Penyebaran Informasi Kini Kian Masif, As Rimbawana: Pentingnya Dialog Lintas Generasi

Himmah Online – Dialog lintas generasi penting untuk dilakukan di tengah era informasi yang tidak dapat dibendung saat ini. Hal ini diungkapkan oleh AS Rimbawana selaku penulis dan editor, sekaligus pemantik dalam acara diskusi dengan tajuk “Aku Klik Maka Aku Melawan: Ngobrolin Aktivisme Digital dan Partisipasi Publik Hari Ini”. 

Acara ini digelar oleh komunitas Diskusi dan Penelitian Komunikasi (DISPENSI) dengan Izzati Zaleekah selaku moderator pada Minggu (26/10) di Ruang Audio Visual Ilmu Komunikasi UII.  

Dalam penyampaiannya, Rimbawana mengungkap informasi yang berasal dari media sosial, bekerja melalui mekanisme yang tidak netral secara penuh karena cenderung dipengaruhi oleh pengendali modal, algoritma, tren, dan politik.

“Siapa yang kemudian memiliki akses terhadap media sosial kita? Merekalah perusahaan yang berada di Amerika Utara dan Kanada,” ungkap Rimbawana.

Dia menegaskan bahwa media sosial seperti X, Instagram, dan Facebook yang berada di bawah naungan korporat besar di Amerika Serikat dan Kanada menandakan arus informasi yang melimpah masih diatur sedemikian rupa oleh ekonomi Barat. Terutama dengan adanya algoritma yang dapat mengubah cara berpikir seseorang dalam mendapatkan informasi.

Rimbawana menambahkan bahwa hal tersebut terjadi karena algoritma dengan sifatnya yang rutin dan pasif akan dengan mudah menumpulkan kesadaran untuk berpikir kritis, sehingga berpotensi untuk membuat otak seseorang membusuk atau istilahnya lainnya brainrot.

“Rutin itu mematikan, apa-apa yang kemudian rutin itu membuat kita tidak berpikir, sehingga akan kita anggap sebagai hal yang biasa-biasa saja,” jelas Rimbawana.

Menurut Rimbawana, dialog lintas generasi menjadi penting agar seseorang dapat memahami cara pandang yang lebih beragam, baik dari generasi yang lebih tua maupun generasi muda. Tentunya hal ini beririsan dengan pernyataan Rimbawana untuk terus belajar dan memperbarui pikiran di tengah informasi yang kian masif.

“Hingga hari ini saya sebetulnya merasa terus belajar atau memperbarui pikiran,” jelas Rimbawana.

Selain itu, Rimbawana juga menyoroti seberapa pentingnya untuk seseorang dalam mendapatkan pemahaman baru akan dunia yang terus berganti, sehingga dialog antar generasi sangat diperlukan agar seseorang juga tidak memiliki sifat angkuh.

“Bayangkan jika dunia yang kita tinggali itu berganti dan kita tidak mempunyai pemahaman baru atas itu, kita akan menjadi seorang yang angkuh,” pungkas Rimbawana.

Reporter: Himmah/Muhammad Beltsazar Rosaldi

Editor: Ayu Salma Zoraida Kalman

Baca juga

Terbaru