Spanduk berlatar warna merah dan bertuliskan “Bebaskan Paul! Bebaskan Semua Tahanan Politik! Hentikan Perburuan Aktivis!” terbentang di halaman depan Auditorium K.H. Abdul Kahar Muzakir Universitas Islam Indonesia (UII). Spanduk tersebut terpasang pada hari Senin (6/10), menghiasi Aksi Solidaritas dan Pernyataan Sikap Keluarga Mahasiswa UII menanggapi penangkapan oleh aparat terhadap Paul dan ratusan aktivis lainnya.
Aksi Solidaritas dan Pernyataan Sikap dihadiri oleh beberapa tokoh, salah satunya adalah Vedi R. Hadiz, seorang ilmuwan sosial Indonesia yang bekerja sebagai Professor of Asian Studies pada Asia Institute dan Redmond Barry Distinguished Professor di University of Melbourne, Australia. Vedi mengutarakan bahwa aktivis yang ditangkap lalu dimasukkan ke penjara oleh aparat itu tengah membela rakyat yang terdzolimi. Ia mengajukan pertanyaan kepada khalayak, “saya mau bertanya kepada saudara-saudara, itu (penangkapan aktivis) terjadi pada tahun 1996 atau 2025?” ujarnya. “2025!” khalayak bersorak. Vedi menjawab, “jawabannya: sama! (baik tahun 1996 maupun 2025)”.