Beranda blog Halaman 109

Konsep Baru Pesta, Maba Membuat Co-card Bersama

0
Mahasiswa baru mengantri untuk meminta stempel kepada panitia PESTA 2014, Selasa (02/09). (Foto oleh: Arieo Prakoso)

Mahasiswa baru mengantri untuk meminta stempel kepada panitia PESTA 2014, Selasa (02/09). (Foto oleh: Arieo Prakoso)

Oleh : Nurcholis Ainul Rafiq Tri

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Selasa, 2 September 2014, Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas (LEM U) Universitas Islam Indonesia (UII) tengah melaksanakan orientasi mahasiswa dan mahasiwi baru atau yang lebih dikenal dengan nama Pesona Ta’aruf (PESTA). Agenda dari rangkaian acara PESTA pada hari ini adalah pembuatan co-card yang akan digunakan oleh para mahasiswa/i baru pada hari kedua dan ketiga PESTA yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 September 2014.

Pukul 07.00 WIB kegiatan PESTA dimulai, peserta PESTA berkumpul dengan jama’ahnya masing-masing. Para wali jama’ah (waljam) melakukan pengecekan atribut-atribut yang wajib dibawa oleh peserta PESTA seperti bahan-bahan pembuatan co-card dan perlengkapan shalat. Banyak mahasiswa yang tidak melengkapi atribut yang telah ditentukan sehingga mereka mendapatkan hukuman, yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Garuda Pancasila. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan sesame jama’ah dan pembuatan co-card

PESTA kali ini mencapai 80 jama’ah, yang terdiri dari 83-84 orang di setiap jama’ahnya. Berbeda dengan PESTA tahun lalu, nama-nama jama’ah PESTA tahun ini diambil dari nama pendiri UII serta nama pahlawan-pahlawan Indonesia, sedangkan pada PESTA tahun lalu nama jama’ah diambil dari nama-nama surat yang ada dalam Al-Qur’an.

Nur Siti Fatimah, selaku komisi A panitia PESTA menjelaskan bahwa mereka memang sengaja mengambil nama yang berbeda dari tahun lalu karena sesuai dengan tema yang sedang mereka usung. ”Karena tema kita ‘Intelektual Progresif’, kita berharap agar kita dapat termotivasi untuk menjadi lebih baik oleh para pahlawan tersebut,” ujar Siti.

Pra-Pesta Bantu MABA Lebih Mandiri

0

Oleh : Putri Bidadari A.

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Pesona Ta’aruf (PESTA) merupakan agenda tahunan UII dalam rangka menyambut mahasiswa/i baru. Hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar maupun Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) untuk dapat meraup untung dengan cara menjual atribut PESTA.

panitia tidak menindak tegas bagi para penjual atribut PESTA. Hal ini dikarenakan dari panitia sendiri sebenarnya tidak ada larangan terkait hal tersebut. Panitia hanya memberi himbauan kepada para mahasiswa baru untuk dapat mandiri. Fachmi Kurniawan selaku Wali Jama’ah PESTA tahun ini menuturkan bahwa sebelum kuliah perdana panitia gencar menempelkan peringatan-peringatan agar mahasiswa baru tidak membelinya atribut ospek diluar.

Dari pihak panitia PESTA mencoba meminimalisir penjualan atribut PESTA yang dengan cara menggagendakan pembuatan co-card bersama pada saat pra PESTA yaitu pada tanggal 2 September. Fachmi mengharapkan dengan adanya pembuatan co-card di acara pra pesta, mahasiswa baru dapat mandiri karena mereka bukan anak SMA lagi. Terkait alokasi tempat dari panitia sendiri menyediakan tempat di luar lapangan utama FPSB tetapi tetap disekitar lingkungan UII.” UII itu kan luas pasti muat lah, untuk mengantisipasi bertabrakan antara satu jama’ah dengan jamaah lainnya kami dari pihak panitia telah membuat denahnya dengan perhitungan yang matang,” tutur Fachmi.

Untuk kegiatan pra PESTA sendiri pasti akan menemukan kendala-kendala dalam pembuatan co-card. Seperti dalam hal kebersihan akan menimbulkan sampah yang melimpah. Namun, pihak Komisi A kepanitiaan PESTA sudah memperhitungkannya, yaitu dengan adanya koordinasi dengan pihak wali jama’ah. Masing-masing wali jama’ah sudah membawa kantong plastik untuk menampung sampah dari sisa pembuatan co-card.

Pembuatan Co-card PESTA UII 2014

Seorang miba tengah membuat co-card di area gedung Kahar Muzakkir (02/09). Co-card tersebut akan digunakan selama PESTA 2014. (Foto Oleh: Putri Werdina C. A.)

PESTA 2014 Banyak Membuang Waktu

PESTA kali ini banyak membuang waktu karena mahasiswa menunggu terlalu lama. Untuk hal postifinya PESTA ini dapat melatih mental. Harapannya ditambah lagi tendanya sehingga tidak panas dan dipercepat waktunya sehingga tidak terlalu lama dan membuang waktu. (Roby Darmawan-Jurusan Ekonomi Islam 2014)

Kurangnya Tenaga Medis di Kuliah Perdana

0

Oleh : Arieo Prakoso

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Senin, 1 September 2014 dilangsungkan kuliah perdana bagi mahasiswa baru. Dalam kuliah perdana ini meninggalkan beberapa permasalahan. Salah satunya adalah terbatasnya jumlah tenaga medis yang hanya berjaga didalam auditorium. Sedangkan untuk yang diluar auditorium tidak ada pengawasan. Akibatnya beberapa mahasiswa yang sakit tidak mendapatkan penanganan segera dari panitia. Mereka hanya ditangani seadanya oleh teman yang sama-sama mengikuti kuliah perdana.

Arief Rahman selaku ketua panitia kuliah perdana mengatakan bahwa di awal acara panitia memberitahukan kepada mahasiswa jika panitia telah menyediakan P3K dan juga 4 tenaga kesehatan dari JIH yang bersiaga didalam gedung untuk mengatasi permasalah darurat. Sehingga mahasiswa baru yang merasa membutuhkan perawatan dapat menghubungi tim medis yang telah bersiaga didalam gedung. Selain itu panitia juga menyediakan klinik kedokteran yang dipergunakan untuk menangani mahasiswa yang membutuhkan perawatan lebih tanpa harus dibawa ke rumah sakit. Arif menambahkan jika diperlukan untuk kuliah perdana tahun depan pihak panitia akan bekerja-sama dengan mahasiswa kedokteran dalam penanganan masalah medis.

Mahasiswa dituntut Mengingat Landasan Berfikir dan Bertindak

0
Pada tahun ini, panitia menyiapkan lapangan FPSB sebagai lokasi tambahan bagi mahasiswa/i baru untuk mengikuti kuliah perdana. (Foto oleh: Putri Werdina C. A.)

Pada tahun ini, panitia menyiapkan lapangan FPSB sebagai lokasi tambahan bagi mahasiswa-mahasiswi baru untuk mengikuti kuliah perdana (01/09) (Foto oleh: Putri Werdina C. A.)

Oleh : Putri Werdina C. A.

Kampus Terpadu, Himmah Online 

Senin, 1 September 2014 Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kuliah perdana yang dimulai pukul 07.00 WIB. Bertempat di Auditorium Kahar Muzakir, mahasiswa sejak pukul 06.30 WIB telah memenuhi lingkungan auditorium. Kuliah perdana dibuka dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara, kemudian dilanjut dengan penampilan Marching Band UII. 

Setelah itu sambutan dari Ilya Fajar Maharika selaku Wakil Rektor I bagian akademik yang membacakan data statistic terkait keseluruhan jumlah mahasiswa yang mencapai 6441 orang. Jumlah tersebut mewakili keseluruhan provinsi yang ada di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa 5 provinsi pendaftar terbanyak pada tahun ini jatuh pada provinsi Jawa Tengah yang menempati peringkat pertama sebanyak 1961 mahasiswa. Peringkat kedua yakni DIY sebanyak 1519 mahasiswa. Disusul dengan Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur yang masing-masing jumlah pendaftarnya sebesar 678 mahasiswa, 507 mahasiswa, dan 459 mahasiswa. 

Harsoyo, selaku rektor UII dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa-mahasiswi baru yang diterima pada tahun ini adalah putra-putri terbaik bangsa dan harapan seluruh umat Islam di dunia. Dari 62.628 calon mahasiswa yang mendaftar hanya 6441 yang diterima. “Oleh karena itu mahasiswa diharapkan belajar sungguh-sungguh, mencari sebanyak-banyaknya pengalaman, serta harus berproses menjadi insan yang berkontribusi dalam kemajuan bangsa,” ujarnya. 

Ia mengatakan kepada seluruh mahasiswa baru untuk selalu ingat pada slogan UII yang sering digaungkan yaitu Value, Innovation and Perfection, Wisdom, Sains and Technopark. “Kita seyogyanya ingat selalu nilai-nilai yang menjadi landasan kita berpikir dan bertindak, kemudian harapannya setelah kita mendapatkan nilai tersebut kita dapat melakukan sebuah inovasi yang nantinya inovasi tersebut dapat menjadikan kita pribadi yang sempurna,” tegasnya. 

Dalam pelaksanaan kuliah perdana tahun ini, banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan tempat duduk. Hal ini akibat dari peningkatan jumlah mahasiswa. Nurbaroro Titakia, mahasiswa baru jurusan Bisnis Management mengatakan bahwa ia tidak masalah jika harus berdiri dalam kuliah perdana. “Saya tidak masalah harus berdiri dalam kuliah perdana kali ini, habis mau gimana lagi, tadi saya sudah tanya ke panitia tapi mereka belum menemukan solusinya,” tutur Nurbaroro Titakia. 

Diah Nafis, mahasiswa Hukum Islam juga mengatakan hal serupa. “Saya biasa saja dengan kondisi seperti ini, tidak masalah jika harus berdiri karena sudah ada temannya. Pada awalnya memang saya merasa bosan. Seharusnya panitia bias mempersiapkan acara kuliah perdana ini dengan baik,” ucapnya.

Persiapan PESTA 2014

0

Oleh : Adilia Tri Hidayati

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Setelah kuliah perdana di Auditorium Kahar Muzakir usai, panitia Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia (PESTA UII) 2014 mengumumkan sejumlah ketentuan tentang tata tertib selama pelaksanaan PESTA dan perlengkapan yang harus dibawa oleh mahasiswa/i baru (maba-miba) untuk kegiatan PESTA yang akan dimulai pada tanggal 2-4 September 2014.

Berbeda dengan PESTA tahun lalu, pada tahun ini pembuatan co-card akan dibuat bersama-sama pada tanggal 2 September. Maba-miba diminta membawa peralatan berupa karton 1 lembar, kertas asturo 1 lembar berwarna biru untuk maba dan warna hijau untuk miba, gunting, penggaris, spidol hitam 1 buah, lem, logo UII dicetak dalam ukuran 4 x 6, dan pas foto ukuran 3 x 4. Selain itu mahasiswa baru dilarang membawa kendaraan roda 4 atau lebih, tidak boleh merokok maupun membawa rokok/korek api, dan diwajibkan memakai atribut lengkap. Hal lain yang harus dibawa oleh maba miba adalah perlengkapan shalat, obat pribadi, sandal jepit, dan uang sejumlah Rp 55.000 untuk keperluan PESTA selama 3 hari. Mahasiswa/i baru diwajibkan hadir pukul 06.30 WIB, bagi mahasiswa yang absen akan diberi sanksi yang bias berujung pada pelarangan maba-miba untuk mengikuti kegiatan PESTA selanjutnya.

Berkaitan dengan tema lingkungan yang diusung panitia PESTA tahun ini, maba-miba diharuskan mengumpulkan botol Mizone biru gelap bagi jamaah 1 – 20, sedangkan jamaah 21 – 80 mengumpulkan botol Aqua 600 ml masing-masing orang 1 buah. Mengenai pakaian, maba-miba diperbolehkan mengenakan baju bebas asal berkerah, tidak ketat, dan tidak mengumbar aurat. Begitu juga dengan sepatu, tak ada ketentuan yang mengatur lebih spesifik.

Efek Membludak Mahasiwa Baru Di Kuliah Perdana

0
 Maba-miba tidak mendapatkan tempat saat kuliah perdana (01/09). Kapasitas Kahar Muzakir tidak mampu menampung Jumlah mahasiswa TA 2014 yang meningkat dibanding TA 2013. (Foto oleh: Fauzi Farid M.)

Maba-miba tidak mendapatkan tempat saat kuliah perdana (01/09). Kapasitas Kahar Muzakir tidak mampu menampung Jumlah mahasiswa TA 2014 yang meningkat dibanding TA 2013. (Foto oleh: Fauzi Farid M.)

Oleh : Novita Dwi Kurniasih

Kampus Terpadu, Himmah Online

1 September 2014 diselenggarakan Kuliah Perdana Universitas Islam Indonesia. Bertempat di Gedung Kahar Muzakir acara ini dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Meledaknya jumlah mahasiswa baru yang mencapai 6441 mahasiswa membuat tempat yang disediakan penuh oleh mahasiswa baru, bahkan ada mahasiswa baru yang tidak mendapatkan tempat duduk. 

Arief Rahman selaku ketua panitia kuliah perdana mengatakan telah menyediakan jumlah kursi yang hampir sama dengan jumlah mahasiswa. “Namun saya juga tidak tahu mengapa masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan kursi. Padahal semalam panitia sudah melembur menyiapkan semuanya,” tutur Arief. 

Beliau juga mohon maaf kepada mahasiswa baru yang tidak mendapat tempat duduk. Menyikapi banyaknya mahasiswa baru yang tidak mendapat tempat duduk saat kuliah perdana Arief mengatakan akan memperbaiki kondisi seperti ini di kuliah perdana tahun depan dengan cara menambahkan jumlah kursi. Arief Rahman menambahkan terkait kehadiran kuliah perdana sebenarnya tidak ada aturan yang mewajibkan mahasiswa baru untuk hadir. “Karena setelah acara kuliah perdana ada pengumuman untuk persiapan PESTA dan ospek fakultas, maka mahasiswa baru banyak juga yang hadir meski tidak diwajibkan,” tambah Arief. 

Paquita Bela Spreadika, mahasiswa baru jurusan Akuntansi mengatakan bahwa kuliah perdana ini tidak efektif. “Menurut saya kuliah perdana ini tidak efektif karena saya tidak bisa mendengar apapun” ujar Paquita. La Ode Muhammad Fadrl Al Falah, mahasiswa baru jurusan Ilmu Hukum berharap di kuliah perdana selanjutnya supaya ditambah kursi agar kuliah perdana berjalan nyaman dan efektif.

PESTA Menanti, Penjual Atribut Menjamur

0

Oleh: Siti Nur Qoyimah

Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Pesona Ta’aruf (PESTA) yang merupakan agenda tahunan untuk menyambut mahasiswa/i baru Universitas Islam Indonesia (UII) dijadwalkan akan berlangsung pada 2-4 September 2014.

Tidak hanya keluarga besar UII saja yang besuka cita dengan datangnya mahasiswa/i baru, tetapi masyarakat sekitar juga turut merasakannya. Pasalnya agenda tahunan ini membawa berkah bagi mereka. Salah satu contohnya adalah bermunculannya penjual pakaian untuk PESTA di sepanjang boulevard pada Kamis, 28 Agustus 2014 lalu. UII menetapkan pakaian yang dikenakan mahasiswa baru putra berupa hem/kemeja lengan panjang putih, celana panjang hitam, peci hitam, ikat pinggang hitam, kaos kaki putih, sepatu hitam, dasi hitam. Sedang untuk putri baju kurung lengan panjang putih dan celana panjang hitam, kerudung putih, kaos kaki putih, dan sepatu hitam.

Farida, yang merupakan salah satu penjual pakaian PESTA, mengaku mulai berjualan lebih dari seminggu yang lalu. Farida menyediakan kemeja putih dengan harga sekitar Rp. 65.000 hingga Rp. 75.000, sedangkan untuk celana sekitar Rp. 85.000. Selain itu ada juga pembelian paket untuk putra berupa baju, celana, dasi, dan peci . Sedang putri berupa baju, celana, dan jilbab serta kaos kaki. Untuk paketan harga lebih murah dari satuan namum tergantung juga merk yang dibeli.

Tidak jauh berbeda dengan Farida, Widayati juga menyediakan berbagai keperluan PESTA seperti kemeja, celana, rok, kaos kaki, hingga dasi. Widayati juga menyediakan jasa pembuatan atribut PESTA seperti co-card, tas, dan toga sesuai pesanan mahasiswa nantinya. Tampak juga mahasiswa Teknik Lingkungan, Arsitektur, dan Teknik Sipil UII juga membuka stand penjualan bahan-bahan atribut PESTA seperti bahan yang sudah tersedia adalah kardus bekas dan untuk bahan atribut lain karena belum diketahui maka dilayani dengan pemesanan terlebih dahulu. Tujuan mereka membuka stand penjualan selain membantu mahasiswa baru memenuhi kebutuhan PESTA juga mencari keuntungan untuk dana Malam Keakraban (makrab) jurusan masing-masing. Yosi Mutiara Pertiwi yang merupakan staff devisi dekorasi dan dokumentasi Makrab Teknik Lingkungan, menambahkan bahwa stand ini dibuka hingga tanggal 1 September 2014. Setelah itu stand akan dibuka diluar kampus UII.

Puncak Gunung Prau : Jayalah Merah Putihku

0
Sekitar 2021 orang padati Puncak Gunung Prau untuk melaksanakan upacara 17 Agustus 2014

Sekitar 2021 pendaki padati puncak gunung Prau untuk melaksanakan upacara bendera memperingati HUT RI ke-69 (17/08). (Foto oleh: Sirojul Khafid)

Oleh: Sirojul Khafid

Wonosobo, HIMMAH ONLINE

17 Agustus 2014 masyarakat indonesia merayakan hari kemerdekaan indonesa ke 69. Momen ini disambut suka cita di berbagai sudut tanah air dengan diadakannya pesta rakyat seperti beraneka perlombaan, pentas seni dan upacara bendera. Ada beberapa upacara kemerdekaan yang dilaksanakan ditempat-tempat yang unik seperti dijalan Tol dan didasar laut. Ada pula yang melaksanakan upacara dipuncak gunung termasuk Gunung Prau yang berada di jalan Dieng km 24 desa Patak Banteng kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo.

Puncak Gunung Prau menjadi pilihan banyak orang dalam merayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 ini. Pada hari minggu lalu para pendaki memadati basecamp untuk melakukan pendakian. Jalur pendakian yang memiliki 3 pos ini memiliki beberapa trek yang cukup terjal sampai harus memakai tali dalam pendakiannya. Medan yang berat justru menambah rasa persaudaraan dengan saling membantu antar pendaki walaupun mereka belum kenal satu sama lain sebelumnya.

Saat matahari 17 agustus terbit sudah banyak para pendaki yang berkumpul untuk menunggu pemandangan matahari terbit . Sekitar pukul 06.30 dilaksanakan upacara bendera. Dalam upacara ini tidak ada pemimpin upacara, paskibra dan lain sebagainya seperti upacara pada umumnya. Mereka hanya menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diakhiri dengan tepuk tangan para pendaki saat lagu berakhir.

Antusias pendaki dalam merayakan kemerdekaan RI di puncak Gunung Prau sangat besar. Muawal Soleh selaku salah satu pengelola menyampaikan bahwa pendaki yang tercatat di basecamp mencapai 2021, jumlah tersebut belum termasuk yang tidak tercatat atau lewat jalur lain. Para pendaki berasal dari berbagai kelompok antara lain PMI, PGI (Pendaki Gunung Indonesia) chapter Jawa Barat, Pecinta Alam, organisasi keagamaan pemuda IPNU (Ikatan Pelajar Nahdhotul Ulama), dan kelompok-kelompok non formal lainnya. Ahmad Saiful salah adalah salah satu pendaki dari kelompok non formal mengatakan bahwa upacara dengan mendekatkan diri dengan alam membuat rasa cinta dan nasionalisme hidup dan tumbuh dalam jiwa.