Beranda blog Halaman 108

Data Belum Fix Sebabkan Konsumsi Pra-PESTA Kurang

0

Oleh : Adilia Tri Hidayati

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Pendistribusian konsumsi pada saat Pra Pesona Taaruf (Pra-PESTA) Universitas Islam Indonesia (UII) menuai sedikit kendala. Kendala tersebut disebabkan data jumlah mahasiswa belum fix. Akibatnya, enam dari total 80 jamaah tidak mendapat jatah konsumsi. Ditemukan juga jamaah yang mendapat konsumsi berlebih.

Safar Muhammad Safarullah, selaku Koordinator Komisi C Steering Committee (SC) PESTA mengaku pendistribusian konsumsi dari pra-PESTA hingga PESTA dilakukan melalui wali jamaah (waljam). Setiap waktu makan sudah dekat, waljam akan mengambil konsumsi sesuai dengan jumlah pesanan maba-miba yang telah didata sebelumnya. Maba-miba bisa memilih untuk membeli konsumsi atau membawa bekal sendiri dari rumah. Mereka juga dapat menentukan paket menu makanan mereka (paket telur, lele atau ayam). Pendataan menu dan pembayaran hanya dilakukan ketika pra-PESTA, tidak seperti PESTA tahun lalu dimana maba-miba membayar konsumsi setiap harinya.

Dina Khairunisyah, salah satu anggota Komisi C menuturkan PESTA sekarang memang berbeda konsep dengan sebelumnya. “Kalau dulu maba-miba diminta membayar hari ini, lalu besok diminta lagi. Nah, itu kan, tidak tertib dan membuat banyak kendala seperti kurangnya jumlah konsumsi atau sampai keuangan minus. Belajar dari tahun kemarin, kami agendakan pembayaran di hari pertama untuk keseluruhan rangkaian PESTA,” kata Dina. Dina menambahkan bahwa ternyata cara seperti itu masih menimbulkan kendala yang disebabkan data belum fix.

Dina mengungkapkan Komisi C sebenarnya sudah menyiapkan solusi untuk mengantisipasi. “Kami menghubungi kantin agar menyiapkan beberapa kotak nasi lagi ketika kami tahu bahwa jumlah maba-miba yang didata lebih dari perkiraan kami,” ujarnya. Namun, karena waktu yang dibutuhkan untuk menyuplai konsumsi mendekati waktu pulang acara pra-PESTA, maka panitia menyerahkan keputusan kepada maba-miba. Apakah mereka tetap ingin dipesankan makanan atau menerima kembali uang yang telah mereka bayarkan untuk makan hari itu. “Kami memberitahu kondisi tersebut pada maba-miba dan mereka setuju untuk tidak pesan sebab sudah hampir waktu pulang. Kami kembalikan lah Rp 8.500,00 bagi maba-miba yang tidak meminta air mineral, sementara yang memesan air kami kembalikan Rp 8.000,00,” jelas Dina.

Haninda Lutfi Utami, miba jurusan Teknik Lingkungan membenarkan persoalan tidak kebagian konsumsi ini. “Iya, jamaahku tidak mendapat makanan. Tapi sampai sekarang uangnya belum dikembalikan. Waktu saya tanya ke waljam, saya ditanya mau dikembalikan uangnya atau dibuat makan-makan bareng saja,” tutur Haninda.

Ketika ditanya terkait bagaimana bentuk tender konsumsi, Nurul Wulandari Putri selaku anggota Komisi C mengatakan bahwa PESTA 2014 menggunakan tender terbuka. Panitia membuka pendaftaran, kemudian menyeleksi peserta tender dengan mencoba tester makanan. Kendala saat pra-PESTA terjadi karena panitia tidak dapat memprediksi berapa total pasti maba-miba yang hadir. “Walaupun jumlah mahasiswa lebih dari 6.000, kami tidak mungkin pesan konsumsi berjumlah sama persis. Jadi, kami memesan pada angka aman yaitu sekitar 5.000 kotak,” jelas Nurul. Setelah berjalannya PESTA, konsumsi justru bersisa sebab ada mahasiswa yang tidak mengikuti keseluruhan acara PESTA hingga akhir.

SUARA PEMBACA: PESTA Seru, Memotivasi, Hukuman Tidak Merata dan Sampah yang Dibiarkan

PESTA Seru, Memotivasi, dan Hukuman Tidak Merata

PESTA menarik dan seru walaupun panas-panasan selain itu tidak terlalu memberatkan. Konsepnya bagus dan cukup menarik. Tapi hukuman untuk maba-miba yang melanggar atribut tidak merata karena ada yang dihukum ada yang tidak. Kebersihan sebaiknya disediakan tong sampah di beberapa sudut dan disuruh bawa trashbag sendiri-sendiri.

(Noviqa Wardani – Jurusan Akuntansi 2014)

Saya merasa banyak mengetahui tentang UII. Lebih kenal organisasinya. Selain itu dikenalkan dengan alumni yang sudah sukses, menjadi motivasi untuk mengikuti jejak mereka. Untuk acara pesta seru. Apalagi kemaren dihibur dengan adanya Pentas Kreatifitas.

(Mulyani Z. Paramata – Jurusan Teknik Lingkungan 2014)

Sampah yang Dibiarkan

Seharusnya tendanya ditambah agar tidak kepanasan jadi bisa asyik nonton acaranya. Walaupun disuruh memungut sampah masing –masing, tetapi masih banyak yang membuang sampah sembarangan karena kesadarannya kurang. Apalagi dengan sampah kecil-kecilan harus disapu untuk membersihkannya.

(Dita septyanti – Jurusan Teknik kimia 2014)

PESTA tidak mencerminkan tema lingkungan. Sebelum pulang disuruh bersih-bersih. Namum, karena banyak yang lelah jadi membiarkan saja. Disamping maba-mibanya, panitianya juga lelah.

(Lalu Bagus A. – Jurusan Teknik Kimia 2014)

Prodi Baru UII

0

Oleh : Norma Indah P.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Tahun ajaran ini, Universitas Islam Indonesia (UII) resmi membuka dua prodi baru yakni Ilmu Hubungan Internasional (HI) dan Pendidikan Kimia. Hangga Fathana selaku Direktur Humas UII mengatakan bahwa respon terhadap HI cukup baik. Tercatat sebanyak 124 pendaftar yang memilih HI sebagai pilihan pertamanya setelah 2 bulan diresmikan. Sedangkan untuk pendidikan kimia, pendaftaran masih dibuka sampai tanggal 20 September 2014 melalui jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB)., mengingat Surat Keputusan dari dikti baru turun tanggal 1 Juli 2014 lalu. Tercatat mahasiswa HI sekarang ini berjumlah 113 sedangkan untuk Pendidikan Kimia hingga tanggal 1 September tercatat 15 mahasiswa yang sudah dinyatakan diterima dan masih akan terus bertambah.

Pendaftaran prodi pendidikan Kimia yang masih berlangsung hingga saat ini, mengakibatkan mahasiswa baru tidak dapat mengikuti kuliah perdana, Pesona Ta’aruf (PESTA), Pekan Ta’aruf (PEKTA) dan Orientasi Nilai Dasar Islam (ONDI). Menanggapi hal tersebut, Abdul Jamil selaku Wakil Rektor III mengungkapkan bahwa hal tersebut bukanlah suatu masalah, sedangkan untuk ONDI, mahasiswa baru pendidikan Kimia dapat menyusul tahun depan.

Terkait ketidakikutsertaan mahasiswa baru pada PESTA 2014, Edi Subagio selaku ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) UII menyatakan tidak memiliki kewenangan mewajibkan atau memberi sanksi. Solusi yang ditawarkan Edi ialah nantinya akan diadakan gathering untuk mahasiswa baru pendidikan Kimia.

Wakil Rektor III Asik Pidato, Maba Tidur

0
Beberapa peserta talkshow kelembagaan PESTA 2014 tertidur di masjid Ulil Albab, Rabu (04/09).Hari ini MABA-MIBA dijadwalkan mengikuti rangkaian Pesta hinga pukul 21.00 WIB. (Foto oleh: Nurcholis Ainul R. T.)

Beberapa peserta talkshow kelembagaan PESTA 2014 tertidur di masjid Ulil Albab, Rabu (04/09).Hari ini MABA-MIBA dijadwalkan mengikuti rangkaian Pesta hinga pukul 21.00 WIB. (Foto oleh: Nurcholis Ainul R. T.)

Oleh : Nurcholis Ainul R. T.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

PESTA sudah memasuki hari ketiga, Acara pada hari ini (04/09) dimulai dengan talkshow kemahasiswaan pukul 07.00 WIB yang bertempat di dalam serta pelataran Auditorium Kahar Muzakir. pada acara tersebut wakil rektor (WR) III, Abdul Jamil memberikan pidato kepada maba/miba tentang pentingnya kelembagaan mahasiswa. Seperti hari-hari sebelumnya, maba/miba duduk berdesakan saat mendengarkan pidato yang diberikan.

Saat Abdul Jamil berpidato, banyak maba yang tidur di dalam Masjid Ulil Albab. Ada lebih dari 10 mahasiswa yang tidur disana. Salah satunya adalah Muhammad Rifqi Alghani mahasiswa baru jurusan manajemen. Algha beralasan bahwa ia kurang tidur dan juga kepanasan. Kebetulan jama’ahnya memang mendapat tempat di luar gedung Auditorium Kahar Muzakir. Selain itu ia juga mengatakan bahwa pidato WR III tidak terlalu jelas terdengar dari jama’ahnya karena tidak disediakan monitor dan speaker seperti jama’ah lainnya. “Saya kurang tidur jadi ngantuk banget, jama’ah saya juga adanya di depan panggung jadi panas”, ujar Algha. Ketika ditanya apakah ia meminta izin untuk pergi ke Masjid Ulil Albab, Algha mengatakan bahwa ia tidak meminta izin ke wali jama’ahnya. Selain Algha, banyak juga mahasiswa yang duduk-duduk di dalam Masjid Ulil Albab sambil memainkan gadget-nya.

Maba Ketahuan Merokok Saat PESTA

0
Maba dihukum lari mengelilingi boulevard  karena ketahuan merokok, Kamis (03/09). (Foto oleh: Al-Aina Radiyah)

Maba dihukum lari mengelilingi boulevard karena ketahuan merokok, Kamis (03/09). (Foto oleh: Al-Aina Radiyah)

Oleh : Al-Aina Radiyah

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Tiga mahasiswa baru kedapatan menghisap rokok pada hari pertama Pesona Ta’aruf (PESTA) 2014 (03/09) berlangsung. Havizal Syahrizen Gean angkatan 2012 Fakultas Teknologi Industri selaku Pemandu Barisan mengatakan, ia mengetahui kejadian ini dari ko’or pemandu bairsan yang saat itu tengah berjalan melewati minimarket syar’i yang berada di samping rektorat pada waktu dzuhur tiba.

Tidak semua pemandu barisan mengetahuinya sebab kejadian maba merokok baru Pesta 2014 hari pertama terjadi. “Jika ada salah satu pemandu barisan yang melihat kejadian ini, maka mereka diberi kewenangan untuk mengambil tindakan untuk memberi hukuman kepada maba yang melanggar aturan,” ungkap Havizal. Anggota pemandu barisan memberikan hukuman sedang kepada tiga maba yang melakukan pelanggaran tersebut dengan menyuruh mereka berlari keliling bulevar sebanyak tiga kali putaran.

Tiga maba tersebut adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ilmu Agama Islam, dan Fakultas Hukum. Kasus sama di hari yang sama juga terjadi pada salah seorang maba Fakultas Hukum. Ia diketahui tengah merokok di depan ATM area FPSB sekitar pukul 13.20 WIB. Pemandu barisan yang melihat kejadian itu lantas menghukumnya dengan membawanya ke depan panggung Pesta. Tak ayal, ia pun dilihat oleh banyak maba dan miba 2014. Di depan panggung, ia disuruh menghafalkan Pancasila dengan suara lantang dan menyanyikan lagu ‘Potong Bebek Angsa’ dengan mengubah setiap suku kata liriknya dengan vokal O. Havizal mengatakan, pemandu barisan tidak memberikan sembarang hukuman, melainkan mereka telah melakukan regulasi dengan pemandu barisan lainnya, baik untuk pelanggaran sedang, ringan, maupun berat.

Peralatan dan Atribut PESTA Hari Kedua

0

Oleh : Adilia Tri Hidayati

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Pesona Ta’aruf (PESTA) 2014 tanggal 3 September ditutup dengan pengumuman perlengkapan dan atribut bagi mahasiswa/i baru (maba-miba) yang harus dibawa esok hari. Panitia PESTA mengumumkannya setelah maba-miba melaksanakan ibadah shalat Maghrib. Untuk hari kedua PESTA, maba-miba diwajibkan membawa beras ½ liter untuk keperluan bakti sosial, lilin 1 batang, karton A2 sebanyak 1 lembar, karung 1 buah, koran, dan spidol. Disamping itu atribut seperti co-card, alat shalat, obat pribadi, dan sandal jepit juga tetap dibawa. Soal ketentuan pakaian tidak ada perubahan dari kuliah perdana yang lalu. Maba masih mengenakan setelan kemeja putih panjang dan bawahan hitam yang menutup aurat. Miba menggunakan jilbab putih tanpa bordir atau motif, sedangkan maba memakai kopiah hitam dengan sepatu hitam polos.

Pentas Kreatifitas Mahasiswa Menutup Hari Pertama PESTA

0
balok

UKM Merpati Puitih menunjukkan aksi mematahkan balok beton pada Pentas Kreatifitas, Rabu (03/09). (Foto oleh: Fauzi Farid M.)

Oleh : Siti N. Qoyimah

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Hari pertama Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia (PESTA UII) 2014 ditutup dengan Pentas Kreatifitas Mahasiswa Sesi 1. Pentas ini diawali dengan penampilan Marching Band UII yang merupakan salah satu Lembaga Khusus (LK) UII. Berikutnya disusul dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa UII (PSM UII). Dalam kesempatan ini PSM UII memberikan sejumlah bunga mawar pink untuk penonton dan menyanyikan tiga lagu. Mendapat urutan ketiga, Merpati Putih tampil dengan rangkaian gerakan silat serta gerakan mematahkan balok beton dan ganggang pompa air. Dilanjutkan dengan penampilan Taekwondo dan ditutup dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Pramuka yang merupakan UKM yang dibentuk dua bulan lalu. Untuk UKM Musik Unisi yang seharusnya tampil hari ini, diundur menjadi esok hari. Hal ini dikarenakan sampai pada pementasan UKM pramuka, adzan sudah berkumandang. Sehingga, pihak panitia memutuskan untuk mengundur penampilan dari UKM Musik Unisi. Sedangkan Pentas Kreatifitas mahasiswa sesi 2 akan dilaksanakan pada PESTA hari selanjutnya yaitu pada Kamis 4 September 2014.

Balon Gas Ikut Ramaikan PESTA

0

Seorang penjual balon memberikan balon secara cuma-cuma kepada miba yang terlambat datang, Rabu (03/09). (Foto oleh: Siti N. Qoyimah)

Oleh : Novita Dwi K.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Hari Pertama Pesona Ta’aruf (PESTA), Selasa 03 September 2014, mewajibkan bagi mahasiswa/i (maba/miba)untuk membawa balon gas. Warna kuning bagi miba, dan warna biru bagi maba. Pemberitahuan terkait atribut ini sudah disampaikan saat pra PESTA, yaitu pada tanggal 02 September lalu. 

Namun, hingga menjelang dimulainya acara, masih banyak maba-miba yang terlihat tidak membawa balon. Hal ini sangat menguntungkan penjual balon yang ada di sekitar boulevard. Belum lagi banyak balon gas maba-miba yang tiba-tiba terbang atau bahkan meletus. Padahal kelengkapan peralatan mereka belum diperiksa oleh pemandu barisan, sehingga membuat mereka keluar barisan demi membeli balon gas. Meski panitia telah mencegahnya, maba-miba tetap memaksa keluar. 

Kejadian ini membuat beberapa penjual balon semakin giat untuk menarik pembeli. Penjual balon tidak hanya dari masyarakat sekitar, ada pula beberapa mahasiswa yang terlibat. Terlihat ada stand jurusan Teknik Informatika, ada pula mahasiswa jurusan Farmasi yang menjualnya dengan cara mengejar pembeli. 

Zilfa Shofi Ibran, mahasiswa jurusan Farmasi angkatan 2012 mengatakan bahwa mulai pukul 03.00 WIB dia dan teman-temannya sudah membuka stand di depan rumah makan Cowek Ireng. Ketika boulevard mulai ramai mereka mulai berjualan balon di depan boulevard. Zilfa menambahkan bahwa mereka kesulitan mencari tukang balon dikarenakan tidak hanya UII saja yang mewajibkan maba-mibanya untuk membawa balon gas pada saat OSPEK, tetapi ada juga dari universitas lain. “Dari semalam kita mencari tukang balon di Jalan Kaliurang tidak mau terima pesanan. Jadi kita sampai mencari ke 3 tempat tukang balon yang berbeda, tadi kita membawa sekitar 200 balon gas lalu kita jual Rp 10.000,00 per balon,” ujar Zilfa. 

Tidak hanya menjual balon gas, ada sebagian yang menjual atribut PESTA lainnya, seperti koran. Yulianto, menuturkan bahwa dia menjual balon gas seharga Rp 10.000,00 per balon sedangkan koran hanya dibayar sukarela. “Kalau koran tidak saya jual langsung. Kalau ada yang minta, ya, saya kasih. Tapi bayarnya sukarela saja, tidak saya patok. Rata-rata membayar Rp 1.000,00 sampai Rp 2000,00,” jelasnya.

Menanam Cinta Berorganisasi Melalui Parade

0
Keluarga Mahasiswa (KM) melakukan parade, Rabu (03/09). Mahasiswa baru sejak dini diperkenalkan berbagai organisasi di kampus agar nantinya mereka dapat memilih organisasi yang ingin diikuti. (Foto oleh: Putri Bidadari A.)

Keluarga Mahasiswa (KM) melakukan parade, Rabu (03/09). Mahasiswa baru sejak dini diperkenalkan berbagai organisasi di kampus agar nantinya mereka dapat memilih organisasi yang ingin diikuti. (Foto oleh: Putri Bidadari A.)

Oleh : Sirojul Khafid

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Rabu, 3 September 2014 Pesona Ta’aruf (PESTA) telah memasuki hari kedua. Acara ini diawali dengan pembukaan PESTA secara resmi oleh Harsoyo selaku rektor Universitas Islam Indonesia yang dilanjutkan dengan pelepasan balon. Pesta hari kedua ini juga dimeriahkan dengan parade Lembaga Khusus (LK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dimana organisasi yang termasuk ke dalam LK dan UKM memperkenalkan organisasi mereka kepada maba dan miba.

Parade ini diikuti oleh 10 organisasi yakni Marching Band, Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) UNISI, LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) HIMMAH, PSM (Paduan Suara Mahasiswa), taekwondo, pramuka, pencak silat Merpati Putih, Al Fath, soft ball, dan futsal sebagai urutan terakhir parade. Namun, ada beberapa organisasi yang tidak ikut serta seperti KOPMA (Koperasi Mahasiswa) dan basket. Diharapkan dengan kegiatan ini maba-miba mengetahui dan tertarik dengan organisasi yang ada di UII.

Rajak Ismawanto, maba jurusan Teknik Sipil mengatakan bahwa dia tertarik dengan parade tersebut yang memberikan wawasan betapa banyak UKM di UII. Muhammad Irfan Rifadi juga mengatakan hal serupa, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ini merasa tertarik untuk masuk Marching Band sebagai tempat menyalurkan kreativitasnya.

Proses Stempel Co-card Menuai Problema

0
Karena kurangnya kordinasi panitia pesta mengakibatkan para maba berdesak-desakan untuk meminta stempel dari cocard yang telah dibuat kepada panitia pesta.  (Foto oleh: Arieo Prakoso)

Karena kurangnya kordinasi panitia pesta mengakibatkan para maba berdesak-desakan untuk meminta stempel dari cocard yang telah dibuat kepada panitia pesta. (Foto oleh: Arieo Prakoso)

Oleh : Adilia Tri Hidayati

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Sesuai dengan rundown acara, rangkaian kegiatan Pesona Ta’aruf (PESTA) 2014 dimulai dengan persiapan atribut pengenal mahasiswa/i baru (maba-miba), yaitu co-card. Mengambil tempat di sekitar Auditorium Kahar Mudzakir dan Fakultas Psikologi Sosial Budaya (FPSB), pembuatan co-card dimaksudkan agar maba-miba dapat belajar memanajemen waktu. Selain itu juga bertujuan untuk melatih kemandirian, dan menghilangkan budaya konsumtif serta kebiasaan hidup praktis maba-miba. Namun, terjadi masalah dalam pelaksanaannya.

Pembuatan co-card diagendakan sampai pukul 15.00. Maba-miba yang sudah selesai membuat co-card diminta menyerahkan co-card pada panitia yang berjaga di Kantor Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) dan Auditorium Kahar Muzakir untuk distempel. Stempel ini nantinya berfungsi sebagai bukti bahwa maba-miba memang membuat co-card mereka sendiri, bukan hasil membeli jadi. Namun, mereka tidak boleh melampaui batas waktu yang diberikan. Jika melebihi pukul 15.00, maba-miba tidak akan mendapat stempel sehingga mereka dikenakan sanksi pelanggaran ringan di keesokan hari.

Awalnya, proses menstempel co-card berlangsung teratur. Ketika menjelang siang baru lah tampak kesemrawutan dalam antrean. Maba-miba saling berebutan untuk mendapat stempel, mengakibatkan jalan depan Kantor LEM UII menjadi penuh dan sesak.

Zulfikar La Novas selaku Koordinator Komisi B Steering Committee (SC), mengatakan bahwa Komisi B sudah mentransformasikan ke wali jamaah (waljam) dengan baik. “Kami sudah bilang ke waljam agar memberitahukan maba-miba yang sudah selesai membuat co-card supaya langsung meminta stempel, tidak harus menunggu semua co-card jamaahnya selesai. Namun, mungkin jamaah mereka terlalu solid, sehingga mereka mengumpulkan seluruh co-card terlebih dahulu dalam satu waktu,” jelasnya.

Miss koordinasi yang sempat terjadi ini membuat co-card beberapa jamaah masih belum distempel. Hari yang beranjak semakin sore menjadi alasan bagi panitia PESTA untuk memberhentikan proses menstempel. “Kami berpikir lebih baik maba-miba kembali ke jamaah masing-masing untuk mendapatkan pengarahan tentang atribut saja, daripada harus mengantre distempel. Jadi mereka bisa cepat pulang,” ucap Zulfikar. Dia juga menambahkan maba-miba yang belum mendapat stempel kemungkinan tidak diberi sanksi sesuai dengan ketentuan awal. “Karena ada keadaan seperti ini, maka mungkin ditoleransi. Tetapi akan kami bicarakan dulu dalam rapat evaluasi, ini jadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya,” lanjut Zulfikar.