Aksi Kamisan Yogyakarta Gelar ‘Panggung Puan’, Soroti Kekerasan dan Ketimpangan Gender

Massa Aksi Kamisan bertajuk “Panggung Puan: Perempuan yang Melawan” menyuarakan isu ketimpangan gender dan maraknya kekerasan terhadap perempuan. Mereka membentangkan spanduk sembari berbaris di depan Tugu Golong Gilig, Yogyakarta, Kamis (30/4). Foto: Himmah/Maulana

Salah satu peserta aksi perempuan sedang menyampaikan orasi mengenai kebebasan perempuan yang masih bersifat semu karena dibatasi oleh diskriminasi yang mengatur sikap, tubuh, dan ruang hidup mereka, dalam Aksi Kamisan bertajuk “Panggung Puan: Perempuan yang Melawan” di Tugu Yogyakarta, Kamis (30/4). Foto: Himmah/Hana Mufidah

Seluruh peserta membentangkan spanduk bertajuk “Jika Hatimu Bergetar Melihat Ketidakadilan, Kamu adalah Temanku” pada Aksi Kamisan yang digelar di Tugu Yogyakarta atas respon ketimpangan gender dan maraknya kekerasan terhadap perempuan, Kamis (30/4). Foto: Himmah/Fauzan Febrivo Azonde

Salah satu peserta aksi perempuan sedang membacakan puisi tentang ketimpangan dan pembatasan peran perempuan di berbagai aspek kehidupan, termasuk ranah domestik, dalam Aksi Kamisan bertajuk “Panggung Puan: Perempuan yang Melawan” di Tugu Yogyakarta, Kamis (30/4). Foto: Himmah/Hana Mufidah

Salah satu peserta aksi  perempuan berkerudung coklat sedang menyampaikan puisi bertajuk Beban Perempuan Berbeda di Jalan yang Sama, dalam Aksi Kamisan di Tugu Yogyakarta, Kamis (30/4). Foto: Himmah/Fauzan Febrivo Azonde

Esa, mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan, menyampaikan orasi yang menegaskan bahwa kebebasan tanpa keamanan bagi perempuan hanyalah retorika kosong serta menuntut penghapusan diskriminasi berbasis gender, dalam Aksi Kamisan bertajuk “Panggung Puan: Perempuan yang Melawan” di Tugu Yogyakarta, Kamis (30/4). Foto: Himmah/Hana Mufidah