Talkshow Kepemimpinan PESTA 2025, Anies: Kepercayaan Nomor Satu

Himmah Online – Kepemimpinan saat ini menimbulkan berbagai permasalahan di negeri ini seperti kenaikan pajak, UU Perampasan Aset untuk koruptor, dan perilaku elit politik. Hal ini memunculkan pertanyaan bagi Nayla Ilma Kauna selaku moderator dalam Talkshow Kepemimpinan PESTA 2025, tentang bagaimana karakter kepemimpinan yang pantas didukung.

Pertanyaan ini dilontarkan kepada pemateri, Anies Rasyid Baswedan selaku narasumber Talkshow Kepemimpinan dalam Pesona Ta’aruf (PESTA) 2025, pada Rabu (3/9). Acara ini diselenggarakan di Panggung Utama PESTA di depan GOR Ki Bagoes Hadikusumo, Kampus terpadu Universitas Islam Indonesia (UII).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anies memaparkan bahwa kriteria inti pemimpin adalah diikuti oleh pengikutnya secara sukarela. Seperti halnya menjadi imam, yang menjadi pemimpin ketika mempunyai makmum atau pengikut. 

“Begitu Anda punya makmum, Anda disebut imam. Karena itu hormati pengikut, hormati orang yang dipimpin,” jelasnya.

Ia juga menekankan untuk menjadi seseorang yang mempunyai pengikut adalah dapat dipercaya oleh pengikutnya. “Kalau tidak dipercaya tidak diikuti. Karena itu sifat dasar (pemimpin) yang harus ada. Namanya Amanah, (yakni) kepercayaan. Kepercayaan nomor satu,” tegas Anies.

Dalam menjadi pemimpin yang dipercaya, Anies memberikan rumusnya, yakni K= K1+I+K2-KP. Ketiga hal yakni K1 (kompeten), I (integritas), dan K2 (kedekatan) harus ditingkatkan demi mempertahankan K (kepercayaan) sebagai seorang pemimpin dan meminimalisir KP (kepentingan pribadi) yang menjadi permasalahan di negeri ini. 

Nah, yang banyak di negeri ini masalah, kenapa? Karena KP-nya kegedean. Dapat jabatan, KP-nya tinggi, memperkaya diri,” ungkap Anies.

Dalam sesi tanya jawab, Anies menanggapi pertanyaan dari salah satu mahasiswa baru, yakni Nelsa, tentang bagaimana menilai pemimpin yang dapat dipercaya. Menurutnya, tips paling mudah untuk menilai seorang pemimpin yang dapat dipercaya adalah dari janji-janjinya, terutama janji yang diutarakan di publik atau saat kampanye. 

“Sebetulnya kalau yang janji seperti itu (yang diungkapkan di publik) malah paling mudah. Kenapa paling mudah? Karena Anda cukup mencatat janjinya, lalu menagih janjinya,” jelasnya. 

Menurutnya, tidak mungkin ada pemimpin yang sempurna, yakni yang dapat memenuhi janji-janjinya saat kampanye. Akan tetapi, dari janji-janji tersebut publik dapat menakar, berapa persen pemimpin tersebut dapat memenuhi janjinya atau yang mendekati dari yang diharapkan. 

Selain itu, Anies menambahkan bahwa hal yang penting untuk menjadi pemimpin adalah berintegritas. “Integritas ini adalah ketika mengambil keputusan, apakah dia mementingkan kepentingan publik atau tidak,” pungkas Anies.

Reporter: Himmah/Muhammad Beltsazar Rosaldi, Latifah Dwi Maharani, Magang Himmah/Muhammad Galih

Editor: Farhan Mumtaz

Baca juga

Terbaru