Beranda blog Halaman 112

Puncak SAFARI Ramadhan MAPALA UNISI

Oleh : Sirojul Khafid
Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Safari ramadhan yang dilaksanakan sejak tanggal 1 Juli 2014 di enam desa telah sampai pada puncaknya pada hari selasa, 15 Juli 2014. Acara ini diisi oleh Mifta’im an’am (Gus Miftah) dengan tema “Raih Duniamu Untuk Akhiratmu” bertempat digedung auditorium Kahar Mudzakir, Universitas Islam Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Keluarga besar Universitas Islam Indonesia seperti mahasiswa dan karyawan. Selain itu, warga desa yang menjadi tempat serangkaian safari Ramadhan sebelumnya serta dari panti asuhan Al-Jamil, Kalasan, Sleman juga turut menghadiri acara ini.

Safari ramadhan itu sendiri yaitu acara masuk ke enam desa yakni Turgo, Mriti, Kalitengah, Kinahrejo yang berada didaerah DIY, Selo di Boyolali, Deles di Klaten ini dengan memberikan pembelajaran agama islam, tadarus, buka puasa dan tarawih bersama serta mauidhokhasanah. Safari ramadhan yang telah dilaksanakan dari tahun 1980-an ini pada awalnya bertujuan untuk meminimalisasi kristenisasi yang berada didesa-desa tersebut. Dengan mendirikan masjid dan pembelajaran baik agama maupun pelajaran umum kegiatan ini terus berlangsung sampai sekarang yang hasilnya warga desa berbondong-bondong masuk islam, walaupun tidak secara keseluruhan. Safari ramadhan kali ini selain sebagai pengontrol perkembangan desa binaan (desa yang menjadi tempat safari ramadhan) juga sebagai ajang silaturahmi dan mengenalkan UII kepada masyarakat.

Riski Mahran mahasiswa jurusan Tehnik Mesin, Fakultas Tehnik Industri angkatan 2012 sebagai ketua panitia berharap bahwa acara ini mendapat dukungan dari keluarga besar UII berupa partisipasinya, karna acara ini juga untuk mengenalkan UII lebih dalam kemasyarakat serta memberikan pengabdian dalam bentuk pembelajaran agama pada khususnya.

REGENERASI LEM UII

0

Oleh : Novita Dwi Kurniasih
Kampus terpadu, HIMMAH ONLINE

Selasa, 7 Juli 2014 bertempat di Auditorium Kahar Muzakir diselenggarakan pelantikan dan serah terima jabatan fungsionaris Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) periode 2014-2015. Acara ini dihadiri oleh seluruh perwakilan lembaga UII dan Abdul Jamil selaku wakil rektor III. Acara ini juga mengundang badan Eksekutif mahasiswa BEM dari universitas lain, seperti BEM Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Sebelum memasuki acara pelantikan, acara ini diawali dengan diskusi yang diisi oleh Eko Prasetyo, Direktur Sekolah Movement Indonesia SMI. Diskusi ini membicarakan tentang pergerakan mahasiswa yang saat ini mengalami penurunan.

Kemudian acara selanjutnya yaitu ikrar kepngurusan yang dipimpin oleh M. Redho teguh selaku Ketua DPM UII periode 2014/2015. Edi Subagyo dari Fakultas Ekonomi terpilih dan sudah dilantik sebagai ketua LEM 2014/2015. Setelah itu baru serah terima jabatan dari pengurus LEM U periode 2013/2014 ke pengurus LEM U periode 2014/2015 yang diwakili oleh masing-masing ketua dan sekretaris umum.

Emil selaku Ketua LEM UII periode 2013-2014 dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf untuk seluruh pihak rektorat, DPM UII serta Keluarga Mahasiwa lainnya yang telah membantu dan telah bekerja sama selama satu periode kemarin. Emil berpesan kepada fungsionaris LEM UII yang baru agar semua anggota periode ini untuk membangun komunikasi yang baik agar terjalin kedekatan yang baik pula. Edi Subagyo dalam sambutannya menuturkan bahwa pemimpin lama belum hilang, tapi demi kebaikan umat semoga pemimpin baru bisa membawa LEM UII menjadi lebih baik. Edi mengajak untuk melanjutkan budaya progresif dan kritis. “Tidak ada yang salah jika kita kiritis. Seluruh keluarga mahasiswa UII mempunyai tujuan yang sama, mari semoga kita bisa membawa UII menjadi lebih baik,” tambah Edi.

Abdul Jamil dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada jajaran LEM periode 2014-2015 dan jadikan lembaga sebagai tempat untuk belajar, untuk mencari pengalaman. Kemudian apabila sudah mengucapkan ikrar, maka lembaga wajib mengemban amanah sebaik-baiknya. Ia juga berpesan untuk LEM yang baru agar membuat citra lembaga mahasiswa yang baik ketika nanti mengahantarkan atau menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2014-2015 pada saat pesta. “Semoga bisa mengahantarkan mereka menjadi mahasiswa yang kreatif dan progresif,” ujar Jamil.

Ramadhan Berkualitas Melalui Kampoeng Ramadhan

0
Setiap harinya, mulai pukul empat sore para ibu berkumpul di Pelataran Masjid Jogokariyan untuk menyiapkan takjil gratisbagi warga sekitar (06/07). ( Foto oleh: Putri Werdina C.A.)

Setiap harinya, mulai pukul empat sore para ibu berkumpul di Pelataran Masjid Jogokariyan untuk menyiapkan takjil gratisbagi warga sekitar (06/07). ( Foto oleh: Putri Werdina C.A.)

Oleh : Putri Werdina C. A.
Yogyakarta, HIMMAH ONLINE

Memasuki bulan ramadhan tahun ini, warga kampung Jogokariyan kembali mengadakan event tahunan “Kampoeng Ramadhan”yang digelar untuk ke sepuluh kalinya, sejak tahun 2004 silam. Tema yang diusung oleh panitia penyelenggara kali ini ialah menyiapkan pemimpin bangsa dari masjid. Gustami selaku koordinator hubungan masyarakat (Humas) mengatakan bahwa tema kali ini kami hubungkan dengan pemilihan presiden. “Penggambaran dari tema itu merupakan harapan besar kami untuk presiden terpilih nanti,” ungkapnya.

Untuk teknis penyelenggarannya, Kampoeng Ramadhan ini dibuka pada H-7 ramadhan atau sekitar satu minggu sebelum puasa dan rencana akan berakhir pada malam takbiran nanti. Untuk pembukaannya pada H-7 ramadhan kemarin, Kampoeng Ramadhan diisi oleh berbagai kegiatan lomba anak Islami dan khitan massal. Secara keseluruhan, Gustami menuturkan bahwa Kampoeng Ramadhan ini disusun atas beberapa agenda kegiatan, kegiatan-kegiatan tersebut terangkum dalam 3 hal besar yang merupakan tujuan dari penyelenggaraan Kampoeng Ramadhan itu sendiri. Pertama ialah mengenai tujuan dibidang ekonomi. Mereka mengharapkan peningkatan perkeonomian masyarakat sekitar dengan mengadakan pasar sore. Dengan pasar sore tersebut, warga sekitar Jogokariyan yang notabene merupakan pedagang, dapat menjajakan dagangannya tanpa membayar sewa. Namun, mereka harus memiliki surat izin berjualan terlebih dahulu yang dikeluarkan oleh panitia.

Dalam bidang pendidikan, panitia mengagendakan lomba anak Islami, shalat tarawih untuk anak, umum dan bapak-bapak, serta kajian Islam kocak. Ada juga stand up comedy dan hikmah, i’tikaf, serta kultum subuh. Tujuan yang ketiga mencakup bidang sosial, yaitu dengan mengadakan khitan massal, shodaqah beras, subsidi sahur berupa sembako dan pembagian zakat serta, menyiapkan 1000 takjil gratis setiap harinya bagi warga yang berbuka puasa di Masjid Jogokariyan. Gustami menambahkan mereka juga mengadakan kegiatan yang tujuannya sebagai hiburan, seperti lomba lampion, lomba kur (menyanyikan lagu kemerdekaan) dan pawai bedug.

Adapun kendala terkait pelaksanaan Kampoeng Ramadhan ini diungkapkan oleh Gustami ialah mengenai dana dan kepanitiaan. “Pada awalnya panitia kesulitan untuk mencari dana yang sesuai dengan anggaran terkait event ini, yaitu sekitar 134.500.000 rupiah dengan waktu yang relatif singkat” tuturnya. Namun, dalam hal ini panitia tidak terlalu mempermasalahkannya karena ada tindakan lebih lanjut yang di lakukan oleh panitia, yaitu dengan membuat selebaran donasi 5.000 rupiah kepada warga, yang totalnya dapat menutupi anggaran tersebut. Kemudian terkait kepanitiaan yang ada saat ini, kesibukan dari masing-masing anggota panitia juga menjadi kendala yang dihadapi. Karena, sebagian besar anggota panitia dari Kampoeng Ramadhan merupakan mahasiswa dan siswa yang masih disibukkan dengan tugas kuliah atau sekolahnya. “Tetapi, adanya koordinasi dan komunikasi yang baik masih terus dijalankan,” tambah Gustami.

Masyarakat sekitar Jogokariyan memberikan respon positf atas terselenggaranya Kampung Ramadhan ini, “Mulai dari tokoh masyarakat hingga warga non-muslim mendukung dan turut berpartsipasi memeriahkan Kampoeng Ramadhan” ujar Gustami diakhir wawancara.

Kemelut Pesta Demokrasi Indonesia

Sejak dilaksanakannya kampanye terbuka pemilihan presiden 2014 pada tanggal 7 juni hingga 5 juli 2014, kita dihadapkan pada kemelut proses pesta demokrasi. Permasalahan yang tak pernah berubah seolah-olah menjadi watak pada kubu yang bersaing dengan menggunakan segala cara untuk menduduki kursi kekuasaan. Salah satu jalan yang ditempuh untuk menjatuhkan lawan tandingnya dengan menggunakan intrik buruk, yakni permainan isu SARA, RAS dan golongan.

Selama berlangsungnya pesta demokrasi terjadi beberapa penyerangan yang dilakukan simpatisan dari masing-masing calon presiden. Seperti kasus penyerangan yang berbau politik yang diduga dilakukan oleh 8 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) kepada umat katolik bernama Julius Felicianus dan keluarganya di Sleman, Yogyakarta (29/05). Perlu diketahui bahwasannya Julius adalah tim jaringan relawan calon presiden Jokowi, yang pada saat itu sedang mempersiapkan kunjungan Jokowi ke DIY pada Senin (2/06). Kunjungan ini berkaitan dengan diadakannya aksi menghantar Jokowi menghadap Sri Sultan Hamengku Buwono X. Meskipun sulit untuk menemukan benang merah terkait kasus penyerangan ini, penulis beranggapan jika ini murni kasus inteloren, mengapa peyerangan baru dilakukan pada hari ke 29, sedangkan kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah Julius sudah berlangsung sejak tanggal 1 mei 2014.

Kasus lainnya adalah penyerangan yang dilakukan oleh simpatisan capres dan cawapres Jokowi-JK di kantor biro TV one Jateng-DIY, pada Rabu(2/07). Penyerangan ini dilakukan karena para simpatisan merasa kecewa dengan pemberitaan oleh tv swasta tersebut yang dianggap telah melecehkan PDIP, sehingga para simpatisan memprotes pemberitaan di TV One yang menyebut PDIP membantu kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kasus penyerangan tersebut menjadi contoh wajah politik kita yang kurang sehat, dimana seharusnya calon pemimpin tidak kehilangan kepekaan dan kontrol terhadap masing-masing simpatisan yang berada dalam kubunya, untuk tidak memantik pertikain di masing-masing daerah, tidak sekedar hanya himbauan, tetapi memahami secara jelas permasalahan yang terjadi. Calon pemimpin seperti dilatih kepekaannya untuk mengatasi permasalahan sosial yang secara langsung hadir dihadapan proses demokrasi, yaitu konflik agama dan konflik horizontal yang berlandaskan suku. Tentunya permasalahan yang sepertinya sudah mengakar dalam tubuh demokrasi adalah salah satu PR bagi calon pemimpin yang nanti terpilih sebagai presiden Indonesia.

Tak berhenti pada ranah konflik, sekelumit permasalah lain adalah black campaign (kampanye hitam) yang menyudutkan masing-masing calon prisiden. Isu-isu negatif yang tidak berdasar, disebarkan oleh pihak-pihak yang bertikai dan tidak bertanggung jawab. Tentunya kampanye seperti ini adalah kampanye yang membahayakan bagi proses demokrasi kita,karena menyampingkan fakta dengan mengeksploitasi isu-isu negatif yang sedang berkembang, cenderung tendensius, dan mengarah pada pembunuhan karakter seseorang. Memunculkan pernyataan yang kontra produktif dengan menyebarkan sindiran dan rumor melalui media-media yang tersebar di masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan rasa simpati dari pemilih untuk meninggalkan pilihannya.

Tentunya permasalahan seperti ini akan berdampak pada memunculkan persepsi yang buruk terhadap masing-masing calon presiden di mata masyarakat. Permainan isu kampanye hitam umumnya dilakukan oleh kubu yang kekurangan SDM, dan dilakukan untuk efisiensi dana kampanye. Penyebarannya pun dianggap mudah hanya dengan memanfaatkan jejaring sosial. Hal ini sangat merugikan bagi masyarakat luas untuk mendapatkan hak mereka mengetahui fakta yang sebenarnya dari berita yang beredar.

Dari beberapa hal yang terjadi pada kampanye pemilihan presiden 2014 merupakan suatu pelajaran yang harus disadari oleh masyarakat maupun pemimpin terpilih nanti. Perlu ditekankan bahwa jalan demokrasi yang kita pilih bukanlah kebetulan, melainkan jalan yang lahir dari ketidakadilan pada rezim otoriter. Sudah sepatutnya kita menjadi bangsa yang dewasa,belajar dari kesalahan yang sebelum-sebelumnya, bersama-sama menyambut pemimpin baru melalui proses demokrasi berkeadilan.

*) Staf Redaksi LPM HIMMAHI UII/Mahasiswa T. Informatika 2012

Kala

oleh : Adilia Tri Hidayati

Kala sang waktu bersuara,
akankah ia menggurat luka
atau timbul kejelasan fasa
pengukir paham nyata?

Kala sang waktu berkata,
akankah datang sesal murka
atau menjelmalah lega
pemuas rasa dahaga?

Entah,
siapa yang mampu
untuk tahu
Untuk latah
bilang sok tahu

Entah,
biar waktu jawab semua
Biarlah
Biar ia lepas bungkamnya
Biar kita paham sendiri
Lalu mengamini
Betapa tangguhnya kala,
kala sang kala mengada

Bergantinya Kepengurusan DPM UII

pelantikan dpm, qoyim

Ketua DPMU M. Redho Teguh sedang menandatangani surat serah terima jabatan, Selasa (01/07). Acara yang digelar di Kahar Muzakir ini resmi melantik 14 DPMU periode 2014/2015 (Foto oleh: Siti N. Qoyimah)

Oleh : Siti Nur Qoyimah
Kampus Terpadu, HIMMAH ONLINE

Rabu, 1 Juli 2014 pukul 16.30 bertempat di Auditorium Kahar Muzakir diselenggarakan pelantikan Dewan Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (DPM UII) periode 2014-2015. Acara dihadiri perwakilan-perwakilan lembaga di UII serta Abdul Jamil selaku wakil rektor III.

Dalam pelantikan tersebut, 14 orang dilantik menjadi DPM dan 1 orang dilantik menjadi delegatoris LEM UII. M. Redho Teguh dari FH terpilih sebagai ketua DPM yang baru dengan Muhammad Bayu Saputra dari FE sebagai wakil ketua. Sekretaris Jendral (Sekjen) dijabat oleh Elfin Philma Sakti dari FE, Ahmad Muhsin dari FH sebagai ketua komisi I, Muhammad Dzulyadain N dari FIAI sebagai ketua komisi II, Ahmad Zakki Prasojo dari FE sebagai ketua komisi III dan Muhammad Faris Fajri dari FE sebagai ketua komisi IV.

Dalam sambutannya, Anjar Raharjo P. selaku Sekjen DPM UII periode sebelumnya mewakili ketua yang berhalangan hadir mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang ikut membantu dalam mencapai tujuan Keluarga Mahasiswa (KM). Sedangkan ketua DPM U periode ini, M. Redho Teguh mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan momentum dalam melanjutkan perjuangan dan regenerasi KM UII. “Saya berharap agar semua pemangku kepentingan KM UII dapat terus bersatu mencapai tujuan KM UII,” tambah Redho.

Abdul Jamil, dalam sambutannya mengatakan bahwa lembaga kemahasiswaan adalah bagian dari partner universitas untuk mengembangkan mahasiswa. Abdul jamil juga berharap adanya hubungan yang bersinergi dan tidak formal antara lembaga kemahasiswaan dengan pimpinan universitas maupun fakultas sehingga tercapainya lingkungan yang kondusif, kreatif, dan unggul. Miniatur lembaga independen di UII diharapkan agar dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan mahasiswa. “Kalau kami ada kekeliruan tolong tegur kami”, tambahnya. Di akhir sambutannya ia mengajak untuk membangun UII dengan semangat yang sama.

Rencana Pengembangan Bidang Akademik Wakil Rektor UII

Oleh: Dian Indriyani
Kampus terpadu, HIMMAH ONLINE

Dengan terpilihnya rektor dan tiga wakil rektor yang baru, kepemimpinan UII kini berganti. Ilya Fadjar Maharika, Wakil Rektor (Warek) 1 yang mengurusi bidang akademik menilai bahwa seluruh Warek harus mampu menerjemahkan visi misi rektor. Ilya menawarkan pemikiran ala blue ocean strategy dimana kita harus memetakan aspek-aspek apa yang harus dihilangkan atau dikurangi karena tidak relevan atau dianggap membebani, dan apa yang harus ditingkatkan serta dikreasikan kembali. Karena menurutnya, instrumentalisasi nilai-nilai keagamaan di UII kurang terealisasikan.

Saat ditemui selepas acara pelantikan rektor, pada Senin (02/06), Ilya menuturkan bahwa Warek terpilih sepakat untuk fokus kepada pemetaan dan mencoba lebih banyak mendengarkan dari semua sisi, bahkan sampai hal-hal detail yang tidak terungkap selama setengah tahun mendatang (Juni-Desember). “Selama setengah tahun mendatang, kita akan meneruskan rencana kegiatan dan anggaran tahunan yang disusun oleh periode sebelumnya, sembari kita menyusun program kerja baru untuk 2015 nanti” papar Ilya.

Satu program yang diusung nantinya adalah memperbaiki komunikasi antar pihak/sektor/hirearki mulai dari pimpinan hingga paling bawah. Menanggapi terkait keapatisan mahasiswa, Ilya yang sebelumnya menajabat sebagai Kaprodi arsitektur menuturkan banyak sekali tipe mahasiswa dan mereka perlu disentuh nantinya dengan cara yang berbeda-beda. “Kita membuka peluang terciptanya komunikasi selebar-lebarnya. Selanjutnya mungkin kami mengharapkan diadakannya kegiatan informal seperti dialog-dialog dari para pengurus prodi. Contohnya, lesehan sore di Arsitektur,” ujar Ilya.

Ia juga menyayangan transaksi yang terjadi antara universitas dengan mahasiswa hanya sebatas transaksi keilmuan. Menurut Ilya, universitas baru akan hidup ketika menjadi medan atau space dimana di dalamnya terdapat konherensi atau hubungan yang baik antar aktor-aktornya melalui hal-hal yang justru tidak cukup diciptakan hanya dari pelajaran tapi bisa dari seni atau pengekspresian diri. Jadi, setidaknya ada pembangunan hal-hal yang informal dan non akademik seperti kegiatan gamelan, dan sebagainya.

“Kita juga berharap Himmah sebagai publikasi dari mahasiswa untuk membangun bersama model komunikasi sebaik-baiknya” tambah Ilya.

Selain itu, terkait permasalahan bagaimana mahasiswa mengasah kemampuan softskill dan hardskill-nya, bagi Ilya, universitas hanya memberikan peluang untuk setiap individu menggali sebanyak mungkin dari fasilitas yang ada. Dengan cara pendekatan yang berbeda, universitas nantinya akan mengupayakan diploma suplemen yang terdiri dari list of activities or improvement mahasiswa yang bersangkutan tentang apa saja yang dia ikuti di universitas. Sehingga saat lulus nanti, mahasiswa mendapatkan ijazah, transkrip dan profil yang menceritakan bagaimana softskill mahasiswa, yang bisa dikoversi menjadi sertifikat atau sks. “Yang penting untuk kedepannya adalah memetakan profil dan minat mahasiswa seperti apa untuk pengembangan tiap individu dan perkuliahan” imbuhnya.

FE UII Selenggarakan Pemilihan Dekan

Oleh: Sirojul Khafid

Condong Catur, HIMMAH ONLINE

Senin 16 Juni 2014, Universitas Islam Indonesia melakukan pemilihan dekan serentak di semua fakultas, salah satunya adalah Fakultas Ekonomi. Acara ini dijadwalkan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Terdapat tiga calon dekan yakni Agus Widarjono dari Program Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi, Dwi praptono Agus H dan Zaenal Arifin, dari Prodi Menejemen. Menurut surat keputusan panitia pemilihan Dekan dan Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi dilingkungan UII No. 03/KPTS/VI/2014 dan No. 02/KPTS/VI/2014 tanggal 12 Juni 2014 bahwa pemilih dari dosen sejumlah 95 pemilih, tenaga pendidikan 61 pemilih, serta perwakilan lembaga (LEM, DPM, LPM) berjumlah 9 pemilih.

Jumlah pemilih yang hadir pada saat pemilihan sejumlah 140 orang. Pada saat penghitungan suara, Agus Widarjono mendapat suara terbanyak yaitu 61 suara, Dwi Prapto Agus H menyusul dengan perolehan suara sebanyak 45 suara dan kandidat terakhir yakni Zaenal Arifin mendapatkan 31 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 2 suara dan abstain 1 suara.

Priyonggo Suseno selaku ketua panitia pemilihan Dekan dan Wakil Dekan FE mengatakan bahwa di FE hanya ada 3 bakal calon dekan. Maka ketiganya masuk sebagai calon dekan asalkan pada pemilihan mendapatkan suara minimal satu suara dan akan dipilih menjadi dekan saat sidang senat fakultas. Sementara untuk Ketua Prodi (Kaprodi) akan dilaksanakan pemilihan ditingkat Prodi.

Adapun time line dari pemilihan dekan dan wakil dekan yaitu tanggal 10-12 Juni 2014 penetapan dan pengumuman bakal calon dekan serta pemilih, 16 Juni 2014 pemilihan bakal calon dekan, 20 Juni 2014 pemilihan calon dekan dalam sidang senat fakultas, 26 Juni 2014 pemilihan calon wakil dekan dalam sidang senat fakultas, dan pelantikan tanggal 1 Juli 2014.

Peserta Tak Kuorum, Sidang Umum pun Molor

Oleh: Arieo Prakoso

Kaliurang, HIMMAH ONLINE

Sidang umum (SU) yang telah dijadwalkan mulai tanggal 1- 7 Juni 2014 masih berlangsung hingga saat ini, Selasa (17/06). Sidang yang merupakan forum permusyawaratan tertinggi Keluarga Mahasiswa UII ini belum menunjukan kepastian kapan akan selesai.

Muhammad Fathurrohman selaku Pimpinan Sidang II menyatakan penyebab sidang yang telah diagendakan BP belum selesai karena beberapa peserta mulai kelelahan dan sakit. Hal ini membuat sidang menjadi tidak kuorum

Hal serupa diungkapkan Ahmad Musadad, Pimpinan Sidang I, terkait kemoloran jadwal SU akan dikembalikan ke peserta. Penyebabnya ialah keterlambatan dan ketidakhadiran peserta, yaitu para anggota legislatif terpilih tingkat Universitas. Berdasarkan ketentuan, SUdapatterlaksana jika forum telah memenuhi 5/6 dari jumlah peserta.Karena jumlah peserta adalah 15 maka sidang akan berlangsung minimal dihadiri 13 peserta.

“Selama ini sidang umum berlangsung malam hari, karena mempertimbangkan waktu pagi adalah waktu efektif untuk kegiatan akademik,” ujar Ahmad. Pada awalnya SU diagendakan selama 1 minggu, terhitung mulai pagi hingga malam. Ketika pagi haripun tidak bisa dimulai karena ketikdakhadiran peserta.

Adapun kesepakatan mengenai berlangsungnyaSU, jika musyawarah tidak terselesaikan saat itu juga, maka sidang akan ditunda.Kemudian dibuat kesepakatan waktu antara peserta dan pimpinan sidang untuk memulai sidang kembali esok harinya.

Menurut Wahyudin Afrizal selaku Peninjau dari legislatif terpilih FPSB menyatakan bahwa SU agenda penting untuk menentukan arah gerak serta kebijakan untuk KM UII selama 1 periode kedepan.“SU lebih efektif bila dilakukan pagi hari. Karena melihatwaktu yang digunakan telah molor sampai 2 minggu,” ucap mahasiswa Psikologi angkatan 2011 ini.

Wahyu juga menyatakan bahwa hasil SU akan berdampak pada seluruh fakultas sehingga diharapkan peserta lebih serius dan tetap memprioritaskan sidang ini. Ia berpendapat bahwa waktu 1 minggu sangatlah cukup untuk menentukan arah gerak, namun ketika penyamaan frame(pandangan-red)dilakukan oleh peserta sidang dan peninjau itu akan membutuhkan waktu yang lama.

Mencari Presiden Ideal Untuk Indonesia

Oleh: Sirojul Khafid
Yogyakarta, HIMMAH ONLINE

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar seminar politik debat tim sukses Capres-Cawapres pada Sabtu (14/06). Seminar yang diselenggarakan di ruang Teatrikal Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini mengusung tema “Mencari Presiden Ideal Untuk Indonesia”. Acara ini menghadirkan empat pembicara, yakni Herry Zudianto dari tim sukses Capres-Cawapres Probowo Subianto-Hatta Rajasa, Idham Samawi dari tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla, David Effendi yang merupakan pengamat politik serta Azza El Munadyan selaku ketua KAMMI wilayah DIY.

Acara yang dimulai pukul setengah Sembilan ini dipandu oleh Andi Hijrian sebagai moderator. Pembicara pertama yaitu oleh Azza El Munadyan yang memaparkan keadaan Indonesia saat ini dari sisi ekonomi, pertahanan, dll, yang belum maksimal dan banyaknya aset Indonesia yang dikuasai negara asing.

Kemudian pembicara dari tim sukses Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yakni Herry Zudianto memaparkan hal yang dibutuhkan Indonesia dan sasaran yang ingin dicapai Capres-Cawapresnya yaitu martabat dan kedaulatan. Beliau memaparkan bahwa pemimpin harus bermartabat dihadapan rakyat, mengatasi masalah sesuai kebutuhan dan rakyat kecil harus mendapatkan kesejahteraan. ”Kedaulatan juga sangat penting, bukan hanya kedaulatan negara dan politik tetapi kedaulatan pangan, energi, sumber daya dll, jangan seperti saat ini yang masih lemahnya kedaulatan, kedaulatan ketahanan serta banyak bank dan sumber energi yang dikuasai oleh asing” tambah Herry.

Berbeda dari pemaparan Herry Zudianto, tim sukses dari Capres-Cawapres Jokowi-Jusuf Kalla yaitu Idham Samawi memaparkan bahwa bangsa besar dibangun dari ideologi, serta mewujudkan tujuan Indonesia seperti yang ada pada pembukaan UUD 1945, melindungi segenap bangsa dan tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menjaga perdamaian dunia. Idham menambahkan bahwa Indonesia harus berdaulat dibidang politik, mandiri dibidang ekonomi, serta berkepribadian dalam berbudaya. Terkait aset Indonesia yang banyak diambil oleh asing, Indonesia akan menawarkan dua opsi kedepannya yaitu negosiasi ulang atau keluar dari Indonesia. Apabila negosiasi ulang, pembagian hasil harus sesuai. Dan yang terakhir adalah mengkinikan ideologi dengan pedoman yang masih tetap sama.
Pembicara terahir dari pengamat politik yakni David Effendi, yang mengatakan bahwa selain Capres-Cawapres, peran tim sukses tidak kalah vital. Malah lebih besar karena banyak terjun dan beriskusi dengan masyarakat.

Irwanda Firmansyah selaku ketua panitia mengatakan tujuan dari seminar ini adalah memberikan pendidikan tentang Capres-Cawapres dan bisa mengetahui apa yang terjadi apabila 2 tim sukses bertemu apakah saling debat atau akan saling menjatuhkan.

Salah satu peserta seminar yakni Zian Zuaf, berpendapat bahwa acara ini bagus karena dapat mengetahui visi misi, plus minus, serta isu-isu yang diangkat dari segi politik, ekonomi, nasionalisme dll, dari masing-masing kandidat.