Pameran Tanem Tanemaki: Menanam Imajinasi Melalui Ilustrasi Buku Anak

Himmah Online – Memiliki imajinasi adalah kebebasan untuk masing-masing individu. Karena imajinasi bisa menjadi kekuatan bagi seseorang untuk menjalani hidup. Pernyataan ini disampaikan oleh Maria Tri Sulistyani yang akrab disapa Ria, selaku Direktur Artistik Gulali Festival dan salah satu tim penyelenggara pameran ilustrasi buku cerita anak Jepang dan Indonesia bertajuk “Tanem Tanemaki”.

Pameran Tanem Tanemaki merupakan hasil kolaborasi antara Gulali Festival, Yayasan Cita Cerita Anak (TaCita) dan Chihiro Art Museum yang diselenggarakan di Bentara Budaya, Kotabaru, Yogyakarta, Sabtu (26/07). Pameran tersebut menampilkan sekitar 30 karya ilustrasi koleksi Chihiro Art Museum Jepang dan 48 karya dari ilustrator Indonesia.

Ria menjelaskan bahwa pemilihan judul pameran Tanem Tanemaki diambil dari kata “Tanem” dalam bahasa Jawa, yang memiliki arti menanam, dan “Tanemaki” dalam bahasa Jepang, yaitu menanam benih. Menurutnya kedua kata tersebut memiliki makna yang serupa, yakni keinginan untuk menanam benih yang baik untuk masa depan yang lebih cerah.

“Kita pengen menanam imajinasi untuk anak-anak supaya mereka juga punya imajinasi yang luar biasa. Jadi kita percaya apa bibit yang kita tanam, ya itu yang akan tumbuh,” ucap Ria.

Pameran Tanem Tanemaki ini merupakan perayaan atas imajinasi yang dituangkan melalui karya ilustrasi oleh orang dewasa, namun ditujukan untuk menyebarkan ruang imajinasi bagi anak-anak. 

Menurut Ria, pameran ini juga sebagai bentuk apresiasi dari beragam pemantik imajinasi anak-anak dari dua konteks budaya yang berbeda yaitu Jepang dan Indonesia. 

“Jadi sebenarnya di sini kita memang mau merayakan beragam pemantik imajinasi anak-anak yang ada di dua negara ini,” ujarnya. 

Salah satu seniman yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini adalah Maima Widya Adiputri, ilustrator dalam buku cerita anak berjudul Makan Ini, Makan Itu. Ia menjelaskan bahwa karya ilustrasinya menyoroti keberagaman budaya pangan, cara mengonsumsi makanan, hingga mengapa makanan dapat dikonsumsi. 

Ilustrasi karya Maima Widya Adiputri dari buku Makan Ini Makan Itu.
Ilustrasi karya Maima Widya Adiputri dari buku Makan Ini Makan Itu. Foto: Himmah/Cahya Nurani Annisa Paradise.

Gimana sih makanan yang kita makan itu bisa sampai ada di kita. Apakah itu dari hutan, dari pabrik yang aku gambar di bawah itu. Dan di situ juga ngebahas gimana sih kita bisa makan makanan yang udah dimasak atau ya dimakan dengan raw (mentah),” jelas Maima.

Ia juga berharap anak-anak bisa merasa senang dan menikmati karya yang ia buat. Ia tidak ingin karyanya terasa menggurui, melainkan memberi ruang bagi anak-anak untuk bisa memaknai ilustrasi dari buku tersebut secara bebas.

“Jadi mereka bisa memaknai sendiri ilustrasi yang kita bikin. Dan merasa senang sih yang paling penting,” ujar Maima.

Ananta, salah satu pengunjung pameran, menyampaikan bahwa suasana pameran terasa menyenangkan dan bersahabat untuk anak-anak. “(Suasana) ramah anak itu kerasa banget dari layout-nya. Terus ada area baca bukunya,” ujarnya.

Di akhir, Ria berharap dengan diadakannya Pameran Tanem Tanemaki, generasi muda tidak lupa untuk terus menanam dan memelihara imajinasi mereka. 

“Berimajinasilah sebesar-besarnya, sejauh-jauhnya, seluas-seluasnya, seliar-liarnya,” pungkas Ria.

Reporter: Himmah/Zaina Bilqis Afifah, Syaqila Deby Agista, Cahya Nurani Annisa Paradise

Editor: Hana Mufidah

Baca juga

Terbaru