Beranda blog Halaman 124

Tim Advokasi SPP untuk Transparansi SPP

foto anam

Tampak mahasiswa sedang membayar uang SPP tengah semester dengan didampingi salah satu tim Advokad SPP DPM U, Senin (4/11). Pendampingan ini dilakukan untuk mengetahui transparansi biaya SPP di tiap fakultas.
(Foto Oleh : Nafiul Mu’alimin)

Oleh: M. Khoirul Anam

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Pada kesempatan hearing perdana Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Universitas (DPM U) tanggal 18 Oktober 2013 lalu, diberitahukan bahwa pada kepengurusan periode ini telah dibentuk tim advokasi SPP.

Menurut Ketua Komisi II DPM U Muhammad Alfy Pratama, tim ini dibentuk untuk mengadvokasi masalah SPP. “Fokus pada pencarian data dalam melakukan advokasi. Istilahnya investigasi. Kita ingin menemukan jalur penyelesaiannya lewat jalur audiensi dengan pihak rektorat. Kalo belum ada data kan percuma audiensi. Nah, untuk efisiensi waktu, kita pakai tim ini,” ungkapnya.

Alfy mengaku, pihak rektorat tidak memiliki transparansi dana SPP di slip pembayaran karena semua itu telah tercantum di buku panduan akademik. “Ya, secara formal saja. Disitu kan tertulis perkiraan. Yang kita minta bukan perkiraan, tapi jelas per setiap pembayaran. Uang-uang ini buat apa saja. Jadinya kan fakta,” ucap Alfy sembari menunjukkan halaman pada buku panduan akademik yang dipermasalahkan. Sejauh ini, tim advokasi SPP sendiri telah mencari data-data yang kiranya dibutuhkan dan telah ditemukan beberapa temuan. “Rencananya, bulan Desember nanti tim akan mengadakan audiensi dengan rektorat,” imbuhnya.

Untuk rencana ke depan, Alfy menjelaskan bahwa terdapat setidaknya tiga agenda. “kalo datanya sudah lengkap, akan ada kuisioner. Lalu kita coba berkomunikasi dengan SIMKEU (Sistem Informasi Manajemen Keuangan-red), dan yang terdekat kita coba rumuskan, kita godog. Ini akan kita bawa ke ranah lebih mendalam atau tidak,” terangnya.

Tim Advokasi SPP sendiri merupakan bentukan dari Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas (LEM U) yang melibatkan 3 unsur, yakni Bidang Kajian Penelitian dan Pengembangan (KPP), Bidang Jaringan dan Advokasi (JAD), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Klinik Advokasi dan HAM. Untuk jumlah anggota, tim ini terdiri dari 8 orang. “Selain saya dan Ari dari DPM-U, ada 6 orang. Dari pihak KPP, Afif dan Aldi. Rio dan Redo dari HAM. Adil-Aziz dari JAD,” terangnya. Dengan adanya tim Advokasi SPP ini, Alfy berharap ke depannya akan ada peningkatan pelayanan SPP di UII.

Informatics Expo 2013

foto alfa

UKM Robotika memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru Teknik Informatika UII, Minggu(3/11). Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan UKM yang ada di Teknik Informatika kepada mahasiswa baru 2013.
Foto oleh : Ayoni Sulthon)

Oleh: Alfa Nur S.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

     Minggu, 3 November 2013, Teknik Informatika UII kembali menggelar Informatics Expo di sebelah Barat gedung K.H. Mas Mansur Fakultas Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia. Acara ini diikuti oleh mahasiswa jurusan Teknik Informatika angkatan 2013.

     Arief Imaduddin Ahmad, selaku ketua divisi acara Informatics Expo mengatakan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan study club dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  yang ada di jurusan Teknik Informatika. Study club dan UKM tersebut diantaranya Informatics Laboratory, Informatika Robotika Study Club, Informatics Digital Art and Photography, Komunitas Musik Informatika, Invose Web Development, dan lain sebagainya.

    Acara puncak dari Informatics Expo ini adalah culture event dimana setiap kelas di jurusan Teknik Informatika 2013 akan menampilkan kreasinya. “Tujuan culture event ini adalah untuk melatih keberanian, kekompakan, dan keakraban peserta.” lanjut Arief.

   Salah satu peserta Informatics Expo, Riza Ramadhan mengungkapkan tujuannya mengikuti acara ini adalah untuk mengetahui UKM apa saja yang ada di jurusan Teknik Informatika, sehingga bisa dijadikan pertimbangan berorganisasi untuknya. “Menarik banget dan aku bisa dapat ilmu banyak.” tambahnya.

Laboratorium Kedokteran Terpadu untuk Akreditasi

Oleh: Fikrinisa’a Fakhrun H.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Tanggal 21 September 2013 yang lalu, Universitas Islam Indonesia meresmikan gedung laboratorium kedokteran terpadu. Kepala Bidang Pengelolaan Aset (BPA) UII Noor Cholis Idham mengatakan, tujuan utama pembangunan laboratorium kedokteran terpadu adalah untuk akreditasi. “Jadi, akreditasi kedokteran paling tidak harus punya laboratorium yang representatif memenuhi persyaratan kedokteran, baik secara nasional maupun internasional. Selain itu juga memiliki rumah sakit. Namun, untuk yang rumah sakit baru diadakan tanahnya dan perencanaannya juga baru akan dimulai,” jelasnya. Noor cholis juga mengaku bahwa mereka tidak mengalami kendala dalam pembangunan gedung laboratorium kedokteran terpadu tersebut. Semua sesuai dengan rencana dan badget yang ada.

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Isnatin Miladiyah ikut menanggapi hal tersebut. Ia mengungkapkan, sudah lama FK mengajukan permintaan untuk dibangunkan gedung laboratorium kedokteran terpadu. Sebelumnya, FK menggunakan tiga laboratorium terpisah, yaitu di laboratorium anatomi, laboratorium terpadu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan gedung D3 Ekonomi. Menurutnya, laboratorium yang terpisah tersebut menyulitkan mereka untuk mengelolanya.

Ia menambahkan, gedung FK yang satu unit dengan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) masih digunakan untuk ruang diskusi tutorial, ruang keterampilan medik, dan administrasi. “Kita sudah mengusulkan agar FK ditempatkan di satu tempat, dan rencana set plan keseluruhan itu, untuk eksaknya kita akan disandingkan dengan FMIPA. Rencananya oleh universitas dan yayasan mau dibangun di dekat laboratorium kedokteran terpadu yang sekarang, tetapi prosesnya masih panjang karena sekarang yayasan sedang berkonsentrasi untuk membangunkan gedung FMIPA dulu,” ungkapnya.

Arif Budi Santoso, salah satu mahasiswa FK angkatan 2012 menyambut baik adanya gedung baru tersebut. “Aku yakin 101% anak FK pasti menjawab enak banget, akunya. Menurutnya,gedung baru tersebut membuat mahasiswa lebih efisien waktu dan tempat. “Ngga’ perlu muter-muter lagi kendaraan, apalagi jalan sana-sini. Tinggal satu tempat doang,” imbuhnya.

UKM Belum Bisa Memanfaatkan Sepenuhnya Laboratorium Anatomi

Oleh: Fikrinisa’a Fakhrun H.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Indonesia Isnatin Miladiyah menyerahkan salah satu ruangan Laboratorium Anatomi kepada Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) Universitas, Fuad pada tanggal 17 Oktober 2013 lalu. Rencananya, ruangan tersebut akan digunakan sebagai kantor kesekretariatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas. “Kita sudah dibangunkan gedung baru untuk laboratorium terpadu kedokteran, makanya gedung yang sebelumnya dipakai sudah kita tinggalkan,” terang Isnatin. Meskipun begitu, belum semua ruangan laboratorium anatomi bisa ditinggalkan karena pihak kedokteran masih menggunakannya.

Di sisi lain, Fuad menginginkan agar laboratorium anatomi tersebut bisa digunakan sepenuhnya. “Dari DPM pengin-nya kan semua bangunan ini agar seluruh UKM dapat diakomodir dalam satu bangunan dan sekretariat,” ungkapnya. Dari keterangan Fuad, kesepakatan saat ini adalah pihak DPM menggunakan satu ruangan terlebih dahulu karena FK masih memerlukan ruangan tersebut untuk penyimpanan arsip. “Untuk ruangan yang lain kemungkinan akan diberikan ke lembaga kemahasiswaan, namun itu akan menunggu waktu,” imbuhnya.

Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Emil Anshori pun angkat bicara.  “Selama ini teman-teman lembaga mahasiswa, salah satunya kreasi mahasiswa UII dan UKM belum ada ruangan ataupun fasilitas untuk mereka menjalankan roda organisasi. Meskipun mereka sebagai minat dan bakat, tapi setidaknya organisasinya juga dapat,” paparnya. Emil memang ingin menyatukan kembali kreasi mahasiswa. Oleh karena itu, ia mengusahakan betul tersedianya fasilitas agar mereka bisa mengaplikasikan keorganisasiannya.

Rencana Publikasi Karya Ilmiah UII Masih Digodok

Oleh: Yuyun Novia S.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Hingga kini, pihak Universitas Islam Indonesia belum membuat peraturan yang pasti terkait Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (SK Dirjen Dikti) Nomor 152/E/T/2012 perihal publikasi karya ilmiah.

Ditemui di ruangannya pada Selasa (21/10) kemarin, Ilya Fadjar Mahardika selaku Ketua Tim Publikasi Karya Mahasiswa mengaku sudah memberikan draf yang berisi ketentuan-ketentuan mengenai jurnal ilmiah kepada pihak rektorat. “Drafnya sudah ada di universitas (UII-red). Tim hanya tinggal menunggu panggilan secara resmi untuk presentasi,” terang Ilya.

Sekilas tentang draf yang diberikan kepada pihak rektorat, Ilya menjelaskan bahwa dalam draf tersebut harus komprehensif dengan banyak hal. “Perlu menjadi titik point di sini bahwa produk mahasiswa itu macam-macam. Tidak hanya jurnal. Ada skripsi, maket, software, dan lain-lain. Semua itu harus ada koridor peraturannya,” tegasnya.

Menurut Ilya, publikasi tentu berhubungan juga dengan hak paten. “Sebuah karya tersebut baru bisa dipublikasikan setelah menerima hak paten bahwa itu miliknya agar tidak ada plagiasi dari pihak lain,” imbuhnya.

Menjadi Tim Publikasi Karya Mahasiswa menurut Ilya bukan menjadi hal yang mudah. Pasalnya, mereka harus menggabungkan banyak aspek. Tidak hanya masalah jurnal saja, melainkan mengenai karya-karya mahasiswa lain yang bisa terakomodasi dengan baik. “Bukan hanya sekadar bikin aturan baru seperti SK Dikjen Dikti yang membuat bingung, tetapi ini harus applicable dilaksanakan di tempat kita,” papar Ilya yang juga Kepala Program Studi Arsitektur ini.

 

Gedung Baru FMIPA Siap Dibangun

fotomipa

Dibulan Novembergedung unit 8 FMIPA akan dirubuhkan untuk dibangun gedung baru. Ruang kelas yang sudah tidak memadai membuat mahasiswa mendesak pihak kampus untuk menyegerakan pembangunan gedung baru ini.  (Foto oleh: Asharudin Wahyu Y.)

Oleh: Yuyun Novia S.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Rencana pembangunan gedung baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UII kini sedikit memiliki titik terang. Pasalnya, sempat tersiar kabar bahwa pembangunan gedung baru tersebut akan dilaksanakan pada awal tahun 2013. Rencananya gedung baru tersebut akan ditempatkan di jalan baru samping rektorat, sejajar dengan Laboratorium Kedokteran.

Seperti yang diungkapkan oleh Baiq Sisca, salah satu mahasiswi Statistika angkatan 2012. “Denger-denger rencana pembangunan akan dilaksananakan di awal tahun (2013-red).  Terus kabar kedua pembangunannya dilaksanakan di bulan Oktober. Sampai bulan November kok nggak dibangun-bangun,” ungkapnya.

Yandi Syukri selaku dekan FMIPA saat ditemui di ruangannya pada Jum’at (11/10) lalu mengungkapkan bahwa membangun gedung baru harus memiliki perencanaan yang matang, minimal 6 bulan. Setelah pendanaannya selesai, baru bisa dimulai pembangunan. “Rencana pembangunannya akan dilaksanakan pada bulan November. Unit 8 juga akan dibongkar pada bulan-bulan itu. Sekarang unit 8 juga sudah dikosongkan, sehingga tidak bisa diundur lagi pembangunannya hanya karena alasan unit 8 masih dipakai kuliah,” paparnya. Yandi juga menambahkan, pembangunan gedung baru maksimal dilaksananakan selama sembilan bulan. Diharapkan pada tahun ajaran baru nanti sudah bisa menggunakan gedung FMIPA yang baru.

FAKTA Bentuk Forum Anak Tingkat Kecamatan

0
Peserta peresmian forum anak Yogyakarta menyayikan lagu indonesia raya, Sabtu (12/10). Forum anak ini dibentuk bertujuan untuk menampung aspirasi-apirasi anak-anak.

Peserta peresmian forum anak Yogyakarta menyayikan lagu indonesia raya, Sabtu (12/10). Forum anak ini dibentuk bertujuan untuk menampung aspirasi-apirasi anak-anak. (Foto oleh : Nafiul Mualimin)

Oleh : M. Khoirul Anam

Kaliurang, HIMMAH ONLINE

Hari Sabtu (12/10) kemarin, Forum Anak Kota Yogyakarta (FAKTA) menyelenggarakan acara pembentukan forum anak kecamatan se-Kota Yogyakarta dengan mengusung tema “Wujudkan Jogja Ramah Anak dengan Forum Anak”. Para pesertanya berasal dari berbagai kelurahan yang ada di Kota Yogyakarta, dimana setiap masing-masing kelurahan  mengirimkan 2 delegasi. Berlokasi di Hotel Kana, Kaliurang, acara ini akan berlangsung selama 2 hari.

Melalui sambutannya, Pipin Anisulistiati selaku perwakilan dari Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Kota Yogyakarta berharap aspirasi anak-anak dapat tertampung lewat media forum anak ini. “Anak punya hak untuk berpartisipasi dan menyuarakan suara mereka di level manapun. Hal ini tidak bisa diwakili oleh para orang tua karena yang bisa merasakan, ya, anak-anak,” ujarnya.

Acara tersebut dibuka dengan teriakan “forum anak!” dari pihak panitia yang kemudian dibalas dengan suara riuh para peserta yang meneriakkan “kami anak dan peduli anak!”.  “Acara kali ini tidak hanya peresmian saja, tapi peserta pun dibekali dengan materi-materi. Jadi mereka tahu tugasnya. Nanti juga ada pembuatan proker buat ke depannya,” terang Muhammad Rifki Renaldi selaku Ketua Panitia acara ini.

Pada hari pertama, para peserta dibekali beberapa materi. Salah satunya tentang partisipasi anak dengan pemateri Eko Sukamto dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SOS Children’s Village, Yogyakarta. Pembentukan dan pengukuhan kepengurusannya sendiri dilaksanakan pada hari ini (13/10).

Wajah Malam Boulevard UII

0

Oleh: Kholid Anwar

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Berbeda dengan siang hari yang banyak dilewati para civitas akademika dan mahasiswa untuk beraktivitas, boulevard Universitas Islam Indonesia di malam hari pun juga dimanfaatkan oleh banyak warga sekitar, dari yang hanya sekadar jalan-jalan, kumpul bersama, sampai yang menjajakan dagangan. Wili adalah salah satu orang yang mengaku bahwa boulevard merupakan area yang tepat baginya dan rekan-rekan BMX-nya untuk berkumpul dan menyalurkan hobi mereka. Bukan hanya itu, ramainya tempat tersebut juga menjadi keuntungan sendiri bagi para pedagang. Dedi, misalnya. Ia bisa meraup untung lebih dari Rp 100.000,00 per malam dengan berdagang kue pukis.

Suyono, satpam UII yang berjaga malam di area boulevard merasakan tempat itu tidak lagi kondusif sekarang. Menurutnya pula, kehadiran komunitas BMX sangat mengganggu lalu lintas. Ia berulang-kali menegurnya akan tetapi hasilnya nihil. Terkait pedagang, ia mengizinkan warga menjajakan dagangannya dengan syarat setelah pukul enam petang. Itu pun tidak boleh masuk zona gerbang kampus.

Mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2013 Andri juga mengomentari hal tersebut.   “Seharusnya lingkungan boulevard tidak dijadikan tempat nongkrong, apalagi buat pacaran. Untuk lingkungan kampus Islam, itu tidak sesuai,” tuturnya.

Green Matric Jadi Tolok Ukur Green Campus

0
Lagi, penebagan pohon dilakukan di kawasan Universitas Islam Indonesia, Sabtu (12/10). Dalam kurun waktu satu minggu sudah ada dua lokasi yang ditebangi pohonya oleh kampus yang bergelar green campus ini. (Foto oleh : Nafiul Mualimin)

Lagi, penebagan pohon dilakukan di kawasan Universitas Islam Indonesia, Sabtu (12/10). Dalam kurun waktu satu minggu sudah ada dua lokasi yang ditebangi pohonya oleh kampus yang bergelar green campus ini.
(Foto oleh : Nafiul Mualimin)

Oleh: Yuyun Novia S. dan Zahrina Andini

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Predikat green campus yang dipegang oleh Universitas Islam Indonesia (UII) sejak tahun 2010 ternyata mengalami kenaikan peringkat per tahunnya. Itulah yang diakui oleh Dosen Teknik Lingkungan Ani Juliani.  “Tahun 2011 UII peringkat 11 di tingkat nasional dan peringkat 65 di tingkat internasional. Tahun 2012 UII peringkat 6 di nasional, namun turun di tingkat dunia karena pesertanya semakin banyak,” ujar Ani saat ditemui di ruangannya pada hari Jum’at (04/10).

Ia memaparkan, tolak ukur penilaian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia selaku pelaksana green campus adalah dengan menggunakan green matric. Green matric merupakan kumpulan dari indikator-indikator green campus yang berisi 5 aspek, yaitu tata letak dan infrastruktur, energi dan perubahan cuaca, sampah, air, serta transportasi.  “Penilaiannya diadakan tiap tahun. Jadi tiap tahun kita mengirim data berupa isian green matric kepada panitia,” tambahnya. Disebutkan oleh Ani bahwa bukan dari pihak panitia yang melakukan survei langsung ke setiap universitas, namun pihak universitas lah yang mendaftarakan diri dengan cara mengisi green matric.

Green matric tersebut ingin menunjukkan bahwa pengertian green campus bukan hanya mengenai kampus yang hijau atau banyak tidaknya kendaraan bermotor, namun dilihat dari berbagai sudut pandang. Disini, green campus lebih menekankan pada sejauh mana kebijakan-kebijakan tersebut diimplementasikan dan hal ini berlaku untuk seluruh fakultas di UII. “Berhubung terbatasnya kolom yang disediakan oleh panitia, pihak UII mengambil rata-rata saja, baik yang dari kampus atas maupun bawah” papar Ani.

Ia mengungkapkan, badan perencanaan UII telah membuat beberapa agenda yang bisa menunjang green campus ini, diantaranya workshop dan seminar, tanam bibit, dan sistem pengelolaan sampah mandiri yang masih menjadi wacana.

Mahasiswi Ilmu Hukum angkatan 2012 Uni Tsulasi berkomentar atas adanya green campus ini. “Fakultas saya masih jauh dari green campus karena kondisinya yang gersang dan panas. Berbeda dengan kampus terpadu yang udaranya sejuk karena banyak pohon,” ujarnya. Ia menambahkan, green campus seharusnya bisa lebih memberikan kontribusi untuk lingkungan. Dengan banyaknya pohon di area kampus bisa memberikan banyak oksigen yang bermanfaat bagi lingkungan.

Berbeda halnya dengan yang diutarakan Adeline Ayu, mahasiswi jurusan psikologi angkatan 2012. “Fakultas saya sudah memenuhi kriteria. Penggunaan AC cukup minimal, jendela penerangannya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk, meskipun tanamannya masih sedikit,” ungkapnya.