Himmah Online – Pembukaan Pesona Ta’aruf (PESTA) UII 2025 berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya Pembukaan PESTA dilakukan di lapangan depan Fakultas Kedokteran, kali ini acara pembukaan PESTA 2025 digelar di area sebelah utara Gedung Olahraga (GOR) UII, pada Rabu (3/9).
Perbedaan ini dijelaskan oleh Lalu Muhammad Davin, Ketua Organizing Committee (OC). Ia memaparkan bahwa alasan pemilihan area utara GOR UII sebagai lokasi PESTA hari pertama karena lahan tersebut lebih rata dibandingkan lapangan depan Fakultas Kedokteran yang struktur tanahnya menurun.
Struktur permukaan tanah lapangan yang berada di depan FK memiliki tiga permukaan ketinggian tanah yang terhubung melalui dua jalan menanjak. Berbeda dengan kondisi GOR UII yang memiliki struktur tanah yang relatif lebih rata.
“Untuk kelebihan venue di belakang (GOR UII) itu mungkin dari struktur tanahnya lebih rata dibanding depan. Yang depan kan ada naik turunnya, itu jadi salah satu pertimbangan kita juga,” ungkap Davin.
Lebih lanjut, M. Iqbal Alifi, Ketua Steering Commitee (SC), memaparkan bahwa awalnya, lokasi utara GOR UII hanya digunakan untuk kegiatan Kuliah Perdana yang dilaksanakan pada Selasa (2/9). Kegiatan ini diselenggarakan oleh pihak Rektorat UII.
Ia menjelaskan bahwa pihak rektorat sempat menawarkan venue yang sama untuk pelaksanaan pembukaan PESTA kepada panitia PESTA. Panitia langsung melakukan survei untuk melihat kesiapan dan kesesuaian lokasi dengan kebutuhan PESTA. Setelah melakukan koordinasi dengan rektorat, panitia pun setuju untuk memakai area di utara GOR untuk hari pertama PESTA.
“Panitia punya konsep sendiri. Kemudian dari pihak rektorat punya konsep juga terkait PESTA, khususnya Kuliah Perdana. Kemudian dari hasil audiensi beberapa kali pertemuan itu kita ketemu di titik tengah untuk melakukan kolaborasi,” ungkap Iqbal.
Sementara itu, Hanif, mahasiswa baru, mengeluhkan area jamaahnya yang terletak di sisi paling ujung tenda yang menyebabkan mereka terpapar panas terik matahari. Selain itu, gundukan pasir yang menyebar di beberapa titik lokasi tempat duduk membuat mahasiswa baru merasa kurang nyaman.
Selain masalah tenda, Hanif juga mengungkapkan tidak adanya proyektor di area jamaahnya membuat ia cukup sulit untuk melihat acara yang sedang berlangsung di panggung.
”(Acaranya) lumayan panas dan gerah karena dapat pojok. Terus kalau di sini kan gak ada proyektornya. Kalau angkat-angkat tangan (untuk bertanya) harus masuk sampai depan baru di tanggapin,” pungkas Hanif.
Menanggapi keluhan mahasiswa baru, ketua SC mengakui bahwasanya terdapat beberapa kekurangan yang menjadi celah, khususnya terkait tenda. Menurutnya, hal ini akan diperbaiki untuk ke depan di pelaksanaan PESTA tahun berikutnya.
Reporter: Himmah/Muhammad Nawal Haq Al Buny, Ghina Amelia Fitriani, Magang Himmah/Kamalia Salsabila
Editor: Hana Mufidah