
Salah satu perwakilan Aliansi Mahasiswa UGM menyampaikan orasi yang mengkritik program pemerintah karena dinilai belum memberikan manfaat bagi masyarakat, dalam aksi “Aliansi Rakyat Memanggil” di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Foto: Himmah/Irjabarina Dyah Bramandari

Tiga poster berisi kritik terhadap pemerintah menempel pada mobil pick up yang dijadikan mimbar orasi dalam aksi “Aliansi Rakyat Memanggil” di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Foto: Himmah/Irjabarina Dyah Bramandari

Jor D. Billy, cosplayer asal Yogyakarta, turut menyuarakan keresahannya terhadap kondisi ekonomi Indonesia dalam aksi “Aliansi Rakyat Memanggil” di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Foto: Himmah/Irjabarina Dyah Bramandari

Salah satu peserta aksi “Aliansi Rakyat Memanggil” mengangkat poster bertulisan “Makan Beracun Gratis” di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Foto: Himmah/Irjabarina Dyah Bramandari

Para peserta aksi menempelkan berbagai macam poster di plang Pos Polisi Colombo, pada aksi “Aliansi Rakyat Memanggil) di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Foto: Himmah/Irjabarina Dyah Bramandari

Pembacaan maklumat Aliansi Rakyat Memanggil yang berisi 10 tuntutan rakyat pada aksi “Aliansi Rakyat Memanggil” di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Foto: Himmah/Irjabarina Dyah Bramandari

Tiyo Ardiyanto, Ketua BEM UGM 2025, berpendapat bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya lebih diprioritaskan untuk sektor pendidikan sesuai dengan Pasal 31 Ayat (4) UUD 1945, usai aksi “Aliansi Rakyat Memanggil” di Simpang Tiga Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/06). Foto: Himmah/Irjabarina Dyah Bramandari