Beranda blog Halaman 111

Perang Belum Usai

Pemilihan presiden telah berakhir, begitu juga dengan rekapitulasi suara. Namun perang ternyata belum usai. pihak yang kalah merasa dirugikan dan dicurangi,dengan dalih kecurangan yang bersifat sistematis, terstruktur, dan masif pun jadi andalan.

Sedikit menengok kebelakang saat dimana mulai memanasnya tensi pemilihan presiden di Indonesia, yaitu pada masa kampanye pilpres berlangsung. Jelas masih melekat di benak kita masa dimana kita saling mendukung dan meneriakan calon pemimpin pilihan kita. Perang urat syaraf terjadi disana sini. Keterpihakan media sosial juga semakin membuat suasana menjadi bertambah panas. Kampanye negatif hingga kampanye hitam pun tak terhindari. Tentu kita ingat dengan kasus tabloid obor rakyat yang menyerang pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla. Tabloid tersebut memberitakan isu-isu tak sedap yang sangat meresahkan warga Indonesia, mulai dari isu capres boneka hingga isu bahwa Jokowi adalah keturunan Cina. Tidak hanya Jokowi , prabowo pun tidak lepas dari bahan kampanye negatif dan kampanye hitam, mulai dari status jomblo yang di pegangnya sampai isu Hak Asasi Manusia yang terus membayanginya. Media massa yang menjadi pilar demokrasi pun tunduk. Tvone, stasiun televisi milik bung Ical, sapaan akrab Abu Rizal Bakrie, dan Metro TV milik bung Surya Paloh contohnya.

Ketegangan ini terus menyelimuti ibu pertiwi hingga saat pemilihan presiden berlangsung, kita berpikir bahwa inilah akhir dari ketegangan yang telah terjadi belakangan ini. Namun, ternyata ketegangan ini belum berakhir, Seperti kata pepatah, setiap akhir dari cerita akan dimulai pula awal cerita yang baru, perang belum usai. Ketegangan urat saraf bab kedua ini di akibatkan oleh perbedaan hasil quick count dari masing-masing pendukung capres dan cawapres, bahkan mereka sampai menggelar syukuran atas kemenangan hasil quick count tersebut. Hingga sampailah kita pada tanggal 22 juli, tanggal penentuan dan pengumuman hasil rekapitulasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dan pemenangnya adalah pasangan capres cawapres nomor urut 2, yaitu pasangan Jokowi dan JK. Ketika itu saya merasa sangat lega bahwa presiden baru Indonesia yang akan memilih 5 tahun kedepan telah terpilih dan semua ketegangan yang terjadi akan sirna. Namun, tunggu dulu, sekali lagi perang belum usai, hal yang mengejutkan terjadi pada saat rekapitulasi akhir berlangsung. Pihak Prabowo-Hatta merasa dirugikan dan menyatakan menarik diri dari segala proses pemilu yang berlangsung, mereka menilai kpu sebagai pihak pelaksana bertindak tidak adil, tidak terbuka, dan cacat hukum.

Mari kita bersama-sama menunggu keputusan mahkamah konstitusi menanggapi gugatan bapak prabowo dan kawan kawan, semoga segala prahara ini cepat berakhir dan Indonesia dapat memfokuskan diri untuk 5 tahun kedepan

*)Staf Jaringan Kerja LPM HIMMAH UII/Mahasiswa Teknik Informatika Angkatan 2013

Dari Kilas Pagi

0

Oleh: Adilia Tri Hidayati

 

Seusai malam panjang gemerlap

Bias fajar tercermin embun

Rintik tampias mengetuk atap

Sinar surya menyemburat marun

 

Kanopi dialiri sejuk banyu, perlahan jatuh dalam rombongan

Temani kusen samping, terbentang lebar tunggu sesiangan

Retas rindu terbang tinggi, tinggi, tinggi, sebelum melambung jadi angan

 

Jauh,

Lalu jatuh,

menembus rabas

 

Lihat gemintang meluruhi jendela

Rerimbunan ilalang bergoyang jumawa

Dengar bising kicau burung gereja

Bersama aroma tanah ciptakan nostalgia

 

Tersenyumlah;

sebab denting sendok di piring keramik,

cantik berdendang awali redup lampu jalan

Bahagialah;

akhiri semua ritual anti polemik,

karena tidak akan ada pelangi, bila tak ada hujan.

Antri Untuk Memilih

0
Perantau yang tinggal di wilayah Sleman sedang mengantri hak suara dalam pemilihan presiden 9 Juli esok di KPUD Sleman, Sabtu (29/06. Mereka harus mengantri hingga sejauh 100 meter dari kantor KPUD untuk dapat menggunakan saura mereka di TPS terdekat, namun mereka hanya mendapat sisa kertas suara yang tersisa dari TPS setempat. (Foto oleh: Revangga Twin T.)

Perantau yang tinggal di wilayah Sleman sedang mengantri hak suara dalam pemilihan presiden 9 Juli esok di KPUD Sleman, Sabtu (29/06. Mereka harus mengantri hingga sejauh 100 meter dari kantor KPUD untuk dapat menggunakan saura mereka di TPS terdekat, namun mereka hanya mendapat sisa kertas suara yang tersisa dari TPS setempat.
(Foto oleh: Revangga Twin T.)

PRAMUKA TERJUN KE PASAR INDUK WONOSOBO

0
H-1 Lebaran terlihat relawan PRAMUKA mengatur penyebrangan orang di pasar untuk menertibkan lalu lintas. Foto oleh : Sirojul Khafid

H-1 Lebaran terlihat relawan PRAMUKA mengatur penyebrangan orang di pasar untuk menertibkan lalu lintas. Foto oleh : Sirojul Khafid

Oleh: Sirojul Khafid

Wonosobo, HIMMAH ONLINE

Ramadhan tahun ini sama dengan tahun-tahun kemarin dimana masyarakat berbondong-bondong ke pasar baik mencari pakaian ataupun bahan makanan pokok untuk persiapan lebaran. Hal seperti itupun terjadi di pasar induk Wonosobo sepanjang jalan A Yani dengan pusatnya dibawah jembatan penyebrangan. Setiap sudut pasar dipadati masyarakat yang hendak membeli berbagai kebutuhan, hal itu membuat padat pasar yang tidak begitu luas ditambah lagi kondisi pasar yang dibelah jalan raya yang menambah sumpek kondisi pasar. Tidak jarang hampir terjadi tabrakan antara pengendara kendaraan bermotor dengan penyebrang jalan pasar. Tapi pemandangan berbeda terjadi di H-1 (27/7) lebaran ini terlihat anak-anak pramuka dari berbagai SMA yang dibantu oleh kepolisian mengatur lalu lintas dan menyebrangkan masyarakat yang ada dipasar.

Anak-anak berseragam SMA berbaris disamping jalan dan sesekali menghentikan kendaraan untuk menyebrang masyarakat dipasar. Relawan penyebrang jalan berasal dari berbagai SMA diantaranya SMA N 2 Wonosobo, SMA dan SMK Muhammadiyah Wonosobo, SMA Wiratama 45.1 dan beberapa SMA dan SMK lain di Wonosobo. Relawan tersebut melakukan kegiatannya dari H-7 sampai H-1 yang dimulai dari jam 11.00 sampai 17.00 WIB, ada dua sift yaitu dari jam 11.00 sampai jam 14.00 dan jam 14.00 sampai jam 17.00. Ada 64 relawan dari berbagai SMA dan SMK yang ada di Wonosobo.

Menurut salah satu anggota relawan yang sedang bertugas Febrian Dwi Pamungkas menyebutkan bahwa aksi ini untuk ketertiban jalan dan pasar saat bulan ramadhan yang penuh sesak dipenuhi masyarakat, dan anggotanya selain dari anggota pramuka yang ada di SMA dan SMK yang ada di Wonosobo boleh juga dari anak selain anggota pramuka. Siti Muslimah merasa terbantu dengan adanya relawan penyebrang jalan dari SMA dan SMK tersebut karna saat belum ada relawan perlu waktu 10 menit lebih untuk menyebrang sedangkan setelah ada relawan waktu yang diperlukan sekitar 2 menit.

Konstruksi Abadi Pantura

0
Ilustrasi Oleh : Putri Bidadari A.

Ilustrasi Oleh : Putri Bidadari A.

Wisatawan Serbu Dieng Saat Libur Lebaran

0
Wisatawan memadati komplek Candi Arjuna, dengan cuaca sedikit mendung (29/07)

Wisatawan memadati komplek Candi Arjuna, dengan cuaca sedikit mendung (29/07) Foto oleh: Sirojul Khafid

 

Oleh: Sirojul Khafid

Dieng, HIMMAH ONLINE

Libur lebaran yang sampai sepekan lebih ini dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur keberbagai tempat wisata, salah satunya adalah Dieng yang terletak didua kabupaten yaitu Wonosobo dan Banjarnegara provinsi Jawa Tengah. Ribuan wisatawan padati tempat wisata yang ada di Dieng seperti komplek candi arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Warna dan Telaga Kecebong, musium Kailasa. Pemandangan Sunrise di Bukit Sikunir dan masih banyak lagi. Selain wisata tadi untuk meramaikan Dieng ada juga pasar malam yang sudah ada sejak H-7 (21/7) lebaran.

Jalan yang padat dan sesekali macet di arah menuju kawasan dataran tinggi Dieng sejak H+1 lebaran (29/7) telah terjadi setiap tahun libur lebaran. Kemacetan bisa mencapai  7 km yang biasa terjadi karena ada kendaraan yang mogok. WisatAwan berasal dari berbagai daerah baik domestik maupun mancanegara, pengunjung domestiK diantaranya dari Yogyakarta, Jakarta, Cirebon, Semarang dan masih banyak lagi. Tapi tidak hanya dari luar daerah  pengunjung lokal juga banyak yang semakin memadati kawasan wisata Dieng tersebut.

Menurut keterangan ketua UPT (Unit Pelaksana Teknis) Dieng , Ibnu Hasar bahwa peningkatan pengunjung sangat drastis yang mencapai  5000 sampai  6000 wisatawan  saat libur lebaran. Hal ini sangat berbeda dibanding hari-hari biasa yang hanya mencapai 50 orang dan 500 orang di akhir pekan. Walaupun kenaikan sangat drastis tetapi tidak ada kenaikan harga tiket masuk, seperti contoh tiket masuk Komplek Candi Arjuna dan Kawah Sikidang masih seperti hari-hari biasa yaitu Rp 10.000,00.

Dari sekian banyak wisatawan luar daerah masih banyak juga wisatawan lokal dari Wonosobo. Budianto dan Indri Wijayanti contohnya, wisatawan lokal ini sudah beberapa kali berlibur ke Dieng saat libur lebaran. Banyak wisatawan yang menyayangkan padatnya jalan yang kadang tidak ada petugas ketertibannya, padahal dari pihak UPT telah menyediakan sekitar 50 petugas keamanan yang berasal dari TNI, POLRI, dan sukarelawan masyarakat.

Berkah Ibadah, Difabel Sukses Menjadi Perajin Kulit

Lelaki berusia 51 tahun itu berjalan tegap menghampiri meja yang ada di depannya. Ia pun segera merekatkan kulit ikan pari pada lapisan luar sabuk. Sulaiman nama lelaki itu. Siapa sangka, ia adalah seorang difabel. Karena kecelakaan lalu lintas, ia terpaksa menggunakan kaki kiri palsu.

Setelah pulih dari kecelakaan itu, Sulaiman mulai merintis usaha kerajinan kulit di sebuah toko kecil di Jalan Kaliurang kilometer 13,5, Sleman, Yogyakarta. Toko itu bernama Fanri Collection, pusat kerajinan kulit dan kulit ikan pari. Ia mempekerjakan lebih dari 10 orang karyawan. Meskipun begitu, Sulaiman tidak ingin hanya duduk bersila. Dia ikut andil dalam pemasaran kerajinan kulit tersebut bersama para karyawannya.

Penghasilan yang diperoleh dari penjualan dompet maupun tas yang berbahan kulit ikan pari, biawak, maupun ular tersebut memang bisa dikatakan lumayan. Dompet kulit dijual dengan kisaran harga Rp 150.000,00 hingga Rp500.000,00, sedangkan untuk tas mulai dari Rp 1.500.000,00.

Sebelumnya, Sulaiman pernah kursus kerajinan kulit selama berada di pusat rehabilitasi Yakkum. Ia pun berpikir untuk mengembangkan keahlian itu. Selainmelihat peluang bisnis kerajianan kulit, dia juga ingin merangkul kawan-kawan mantan pasien Yakkum yang tak punya mata pencaharian untuk bekerjasama dengannya.

Pengusaha kerajinan kulit kelahiran Brebes itu sempat mengalami gulung tikar. Usaha yang dimulai sejak 1994 itu terpaksa vakum sekitar tahun 2004-2005. Hal tersebut terjadi karena pemasukan yang diperoleh tidak sebanding dengan pengeluaran yang dilakukan.

Tahun 2005, ayah dua anak ini memutuskan untuk membuka usahanya kembali. Kali ini, dia mempekerjakan seluruh karyawan yang terdiri dari para difabel. Sebelumnya, iajuga mempekerjakan karyawan difabel,namun hanya beberapa orang dan sisanya merupakan karyawan non-difabel.

Dua tahun vakum, Sulaiman banyak mendalami agama agar apa yang dilakukannya memperoleh keberkahan. Lalu dalam keseharian, ia mewajibkan seluruh karyawan untuk melakukan sholat berjamaah di masjid. Namun banyak karyawan yang keberatan dengan aturan itu. Bahkan Sulaiman harus merogoh kocek agar karyawannya termotivasi untuk melaksanakan sholat berjamaah. Lama-kelamaan sholat berjamaah itu tidak lagi karena imbalan, melainkan sebuah kebiasaan. “Kalau kamu nggak mau sholat lebih baik cari kerjaan yang lain. Yang penting kamu taat beribadah walaupun kamu tidak mempunyai kemampuan atau keahlian yang lebih,” tutur Sulaiman jika menasihati karyawannya.

Selain itu, Sulaiman juga menerapkan mengaji Al-Qur’an setiap sore. Meskipun begitu, dahulu ternyata pria ini tidak memiliki dasar pendidikan agama. Ia belajar secara autodidak, juga mengikuti berbagai pengajian. Kemudian ia menerapkan ilmu agama itu dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah adzan Dzuhur dan Ashar berkumandang, toko Sulaimanselalu tutup sejenak. Ia sekeluarga dan seluruh karyawannya diwajibkan untuk shalat berjamaah di masjid. Ketika ditanya tentang konsekuensi kerugian atas tindakannya tersebut, Sulaiman hanya tersenyum.“Akan ada keberkahan yang luar biasa nantinya,” ucapnya.

Keberkahan itu tidak hanya berdampak pada usahanya, tetapi juga keluarganya. Sulaiman mampu menyekolahkan sang anak hingga bangku kuliah. Tampak piala berjajar di toko itu, yang merupakan hasil prestasi buah hatinya.

Sulaiman di Mata Karyawan

Didin merupakan salah satu karyawan Sulaiman. Sebelum bekerja pada Sulaiman, pria asal Bekasi itu seringkali ditolak ketika melamar pekerjaan. Hal tersebut karena kondisi fisiknya yang menggunakan dua kaki palsu.

Sulaiman lah yang memberikan modal kepada Didin untuk belajar dari nol.“Saya dikasih modal mesin jahit dari Bapak Sulaiman. Saya belajar sendiri menggunakan mesin jahit, dari membuat pola sampai menjadi tas,” tutur Didin. Iajuga mengatakan, Sulaiman memberikan dukungan penuh ketika ia ingin membuka usaha sendiri di Bekasi.

Didin mengungkapkan, Sulaiman telah mengajarkan kepadanya untuk mandiri serta taat beribadah.“Kamu kalau ingin sukses, jangan mengandalkan orang lain. Kamu belajar sendiri. Kuncinya cuma sholat sunnah, sholat wajib, dan sedekah,” ungkapnya. Hal tersebut membuat dia merasa nyaman untuk berbagi cerita,baik itu tentang agama maupun permasalahan yang dialaminya pada Sulaiman.

 

Aksi Solidaritas HMI Untuk Palestina

 

Oleh : Putri Werdina C. A.
Yogyakarta, HIMMAH ONLINE

Himpunan Mahasiswa Islam Majelis penyelamat Organisasi (HMI MPO) cabang Yogyakarta menggelar aksi solidaritas untuk korban di Palestina pada Sabtu, 12 Juli 2014. Korban ini muncul akibat adanya gencatan senjata antara Israel dan Palestina. Aksi solidaritas yang digelar di Tugu Yogyakarta ini merupakan aksi yang ketiga kalinya di gelar oleh HMI MPO sejak tahun 2012 lalu. Adapun pertimbangan utama diadakannya aksi ini yaitu, ingin membangun opini di masyarakat untuk lebih peka dan tidak lupa terhadap permasalahan yang menimpa saudara kita di Palestina, di luar dari euphoria pesta demokrasi dan piala dunia.

Aksi yang dimulai pukul 21.00 WIB ini menerapkan kosep renungan. “Dalam aksi ini, kami menyalakan lilin dan mengenakan baju hitam-putih, hitam simbol berduka dan putih simbol kesucian. Kami berusaha memadukannya hingga tercipta suatu renungan yang dapat membangun kesadaran secara keseluruhan,” A.K. Pahlevi selaku penanggung jawab keseluruhan aksi.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama aksi berlangsung yaitu, berupa pernyataan sikap yang disampaikan oleh sekitar 20 orator dari kader HMI MPO. Dilanjutkan dengan penggalangan dana sebagai bentuk donasi serta diakhiri dengan shalat gaib berjamaah pukul 23.00 WIB sebagai wujud doa bagi saudara muslim di Palestina.

Dalam beberapa orasinya, orator menyerukan kepada masyarakat untuk dapat merasakan keprihatinan yang dialami saudara kaum muslimin di Palestina dan mengecam tindakan Israel yang menyebabkan ratusan warga sipil di Palestina meninggal dunia. Serta, mengajak untuk bersatu membangun kekuatan yang dapat disalurkan untuk mendukung dan membantu saudara-saudara di Palestina.

A.K. Pahlevi mengatakan terkait harapan yang diinginkan oleh HMI MPO atas aksi tersebut agar aksi-aksi yang seperti ini dapat menyeru pemerintah Indonesia untuk memberikan tekanan bagi pihak yang melakukan penyerangan militer kepada negara muslim. “Salah satu caranya dengan menghimpun negara-negara muslim untuk bersatu padu mengambil sikap yang sama dalam menghentikan tindakan Israel yang sudah berulang kali melakukan penyerangan militer ke Palestina,” tuturnya.

Melihat Soekarno dari Sisi Lain

Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno adalah sosok yang fenomenal dan ahli orator. Banyak hal yang belum terungkap tentang Bung Karno semasa beliau hidup hingga menjelang kematiannya. Buku ini menceritakan tentang sisi lain kehidupan Bung Karno yang tak banyak orang tahu serta sebagai jawaban dari buku yang telah terbit sebelumnya yaitu “Pak Harto The Untold Stories” .

Sejarah masa lalu negeri ini memang banyak rekayasa dan dengan mudah diputarbalikan, sehingga penelantaran Soekarno dirumah sakit tidak pernah diangkat kemedia massa. Penelantaran itu terungkap saat ditemukan bundel buku di meja Kartono selama bertahun-tahun. Namun ketika krisis moneter melanda Indonesia, Kartono pun teringat bundel buku tersebut. Ia segera menuju RSPAD, dan ingin bertanya kepada keempat perawat yang dulu sempat merawat Bung Karno, yaitu Dinah, Dasih, J. Sumiati, dan Masnetty. Kartono ingin meluruskan sejarah yang selama ini memang sudah dibelokan sesuka hati pada kepemimpinan Soeharto. Namun sayangnya usaha Kartono untuk menemukan keempat perawat tersebut tidaklah mudah, seorang diantara mereka meninggal, sementara yang lain sudah pensiun. Tentu saja semua itu membuat kartono kehilangan jejak.

Kartono pun tidak mau putus asa dalam mencari fakta yang membuatnya terharu. Sebelum dibawa ke Jakarta, ternyata Soekarno pernah ditangani oleh dokter Soerojo yang notabennya adalah dokter hewan. Hal tersebut ia ketahui dari berkas berkop Institusi Pertanian Bogor, Fakultas Kedokteran Hewan bagian Bakteriologi.

Bung Karno juga menjadi sasaran pembunuhan, seperti yang terjadi pada peristiwa Cikini, 30 Nopember 1957. Saat itu Bung Karno hendak menghadiri perayaan ulang tahun yang diselenggarakan oleh Yayasan Perguruan Cikini. Tidak hanya pada peristiwa itu Soekarno menjadi korban percobaan pembunuhan, namun terjadi juga penembakan dengan pesawat MIG-17 ke Istana Negara, penembakan dalam acara Idhul Adha, trgedi Kahar Muzakar, pelemparan granat di Makassar, dan pelemparan granat oleh orang yang tak dikenal.

Banyak kisah-kisah lain yang menarik untuk disimak seperti kisah Soekarno dengan Istri-istrinya, Soekarno yang sebenarnya telah mengetahui gerak-gerik Soeharto, Soekarno dimata dunia, dan banyak lagi. Namun ada kelemahan buku ini yaitu terlalu meninggikan figur Soekarno, jarang adanya sinkronisasi dan perbandingan dengan buku lain yang mengungkap kejelekan Soekarno.

Buku ini bagus dibaca oleh anak-anak muda agar lebih mengerti lagi sejarah dan tidak menerima pernyataan sejarah dari satu pihak. Dengan membaca buku ini juga kita dapat mengetahui bagaimana kepemimpinan Soekarno yang disegani didunia. (Sirojul Khafid)

Puncak SAFARI Ramadhan MAPALA UNISI

Oleh : Sirojul Khafid
Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Safari ramadhan yang dilaksanakan sejak tanggal 1 Juli 2014 di enam desa telah sampai pada puncaknya pada hari selasa, 15 Juli 2014. Acara ini diisi oleh Mifta’im an’am (Gus Miftah) dengan tema “Raih Duniamu Untuk Akhiratmu” bertempat digedung auditorium Kahar Mudzakir, Universitas Islam Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Keluarga besar Universitas Islam Indonesia seperti mahasiswa dan karyawan. Selain itu, warga desa yang menjadi tempat serangkaian safari Ramadhan sebelumnya serta dari panti asuhan Al-Jamil, Kalasan, Sleman juga turut menghadiri acara ini.

Safari ramadhan itu sendiri yaitu acara masuk ke enam desa yakni Turgo, Mriti, Kalitengah, Kinahrejo yang berada didaerah DIY, Selo di Boyolali, Deles di Klaten ini dengan memberikan pembelajaran agama islam, tadarus, buka puasa dan tarawih bersama serta mauidhokhasanah. Safari ramadhan yang telah dilaksanakan dari tahun 1980-an ini pada awalnya bertujuan untuk meminimalisasi kristenisasi yang berada didesa-desa tersebut. Dengan mendirikan masjid dan pembelajaran baik agama maupun pelajaran umum kegiatan ini terus berlangsung sampai sekarang yang hasilnya warga desa berbondong-bondong masuk islam, walaupun tidak secara keseluruhan. Safari ramadhan kali ini selain sebagai pengontrol perkembangan desa binaan (desa yang menjadi tempat safari ramadhan) juga sebagai ajang silaturahmi dan mengenalkan UII kepada masyarakat.

Riski Mahran mahasiswa jurusan Tehnik Mesin, Fakultas Tehnik Industri angkatan 2012 sebagai ketua panitia berharap bahwa acara ini mendapat dukungan dari keluarga besar UII berupa partisipasinya, karna acara ini juga untuk mengenalkan UII lebih dalam kemasyarakat serta memberikan pengabdian dalam bentuk pembelajaran agama pada khususnya.