Beranda blog Halaman 107

Maba Terima Penjelasan Evaluasi Akademik Di Pembukaan SEMATA

0

Oleh : Siti N. Qoyimah

Condong Catur, HIMMAH ONLINE

Semangat Ta’aruf (SEMATA) yang merupakan ospek Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) dilaksanakan mulai hari Minggu, 7 September 2014. Dalam pembukaan acara, D. Agus Hardjito selaku Dekan FE UI, memberikan pengarahan mengenai program-program yang harus diikuti mahasiswa baru seperti Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI) dan Pendamping Agama Islam (PAI). Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai evaluasi akademik mahasiswa yang berlaku di UII.

Agus menjelaskan bahwa evaluasi akademik dilaksanakan pada tahun kedua (menempuh empat semester) dan tahun ketujuh (menempuh 14 semester). Untuk empat semester pertama apabila diambil 40 sks terbaik tetapi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tidak mencapai 2,5 akan drop out (DO) dari UII. Setelah menempuh 2 semeter jurusan memperkirakan mahasiswa yang memungkinkan akademiknya tidak memenuhi syarat di semester 4. Kemudian di semester ketiga peringatan DO diberikan berupa mengirim surat kepada orang tua dan memanggil mahasiswa yang bersangkutan. Kemudian mahasiwa dibantu jurusan untuk memperbaiki nilai seperti memberi saran mengenai mata kuliah yang sebaiknya diambil di semester 4. Apabila semester 4 tidak memenuhi syarat yang telah disebutkan makan mahasiswa tersebut DO. Evaluasi ini juga berlaku untuk semua fakultas. “Yang membedakan hanya grade IPK tiap fakultas. Untuk 40 sks saya kira sama,” tambah Agus. Untuk evaluasi tujuh tahun adalah evaluasi masa studi tanpa menghitung masa cuti resmi sesuai prosedur.

Evaluasi ini bertujuan agar mahasiswa serius dalam menempuh studi di UII. Selain itu evaluasi empat semester merupakan prediksi apakah mahasiswa mampu menyelesaikan studi sebelum tujuh tahun atau tidak. Sehingga mahasiswa dapat mempertimbangkan apakah akan keluar dari UII atau terus kuliah di UII.

FE UII Direncanakan Menjadi Kawasan Bebas Asap Rokok

0
Dwipraptono Agus Harjito selaku dekan FE UII tengah menjelaskan pertimbangan utama terkait lingkungan atas kebijakan baru yang akan ia terapkan dalam jangka waktu setahun kedepan yaitu, pelarangan merokok di area kampus. Bertempat di kantor Dekan FE UII, pada Minggu (07/09). (Foto oleh: Putri Werdina C. A)

Dwipraptono Agus Harjito selaku dekan FE UII tengah menjelaskan pertimbangan utama terkait lingkungan atas kebijakan baru yang akan ia terapkan dalam jangka waktu setahun kedepan yaitu, pelarangan merokok di area kampus. Bertempat di kantor Dekan FE UII, pada Minggu (07/09). (Foto oleh: Putri Werdina C. A)

Oleh : Siti N. Qoyimah

Condong Catur, HIMMAH ONLINE

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (FE UII) direncanakan sebagai kawasan bebas asap rokok. Menanggapi hal tersebut, Agus Harjito selaku Dekan FE UII membenarkannya. Agus mengatakan untuk saat ini langkah yang dilakukan baru sosialisasi kepada para dosen, karyawan, dan mahasiswa melalui lisan. Bagi yang ingin merokok disediakan area untuk merokok yaitu di kantin. “Harapannya seluruh kampus bebas asap rokok,” ujar Agus.

Langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah mengeluarkan surat edaran mengenai larangan merokok. “Untuk sementara ini belum ada sanksi yang dikenakan bagi yang melanggar aturan tersebut. Diperkirakan untuk mencapai harapan ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 tahun,” tambah Agus. Usulan ini selain dilontarkan oleh Dekanat sendiri, juga dari karyawan, dosen maupun mahasiswa yang tidak merokok. Sedang untuk pihak yang menolak program ini Agus mengatakan saat ini belum ada, mengingat program ini sudah merupakan program pemerintah juga. Tujuan diterapkannya aturan ini selain agar area kampus bersih dari sampah putung rokok dan asap rokok juga agar diri sendiri bersih dari asap rokok. Sebelumnya di FE UII tidak ada edaran dan tindakan khusus larangan merokok. Hanya papan kecil larangan merokok yang diabaikan dan tidak semua tempat ada.

PERADILAN : Pekan Raya Silaturahmi dan Perkenalan

0

Oleh : Wean Guspa U.

Taman Siswa, HIMMAH ONLINE

Pekan Raya Silaturahmi dan Perkenalan ( Peradilan ) 2014 berlangsung selama dua hari yaitu dari tanggal 7 sampai 8 September 2014. Nama PERADILAN sendiri memang sudah dipatenkan menjadi nama Pekan Taaruf (PEKTA) di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII). Kegiatan ini sebagai acara besar dari Fakultas untuk mengenalkan kepada mahasiswa/i baru (maba-miba) terkait fakultas yang akan ditempatinya.

Adi selaku ketua Steering Committee (SC) memaparkan, pihak SC sebagai pembuat konsep acara ingin membuat mahasiswa baru ini sebagai pejuang, dengan melihat kondisi para mahasiswa kini yang kebanyakan apatis, lebih peduli dengan dirinya sendiri, tidak memperdulikan nasib negaranya, tidak peduli nasib rakyat – rakyat kecil. Padahal esensi dari mahasiswa adalah sahabat – sahabat rakyat. Ketika kita sebagai mahasiswa tidak peduli dengan rakyat lalu siapa yang perduli dengan rakyat. “Maka kami ingin membuat suatu kegiatan yang akan menumbuhkan kembali jiwa – jiwa pejuangnya, kepeduliannya kepada bangsanya, kepada rakyat kecil dan juga tetntunya terhadap almamaternya sendiri”, tutur Adi. Adi menambahkan tujuan kegiatan ini adalah sebagai penguat rasa tali persaudaraan diantara sesama mahasiswa FH UII.

Pentas Seni, Agenda PEKTA D3 Ekonomi

0

Oleh : Dian Indriyani

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Tahun ini, Pekan Ta’aruf (pekta) D3 Ekonomi dilaksanakan hanya sehari yakni pada tanggal 6 September 2014. Nafi’a Fatmawati selaku ketua Steering Committee (SC) pekta D3 ekonomi mengatakan bahwa pelaksanaan PEKTA hanya sehari dikarenakan jumlah mahasiswa yang tidak terlalu banyak. “Untuk apa pekta diadakan selama dua hari karena jumlah mahasiswa juga tidak banyak hanya 351 orang. Ngabis-ngabisin biaya, karena biaya kita tidak banyak. Makanya kalau dibuat 2 hari terlalu berat bagi panitia.” Ujar Nafi’a.

Pekta kali ini bertemakan membangun insan yang berwawasan luas, percaya diri, dan beretika islam dalam semangat persaudaraan. Materi yang diajarkan dalam pekta bertujuan untuk membangun semangat persaudaraan dan kepercayaan diri maba/miba sehingga mahasiswa nantinya akan memiliki pikiran yang kritis. Para maba/miba diwajibkan mengenakan seragam hitam-putih dan mengikuti pengenalan lembaga seperti Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas. dan sebagainya. Lalu Sore harinya, maba/miba diwajibkan untuk mengenakan baju bebas untuk mengikuti rangkaian games yang telah dirancang. Selain itu, maba/miba di setiap jamaah diwajibkan untuk menampilkan kreasi dalam pentas seni.

Ulfi Khairunisa, mahasiswi baru D3 Akuntansi berpendapat bahwa acara pekta ini seru dan terkoordinir dengan baik serta konsepnya menarik. Menurutnya pekta ini berbeda dari pekta yang lain. “Tapi kelemahanya pembuatan atribut mahal, hingga mencapai 40-50 ribu rupiah.” lanjutnya. Wisnu Setiaji, mahasiswa baru D3 Manajemen juga mengatakan hal yang sama. Ia merasa rangkaian acara pekta ini seru, asik, dan menyenangkan.

Tamah FIAI dimulai

0

Oleh : Fitri Sarita

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Sabtu (06/09) Ta’aruf Mahasiswa (Tamah) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII dimulai. Acara yang dilaksanakan di GOR UII ini resmi dibuka oleh Tamyiz Mukharram selaku Dekan FIAI. Tema yang diusung ialah “Menumbuh Kembangkan Kesadaran Mahasiswa Terhadap Peranan Dan Fungsinya Melalui Aktualisasi Nilai Nilai Islam Guna Mewujudkan Insan Yang Progresif”. “ Tema acara ini tidak berbeda jauh dengan diusung Pesona Ta’aruf (Pesta),” terang Anasti Limbong selaku Koordinator Komisi A Tamah.

Anasti mengatakan, kegiatan Tamah ini akan diadakan dalam waktu dua hari. Pada hari pertama, rangkaian acara hanya akan diadakan materi seputar peran dan fungsi mahasiswa, pengenalan fakultas serta Keislaman. Sembari mengenal kampus FIAI, mahasiswa/i baru (maba-miba) bisa saling silaturahmi antar sesama maba-miba.

Dalam Kegiatan dua hari ini maba-miba diwajibkan menggunakan atribut seperti Co-card dan Mahkota yang digunakan selama kegiatan berlangsung, serta diwajibkan membawa bahan makanan seperti beras, gula, mie Instan dan buku cerita yang nantinya akan disumbangkan dalam kegiatan Bakti Sosial (Baksos). “Dalam kegiatan baksos sebagian jamaa’ah akan diambil sebagai simbol penyerahan ke Panti Asuhan Sinar Melati 2,” tambah Anasti.

Malam puncak Pesta 2014

0
Pelepasan lampion menjadi tanda penutupan PESTA 2014, (04/09). Setelah PESTA mahasiswa baru akan mengikuti PEKTA dimasing-masing fakultas. (foto: Fitri Sarita)

Pelepasan lampion menjadi tanda penutupan PESTA 2014, (04/09). Setelah PESTA mahasiswa baru akan mengikuti PEKTA dimasing-masing fakultas. (foto: Fitri Sarita)

Oleh: Nurcholis Ainul R.T

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Kamis, 4 September 2014 merupakan hari terkahir pelaksanaan Pesona Ta’aruf (Pesta) 2014. Pesta kali ini ditutup dengan acara malam inagurasi. Dian Syadadi, salah satu staf komisi A pesta mengatakan bahwa acara tersebut merupakan malam puncak hiburan yang dibalut dalam tajuk malam inagurasi.

Acara tersebut dibuka dengan penampilan-penampilan dari mahasiswa UII, salah satunya adalah penampilan band dari mahasiswa diploma UII, yang kemudian dilanjutkan dengan parade bendera dari beberapa fakultas yang ada di UII. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah mahasiswa oleh mahasiswa/i baru. Para maba dan miba menggunakan lilin sebagai perantara agar lebih khitmat saat mengucapkan sumpah mahasiswa. Setelah pembacaan sumpah pemuda, panitia meluncurkan kembang api sebanyak 21 letusan yang kemudian disusul lampion yang berjumlah 35 buah. Daeng Ganda selaku koordinator divisi acara Pesta 2014 menjelaskan bahwa acara tahun ini berbeda dengan tahun lalu, karena tahun ini peserta diwajibkan membawa lilin sebagai perantara mahasisawa/i agar lebih khitmat . “Penerbangan ke 35 lampion tersebut maksudnya adalah sebagai gambaran serta representasi masa depan peserta pesta,” ujar Daeng.

Simulasi Aksi Latih Mahasiswa Bersikap Kritis

0
fauzi

Ahmad Jabbar tengah menyampaikan materi untuk simulasi aksi dalam PESTA, Kamis (04/09). (Foto oleh: Fauzi Farid M.)

Oleh: Siti N. Qoyimah

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Hari kedua Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia (PESTA UII) pada Kamis, 4 September 2014 diisi dengan serangkaian agenda. Dimulai dengan Materi Manajemen Aksi hingga Simulasi Aksi. Menurut Hanif Rabani selaku wali jamaah, aksi ini bertujuan agar mahasiswa memiliki sikap kritis. Apabila nantinya ada sesuatu hal yang harus dikritisi mereka bisa melakukan aksi.

Dalam penyampaian materi, Ahmad Jabbar yang merupakan demisioner Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Teknologi Industri menerangkan tentang planning aksi yang terdiri dari menentukan tema aksi, target aksi, skenario aksi, penyamaan frame masa aksi, pemberitahuan kepada pihak keamanan maupun media , dan terakhir koordinator lapangan tentang apa yang akan dilakukan dalam aksi seperti aksi mogok makan, blockade dan sebagainya. Selain itu juga menyampaikan perangkat aksi yeng terdiri dari koordinator, orator, agitator, negosiator, humas, logistik, tim kreatif, medis, security dan dokumenter.

Serangkaian agenda aksi tersebut dibagi menjadi 8 titik di seluruh area kampus terpadu UII yaitu di selatan perpustakaan pusat, timur, utara, dan selatan Kahar Muzakkir, depan kantor Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM), depan panggung PESTA, lapangan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB), dan depan Rusunawa Putri. Mahasiswa membawa sendiri kertas karton yang ditulisi dengan tuntutan aksi. Kemudian dipilih dari maba-miba sebagai koordinator, orator, dan agitator. Dalam simulasi aksi ini, terbagi menjadi beberapa tema, salah satunya yaitu terkait kekurangan PESTA dan pengecaman terhadap Israel. Bertempat di selatan Auditorium Kahar Muzakkir yang merupakan jamaah 58 sampai 70 menyuarakan aksi mengecam Israel dan menuntut membebaskan Palestina karena dinilai penyerangan Israel ke Palestina merupakan pelanggaran HAM. Sedangkan jamaah 27 sampai 36 berada di depan kantor Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM). Mereka menuntut keadilan panitia PESTA lantaran terdapat beberapa , yakni ada sebagian mahasiswa yang mendapat tempat yang panas, ada yang tidak dapat makanan, ada sebagian makanan yang busuk. Selain itu mereka juga menulis surat kepada panitia yang kemudian beberapa panitia mengenai tuntutan-tuntutan tersebut.

Hindari Hukuman Fisik, Maba Tak Lagi Dorong Motor

0

Oleh: Novita Dwi K.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Nampak berbeda bagi para pengguna sepeda motor di hari kedua PESTA, pada Kamis 4 September. Mereka tidak lagi mendorong motor, melainkan langsung mengendarainya hingga lapangan sepak bola yang dijadikan sebagai tempat parkir. Padahal dihari sebelumnya mereka masih mendorong motor dari depan FTSP hingga lapangan sepak bola. Tidak seperti PESTA tahun lalu dimana 2 hari berturut-turut maba-miba mendorong motornya.

Awalnya panitia menginginkan dalam 2 hari maba-miba untuk mendorong motornya. Namun, setelah PESTA hari pertama usai, Abdul Jamil selaku Wakil Rektor (WR) III memberikan himbauan kepada panitia supaya maba-miba tidak mendorong motor lagi. Abdul Jamil menilai mendorong motor termasuk dalam hukuman fisik, sedangkan ia tidak ingin ospek di UII ini ada hukuman fisik.

Menurut Zulfikar La Novas selaku Koordinator Komisi B, WR III seperti terlalu menginterfensi panitia, tetapi setelah dipertimbangkan panitia menyetujui himbauan WR III ini. Panitia menilai himbauan Abdul Jamil juga ada baiknya, tanpa ada mendorong motor maka bisa menghemat waktu rangkaian acara PESTA.

Zulfikar juga mengatakan bahwa himbauan WR III ini mempunyai tujuan yang baik dan tidak menimbulkan kecemburuan bagi mereka yang berjalan kaki. Zulfikar menuturkan mereka yang berjalan kaki dan naik motor sama-sama mengunjungi 3 pos sampai depan gedung Kahar Muzakir. Mendengar himbauan ini, Komisi B langsung berkoordinasi dengan panitia keamanan dan pemandu barisan agar tidak terjadi miss koordinasi.

Alokasi Baksos PESTA

0

Oleh: Arieo Prakoso

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Untuk menanamkan kepedulian kepada mahasiswa baru, panitia memasukan agenda bakti sosial dalam rangkaian acara Pesona Taaruf (PESTA) 2014. Oleh karena itu panitia mewajibkan mahasiswa/i baru (maba-miba) untuk membawa atribut yang akan digunakan untuk bakti sosial (baksos) seperti gula, beras, dan buku bekas.

Terkait pendistribusian baksos, Hafiedz selaku ketua Steering Committee (SC) PESTA mengaku pendistribusian baksos menggunakan perencanaan sesuai dengan data penerima baksos yang telah dihimpun oleh panitia. Berdasarkan data tersebut panitia akan mendistribusikan kepada pegawai UII, diantaranya adalah petugas kebersihan, pegawai satpam, dan tukang parkir, serta akan didistribusikan ke 3 dusun degolan dan beberapa RT yang terletak di sekitar kampus UII. Jika nantinya masih terdapat sisa baksos, panitia akan melakukan kordinasi dengan pihak PM (Pemberdayaan Manusia) Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) UII. Dari koordinasi tersebut rencanya akan di alokasikan ke desa-desa binaan. Panitia menargetkan akan menyelesaikan pendistribusian baksos dalam jangka waktu satu minggu. Sedangkan untuk buku bekas akan dialokasikan ke Sekretaris Umum LEM sebagai aset lembaga dan digunakan untuk mengembangkan perpustakaan LEM.

Abdul Jamil: Mahasiswa adalah Agent of Change

0
Maba-miba mengikuti talkshow dengan tema kemahasiswaan di auditorium Kahar Muzakkir, Kamis (04/09). (Foto oleh: Putri Bidadari A.)

Maba-miba mengikuti talkshow dengan tema kemahasiswaan di auditorium Kahar Muzakkir, Kamis (04/09). (Foto oleh: Putri Bidadari A.)

Oleh: Sirojul Khafid 

Kampus Terpadu, Himmah Online

Abdul Jamil, Wakil Rektor (WR) III Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi pembicara talkshow pada hari kedua Pesona Taaruf (PESTA), Kamis (04/09). Talkshow yang bertema kemahasiswaan ini memaparkan terkait peran lembaga mahasiswa untuk menjadikan para pemimpin bangsa dan mahasiswa sebagai agent of change serta sebagai pembaharu. 

Pria yang lahir di Gresik 51 tahun yang lalu ini menjelaskan bahwa perguruan tinggi bisa memberikan masa depan cerah. Disamping itu, ia menganjurkan untuk menjadikan lembaga mahasiswa sebagai tempat untuk berlatih berorganisasi.” Mahasiswa yang ideal bukanlah mahasiswa kutu buku yang kegiatannya kuliah pulang membaca buku dan begitu setiap harinya, tapi mahasiswa yang ideal adalah yang menggembleng diri untuk masa depan,” ujar Jamil. 

Jamil juga menambahkan walaupun aktif diorganisasi, mahasiswa juga harus lulus dari kuliahnya dalam kurun waktu 5 tahun. Mahasiswa memiliki peran penting dalam kemerdekaan, tetapi tetap tidak mengabaikan pendidikannya. Bercerita terkait masa kuliahnya, Jamil yang saat itu menjadi mahasiswa Fakultas Hukum UII, juga aktif berorganisasi di lembaga mahasiswa, baik di tingkat fakultas maupun universitas. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota LKBH (lembaga konsultasi dan bantuan hukum). 

Saufa Ata Taqiyya, mahasiswa baru dari Fakultas Hukum, mengaku bahwa talkshow dari Abdul Jamil tersebut merupakan talkshow yang menggugah, menyampaikan pesan yang tegas bahwa mahasiswa UII bukan saja tentang keilmuan, namun juga organisasi dan yang paling penting adalah keislaman.