Aksi Aliansi Rakyat Memanggil Soroti Pemborosan Anggaran oleh Pemerintah

Sekumpulan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi di pertigaan Jalan Gejayan – Jalan Colombo Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu (13/06). Dalam aksi ini, massa menyuarakan 10 tuntutan serta menolak kebijakan-kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran yang tak berpihak pada rakyat.

Aksi dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan kedatangan para mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat yang kemudian menuju titik kumpul di pertigaan Jalan Gejayan – Jalan Colombo. Setelah massa berkumpul, aksi dilanjutkan dengan orasi-orasi dari berbagai kalangan sebagai ruang untuk menyuarakan keresahan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Marsinah, selaku koordinator lapangan (korlap) aksi dari Forum Cik Di Tiro mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan aksi kolektif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi masyarakat sipil hingga komunitas akar rumput yang terdampak oleh kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Yang pertama elemen organisasi masyarakat sipil, ada NGO (Non-Government Organization). Kemudian ada komunitas-komunitas akar rumput atau komunitas tapak, ada dari petani, kemudian ada buruh, ada pelajar, kemudian ada ibu rumah tangga, juga ada para buruh yang juga bergabung dengan kita,” ujarnya. 

Aksi diakhiri dengan pembacaan Maklumat Aksi Rakyat Memanggil yang menyuarakan 10 tuntutan diantaranya: 1) Penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG); 2) Menolak Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP); 3) Mencabut Revisi UU yang membatasi kebebasan berekspresi seperti Revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, UU Peradilan Militer; 4) Tuntutan pendidikan gratis; 5) Tuntutan fasilitas dan layanan kesehatan gratis; 6) Pemulihan ekonomi negeri dan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Pokok; 7) Penghentian eksploitasi dan melindungi hak-hak pekerja; 8) Tuntutan pembentukan Rancangan UU Transportasi Online yang melibatkan organisasi ojol; 9) Pembebasan tahanan politik; 10) Penjaminan hak-hak agraria rakyat. 

Menurut Marsinah, diantara 10 tuntutan tersebut yang paling ditekankan adalah terkait pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Marsinah menegaskan bahwa pemborosan APBN yang dilakukan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran lebih mengutamakan kepentingan yang berunsur politis daripada kepentingan masyarakat. 

“Khususnya yaitu Danantara, kemudian MBG dan juga KDMP. Karena ketiga anggaran ini telah menyedot anggaran-anggaran yang peruntukannya adalah untuk pemenuhan hak-hak dasar rakyat,” tegasnya.

Aksi selesai pada pukul 17.30 WIB dengan himbauan pembubaran massa untuk kembali pulang ke tempatnya masing-masing. Namun, masih ada beberapa massa aksi yang memilih bertahan dan membakar ban di pertigaan Jalan Gejayan – Jalan Colombo UNY. 

Dani Edison, selaku korlap Aliansi Mahasiswa UNY mengutarakan bahwa pihaknya mengaku telah mengomunikasikan korlap-korlap dari masing-masing universitas untuk menghimbau massanya agar pulang pasca aksi berakhir. 

“Kita sudah menginformasikan itu (red: himbauan pembubaran massa). Terkait adanya massa yang tidak pulang, massa yang tetap ngeyel, itu di luar tanggung jawab Aliansi Rakyat Memanggil,” pungkasnya. 

Reporter: Himmah/Farhan Mumtaz, Irjabarina Dyah Bramandari, Naufal Ulul Albab

Editor: Hana Mufidah

Baca juga

Terbaru