Kamis, 28 Agustus 2025, Affan Kurniawan, seorang driver ojek online meninggal dalam keadaan tragis setelah dilindas kendaraan taktis aparat kepolisian. Peristiwa ini berlangsung di tengah situasi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Aparat menggunakan cara represif, brutal, dan tidak manusiawi untuk membubarkan massa.
Hilangnya nyawa rakyat sipil akibat tindakan aparat merupakan bentuk kekerasan yang kejam, mencederai rasa keadilan, dan melanggar hak asasi manusia. Kekerasan dan intimidasi yang terus berulang menunjukkan bahwa demokrasi yang diperjuangkan rakyat diperlakukan secara sewenang-wenang.
Kami mendesak negara untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan, mengadili para pelaku, serta menghentikan praktik kekerasan terhadap rakyat.
Keadilan hanya nyata bila rakyat terlindungi, kemanusiaan hanya hidup bila kekerasan dihentikan, dan demokrasi hanya berarti bila suara rakyat dihargai.