk. Iwan takut miskin.”

Iwan adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Kedua kakaknya perempuan, begitu pula kedua adiknya. Mbak Isa, Mbak Inan, Rini, dan Mira. Bapaknya hanyalah seorang sopir angkot yang angkotnya sering mogok lantaran semakin tua dimakan usia. Sementara ibuk, seorang ibu rumah tangga yang segala perhatian tercurahkan sepenuhnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari demi keberhasilan anak-anaknya. Keluarga sederhana ini tinggal di kaki Gunung Panderman, Kota Batu, Malang.

Karena tumbuh di lingkungan perempuan, Iwan kecil sedikit berbeda dengan anak lelaki kebanyakan. Misalnya di hari pertama masuk sekolah dasar, Iwan takut sehingga ibuk harus menungguinya sepanjang hari. Iwan juga senang bermain di dapur bersama saudari-saudari perempuannya sampai-sampai bapak marah dan mengguyurnya dengan air. Iwan juga tak pandai berkelahi, ibuk harus melindunginya ketika Iwan pada suatu malam diajak berkelahi oleh seorang temannya di sekolah. Ibuk selalu berusaha agar anak-anaknya sejajar dengan anak yang lain. Ibuk adalah penghangat hati kami.

Namun, Iwan pintar matematika dan membuatnya menjadi juara kelas ketika pembagian rapor. Tapi tetap saja, bapak lebih suka jika Iwan bertindak seperti kehendak bapak: anak yang berani. “Dunia ini butuh orang yang berani,” kata bapak menasihati Iwan. Nasihat tersebut selalu terngiang dalam benak Iwan. Ia bertekad untuk bisa membahagiakan keluarga suatu hari nanti. Dimulai dari mimpi pertamanya, memiliki kamar sendiri. Maka, Iwan rajin belajar sampai malam hari. Ia tidak takut hantu, tetapi lebih takut kemiskinan. Bapak bekerja keras untuk tetap menyalakan mimpi anak-anaknya. Bapak itu pemberi nafas kami.

Selepas SMA, Iwan diterima di Jurusan Statistika, Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui jalur PMDK atau tanpa tes. Sayang, bapak kurang setuju. Bapak lebih berkeinginan agar Iwan membantu bapak di jalan sebagai kenek angkot. Bapak merasa lebih berwenang menentukan jalan hidup anak laki-lakinya karena Iwan adalah jatah bapak. Tidak seperti saudari-saudari perempuan Iwan yang merupakan jatah ibuk. “Keluarga ini butuh kamu, Bogor ndak butuh kamu!” seru bapak. Sampai akhirnya, Iwan dengan berani mengatakan bahwa setiap anak tidak bisa memilih orangtuanya, setiap anak adalah sama di mata orangtuanya. Bapak pun luluh, bapak menjual angkotnya untuk biaya hidup Iwan di Bogor.

Seperti yang sudah ditebak, perjuangan Iwan pun membuahkan hasil. Iwan mendapatkan nilai terbaik di kelas, lulus juga dengan predikat terbaik, dan diterima kerja di sebuah kantor di Jakarta dengan prestasi kerja yang baik pula. Banyak proyek pengolahan data yang berhasil ditangani Iwan. Gaji yang diterima Iwan pun sebagian dikirimkan ke keluarganya di Batu. Hingga suatu hari, ia diterima kerja di New York. From the city of apple to the big apple!

Film ini tidak jauh berbeda dengan novelnya sehingga kesan alur yang datar begitu kentara. Konflik dalam film ini adalah perjuangan melawan kemiskinan demi kehidupan yang lebih baik, nyaris tanpa klimaks. Begitu juga kelanjutan kehidupan asmara Iwan yang mungkin membuat sebagian penonton berpikir, “Apakah Iwan tidak terpikir untuk menikah?” Film ini diceritakan dengan gaya flashback. Iwan diceritakan mengalami kesendirian yang melankolis sehingga muncul bayang-bayang dirinya ketika kecil dulu. Tidak didetilkan apa yang dimaksud dengan “kesendirian” tersebut, apakah karena hidup seorang diri di tengah kota metropolitan dunia, apakah karena ingin mengenang masa lalu, ataukah bimbang karena jauh dari orang-orang tercinta. Iwan lalu memutuskan untuk kembali ke tanah air.

Terlepas dari semua itu, film ini sarat akan pesan moral. Film ini mengajarkan kita untuk tidak menyesali apa yang telah terjadi dan tetap menatap apa yang selanjutnya akan terjadi. “Kita tidak bisa memilih masa lalu, tapi masa depan, kita sendiri yang melukiskannya.” (Ahmad Satria Budiman)

Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut ramalan cuaca hari ini, 29 April 2013 07.00 WIB hingga 30 April 2013 07.00 WIB seperti yang dirilis oleh laman BMKG. Kabupaten Kulon Progo mengalami berawan dengan suhu 23-32 derajat Celcius, kelembapan 60-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Sleman mengalami cuaca berawan dengan suhu 21-32 derajat Celcius, kelembapan 65-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Bantul mengalami cuaca berawan dengan suhu 23-33 derajat Celcius, kelembapan 55-93%, kecepatan angin 18 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca berawan dengan suhu 22-33 derajat Celcius, kelembapan 55-93%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Timur. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca berawan dengan suhu 23-32 derajat Celcius, kelembapan 60-95%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.

Ketua KPU: KPU Merasa Diintervensi Saat Mediasi Kemarin

“Independensi KPU telah ternodai,” ungkap Fadel Akbar Basya, selaku Ketua KPU.

Ketua KPU, Fadel Akbar Basya saat mediasi dengan bakal calon legislatif (caleg) di kampus UII Cik Di Tiro Kamis (25/4). KPU berencana akan melakukan rapat pleno untuk meninjau kembali keputusan saat mediasi tersebut. (Foto oleh: Aldino Friga P. S.)

Ketua KPU, Fadel Akbar Basya saat mediasi dengan bakal calon legislatif (caleg) di kampus UII Cik Di Tiro Kamis (25/4). KPU berencana akan melakukan rapat pleno untuk meninjau kembali keputusan saat mediasi tersebut. (Foto oleh: Aldino Friga P. S.)

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Cik Ditiro, Himmah Online

Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan mediasi dengan bakal calon legislatif (caleg) di kampus UII Cik Di Tiro. KPU berencana akan melakukan rapat pleno untuk meninjau kembali keputusan hasil seleksi yang sudah dilakukan. Pada 29 April 2013, KPU akan mempublikasikan hasil rapat pleno kepada bakal caleg di masing-masing fakultas.

Fadel Akbar Basya, selaku Ketua KPU mengatakan, keputusan saat mediasi bukanlah keputusan resmi KPU karena sarat akan intervensi dari pihak luar. “SK (surat keputusan-red) kemarin tidak ada, karena itu bukan forum KPU, tapi forum DPM untuk memediasi KPU dengan bakal caleg yang tidak lolos,” tutur Fadel kepada Himmah Online.

Mahasiwa jurusan Ilmu Hukum ini menambahkan,  justru menjadi aneh ketika KPU mengeluarkan keputusan di luar rapat pleno. Menurutnya, mediasi yang difasilitasi oleh DPM U merasa mendapat tekanan intevensi, intimidasi, hingga ancaman dari simpatisan bakal caleg yang tidak lolos. “Di PDKM (Peraturan Dasar Keluarga Mahasiswa-red) pun tertulis KPU bersifat independen. Jadi independensi KPU telah ternodai,” ucap mahasiswa angkatan 2009 ini.

Terkait isu akan dimundurkannya pemilwa, Fadel beserta jajaran anggota KPU akan berusaha untuk sesuai jadwal yang ada. “Sebenarnya itu kan pernyataan dari ketua DPM U, Pak Mico, tapi dari KPU tetap berusaha untuk sesuai jadwal yang ada. Kesepakatan ada di tangan kita, bukan Pak Mico. KPU itu independen,” tegas Fadel.

Reportase Bersama: Irwan A. Syambudi dan Hasindara P.