Beranda blog Halaman 141

Yogyakarta Hujan Sedang

 

Cuaca hujan di jalanan Sleman, DIY (20/04/13).(Foto oleh: Revangga Twin T.)

Cuaca hujan di jalanan Sleman, DIY (20/04/13).(Foto oleh: Revangga Twin T.)

Yogyakarta, Himmah Online

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta hari ini akan bercuaca hujan sedang. Hal ini sesuai ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hujan sedang ini akan disertai suhu 23-33 derajat Celcius dan kelembapan 54-96%.

Jangan Pernah Remehkan yang Kecil

Oleh: Fajar Noverdian

Ketika disebuah rumput taman kota, lewatlah sebuah kumbang membawa permen lollipop untuk dibawa ke markasnya. Sebuah semut memandang,”sepertinya kumbang itu butuh bantuan”pikirnya ingin menanyakan. Tepat di depan sang semut kumbang itu menggeret sebuah permen yang besarnya 100x badan sang semut.  “mbang, apakah kamu sudah lelah? Mungkin bisa saya bantu” pinta sang semut menawarkan. “heh kamu bisa apa? Badan kamu saja 100x lipat lebih besar dari aku” jawab si kumbang meremehkan.

“Aku yakin, aku bisa membantu kamu kumbang, percayalah!” saut semut memohon.”Oke aku beri kamu kesempatan,  coba nih kamu angkat!”.

Sang semut mulai mengangkat, ekspresi kewalahan tampak pada wajah sang semut, dan kebetulan datang 10 teman sang semut langsung membantu. Apa daya, mereka masih kewalahan, sedikitpun belum terangkat sebuah permen itu. “haaaha, aku bilang juga apa, kalian itu nyusahin aku doang” ejek si kumbang penuh percaya diri. “Kami sadar ini masih terlalu berat, bagaimana jika saya memanggil teman saya dulu di seberang sana, mungkin sekitar 45 menit kami telah kembali” ide semut mencoba memberi solusi. “Percuma!, kalian membuang-buang waktuku saja, bisa-bisa, keburu gelap aku tiba di markas”.

“Sebenarnya tujuan kalian ingin membantu aku untuk apa?” tanya kumbang penasaran.yaa kami ingin meminta setengah permen dari kamu mbang, kami lapar!.”

“hahaha, enak saja kalian, saya sudah jauh-jauh hampir setengah jalan membawa ini, dengan mudahnya kalian minta ini dari aku. Hemf, sudah aku pergi saja!” lantang si kumbang menolak.

Tak lama setelah itu, jatuh lah sebuah permen lebih besar dari punya si kumbang, semut-semut itu pun langsung rombongan membawa permen dan memanggil ribuan temannya yang lain. Permen itu terasa ringan dan mudah dibawa oleh semut-semut itu. Tempat tinggal kumbang yang tetanggaan dengan sang semut, akhirnya semut mendahului si kumbang. Perjalanan pun masih jauh kira-kira sekitar 2 jam lagi, jika si kumbang terus pelan maka cuaca akan gelap.

Sang semut yang merasa dikucilkan tadi, merasa tidak tega jika harus meninggalkan si kumbang sendirian,”teman-teman sepertinya sebagian dari kita bisa membantu si kumbang”sautnya peduli. “ayo-ayo kita bantu dia”, rontakan suara ratusan semut ketika mendengar suruhan temannya.

Si kumbang terharu, air mata pun tertahan karna kebaikan dari sang semut, serta si kumbang berinisiatif meminta maaf dan mencoba bersahabat dengan sang semut.

Pesan Moral : Dari sosok sang semut kita dapat mempelajari bagaimana arti peduli kepada sesama dan mencoba untuk selalu bekerja sama dalam meringankan suatu pekerjaan yang berat.

 

 

 

 

Kado Coklat Dari Kakek

Oleh: Ruhul Auliya

                Terik matahari menyinari kota jogja siang itu. Sangat panas terasa membakar kulit. Peluh bercucuran di pelipis. Ku usap perlahan. Perutku terasa lapar siang itu setelah pulang dari kantor. Sejak pagi aku memang belum makan apapun. Saat ku hentikan motor tepat di dekat lampu merah, tak sengaja mataku tertuju pada sebuah toko dunkin’ donuts yang berada tepat di depan Mirota Kampus. Ku lihat donat coklat yang sangat menggoda di etalase. Kuputuskan untuk membelokkan motorku dan marus ke toko tersebut. Ku beli 2 buah donat coklat. Untukku dan untuk anakku.

Setelah membeli donat, aku langsung melajukan motorku untuk pulang. Namun sayang, hari itu benar-benar macet. Aku terjebak lampu merah lagi. Aku merutuk kesal sekali lagi. Ku edarkan pandanganku untuk mencari celah untuk menyerobot. Namun, seketika itu juga aku terpaku. Tepat di sudut pinggir jalan yang begitu terik, ku lihat seorang pengemis tua duduk berpeluh sambil mengusap keringat yang bercucuran. Aku terkesima. Entah mengapa kurasakan perih yang begitu dalam merasukiku. Tiba-tiba, wajah yang selalu ku rindu merasuki fikiranku. Kakek.

15 tahun yang lalu…..

Aku pulang dengan wajah lesu. Tas punggung sobek bertengger di pundakku.  Baju merah putihku juga masih melekat sempurna. Aku duduk di sebuah kursi reot depan rumah. Aku baru saja pulang sekolah. Rasanya benar-benar capek setelah berjalan kaki dari SD ku yang berjarak 2 kilo dari rumahku. Namun bukan itu yang membuatku lesu kali ini.

“ Onten nopo si ndok?” Tanya nenek yang baru keluar dari dalam rumah sambil membelai rambutku. Aku diam tak menjawab. Kulihat kakek duduk lesu di atas tumpukan kayu yang ada di depan rumah. Beliau baru saja pulang dari memulung plastic bekas. Beliau terlihat lesu. Ku gelengkan kepala.

“ Kamu lapar? “ Tanya nenek sekali lagi. Aku menggeleng sekali lagi. “Terus kenapa toh ndok?”

“Nanda mau coklaatttt…!!!” Tangisku mulai pecah. “ Tadi, temen Nanda ulang tahun. Terus papanya kasih hadiah boneka sama coklat. Huuu..uuu…!! Nanda pengen coklaattt…” Aku menangis dan merengek. Jika kalian bertanya mengapa aku merengek pada mereka, it karena aku tidak punya ayah dan ibu. Orang tuaku meninggal sejak kejadian merapi beberapa tahun yang lalu. Aku tinggal dengan kakek dan nenek yang rela mengangkatku menjadi cucu mereka. Kakek dan nenek yang sungguh sangat tua.

Kakek menatapku sedih. Begitupun nenek. Nenek mengusap air mataku .“ Jangan nangis toh ndok. Nenek sama kakek belum punya uang. Nanti ya….kalo kakek dan nenek sudah punya uang?” Ujar nenekku lagi berusaha menenangkanku. Diusapnya air mataku. Aku mengangguk perlahan.

“ Nanda mau ikut kakek mulung?” Tanya nenek. Aku mengangguk senang membuat gigiku yang ompong terlihat. Kakek tersenyum. Beliau berdiri dan mengambil keranjang tempat menaruh hasil memulung.

Aku dan kakek pergi memulung hingga menjelang maghrib. Hasil memulung kami hari ini cukup banyak. Kami pergi ke pengepul plastic. Kami mendapatkan 5 kilo. Kakek mendapatkan upah cuma 25 ribu. Kakek tersenyum tipis. Di gandengnya aku pulang. Saat kami dalam perjalanan pulang, kakek tiba-tiba mengajakku ke sebuah kios kecil. Nampak mencari sesuatu. Sesaat, beliu telah menggenggang sebatang coklat murah seharga 500 rupiah. Diambilnya 5 batang coklat dan merogoh kantong, mengambil uang 5000 an dan menyerahkannya kepada si penjual. Diserahkannya 5 batang coklat tersebut kepadaku. Aku sangat senang waktu itu. Aku tersenyum lebar. Beliau hanya tersenyum lembut kepadaku. Senyumnya memperlihatkan gigi ompongnya yang sama sepertiku saat itu. Hujan turun perlahan. Di payunginya aku dengan keranjang tempat menaruh hasil memulung. Sampai akhirnya kamipun tiba di rumah.

Keesokan harinya, kakek pun sakit. Kakek terkena demam. Kakek meninggal saat aku berumur 9 tahun. Dan kini aku sangat merindukannya.

Hari ini….

Aku masih terpaku. Entah mengapa air mataku tiba-tiba mengucur dari sudut mataku. Ku hapus perlahan. Sementara lampu hijau telah menyala. Ku belokkan motorku menepi. Banyak orang yang mencaci makiku karena hal itu. Namun aku tidak peduli. Ku hentikan motorku kemudian berjalan kearah pengemis tua tersebut. Ku dekati perlahan.

“ Kakek sudah makan?” Tanyaku kepada pengemis tua tersebut.

“ Belum nak….saya belum makan.” Ucapnya parau. Air mataku ingin meleleh kembali. Namun ku tahan.

“Ini ada donat buat kakek.” Ucapku tertahan sembari menyodorkan donat yang ku beli tadi. Kemudian aku mohon pamit dan pergi. Aku menangis tersedu-sedu. Jika seandainya itu adalah kakekku, betapa sedihnya aku. Ingin rasanya ku peluk dan ku ajak pulang. Menikmati uang hasil dari keringatku. Aku merindukan sosok itu. Ku tengok kembali kearah pengemis tua itu. Kulihat di bagikannya donat yang ku berikan kepada anak-anak kecil yang sedang mengemis di pinggir jalan. Ku hapus air mataku dan pergi melanjutkan perjalananku.

 

 

Seorang Tokoh dari Kalimantan Selatan

Pak Artum, demikian seringkali beliau dipanggil. Ia lebih dikenal sebagai seorang wartawan kawakan, baik sebagai pemimpin, staf redaksi, atau koresponden surat kabar dan majalah.  Beliau juga seseorang yang sangat peduli terhadap kebudayaan dan sejarah lokal, sebagaimana tercermin pada karya tulis yang dihasilkan dan aktivitasnya secara langsung dalam kegiatan pelestarian benda peninggalan sejarah dan purbakala. Pak Artum pernah menjadi Juara I Sayembara Karang Mengarang “Pemuda Harapan Bangsa” yang diselenggarakan oleh Jawatan Penerangan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin pada tahun 1950. Dunia politikpun tak asing pula baginya. Setidaknya, pengalaman sebagai aktivis organisasi pergerakan dan luasnya pergaulan menjadi modal baginya saat menjabat sebagai Ketua DPRD Kotapraja Banjarmasin 1954-1961.

Penulisan buku ini turut menyumbangkan deretan arsip buku yang menampilkan tokoh lokal Kalimantan Selatan. Pasalnya, tak banyak buku yang menyajikan tokoh lokal daerah di Kalimantan Selatan. Beberapa buku yang sudah ada adalah “Kepahlawanan Pangeran Antasari” karya Deddy Armand, “100 Tokoh Kalimantan” karya Abu Nazla Muhammad Muslim Safwan, dan “Orang-orang Terkemuka dalam Sejarah Kalimantan” karya Anggraini Amtemas. Buku-buku tokoh lokal yang ada di perpustakaan dan toko buku seakan memberi kesan, Kalimantan Selatan kering dengan tokoh bersejarah.

Penyajian tulisan dengan sudut pandang penulis sebagai “aku” membuat buku ini seperti memoar. Redaksinya disusun sedemikian rupa dengan pola bertutur, sehingga seperti sebuah autobiografi. Atau dengan kata lain, buku ini lebih mencerminkan publikasi dari sebuah naskah sumber yang mungkin lebih tepat digunakan sebagai data penulisan sejarah. Hal tersebut membuat buku ini tak selayaknya buku yang mengisahkan seorang Atum Artha, tetapi menjadi buku harian yang lebih menjelaskan perihal kehidupan Artum Artha saat masih hidup. Peletakkan sosok Artum Artha diposisikan sebagai saksi hidup dari rentetan sejarah yang ada di Kalimantan Selatan.

Kaburnya sosok “aku” dalam pengisahan membuat kisah terhadap sejarah di Kalimantan Selatan kian menonjol. Pembaca dibawa terlalu larut dalam kisah-kisah sejarah yang terjadi saat itu dibandingkan dengan pencitraan tokoh Artum Artha sebagai pelaku sejarah. Contohnya, pada Bab II yang mengisahkan perihal pergulatan hidup di zaman Hindia-Belanda, bukan memaparkan sikap sang tokoh saat hidup di zaman Hindia-Belanda itu sendiri. Cerita lebih banyak larut pada kerasnya kehidupan di zaman Hindia-Belanda dengan Artum Artha sebagai saksi hidup yang telah mati.

Tak seperti kisah perjalanan hidup seorang tokoh pada umumnya, melalui buku ini pembaca hanya dikisahkan sekelumit perjalanan hidup dari tokoh Artum Artha. Penjabaran perihal perjalanan hidup seorang Artum Artha dari masa kecil hingga meninggal di tahun 2003 masih minim. Untuk mengetahui sosok Artum Artha secara utuh, baik di bidang sastra, jurnalistik, maupun budaya, buku ini belum cukup memadai, apalagi bila menyangkut pemikiran, atau gagasan beliau di bidang kebudayaan. (Aghreini Analisa)

Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut prakiraan cuaca berdasarkan laman BMKG di semua daerah Propinsi DI Yogyakarta 19 April 2013 07.00 WIB hingga 20 April 2013 07.00 WIB. Kabupaten Kulon Progo mengalami berawan dengan suhu 24-32 derajat Celcius, kelembapan 63-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Sleman mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 23-31 derajat Celcius, kelembapan 65-95%, kecepatan angin 14 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Bantul mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 24-32 derajat Celcius, kelembapan 62-94%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Timur. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca berawan dengan suhu 24-32 derajat Celcius, kelembapan 64-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Timur. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 24-32 derajat Celcius, kelembapan 63-94%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Timur.

Pewilwa 2013 Memasuki Tahap Wawancara

Yogyakarta, Himmah Online

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Hari ini Pemilwa 2013 Keluarga Mahasiswa (KM) UII telah memasuki tahap wawancara. Berikut jadwal wawancara calon legislatif (caleg) masing-masing fakultas.

  1. FTSP, FMIPA, FIAI: Kamis, 18 April 2013, mulai pukul 15.00.
  2. FH, FPSB, FK: Jumat, 19 April 2013 mulai pukul 15.00.
  3. FE, FTI: Sabtu, 20 April 2013 mulai pukul 13.00.

Wawancara bertempat di kantor Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM U), Kampus Tepadu.

Manusia sebagai Mahluk Budaya dan Alam

Di dalam budaya sesuatu itu berulang

Yogyakarta, Himmah Online

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Talk show bertema “Seni Budaya Sebagai Identitas Bangsa” yang diselenggarakan oleh LEM UII dan Saxophone 2013 hari ini menghadirkan Sudjiwo Tejo sebagai pembicara. Menurut pria yang berprofesi sebagai budayawan ini, yang disebut budaya itu tidak hanya kesenian. “Budaya itu bisa cara bikin kue, bisa cara bikin baju, bisa ketentaraan atau militer itu disebut budaya. Segala hal yang kita lakukan dengan akal budi, ada perencanaan itu disebut budaya,” tuturrnya. Menurutnya segala hal yang kita lakukan dan diketahui oleh kita sendiri itu dari alam atau natural. Maka disebut mahluk budaya, manusia juga bisa disebut mahluk termasuk alam.

“Di dalam kebudayaan segala sesuatu itu ada looping. Looping itu diantaranya analisa, desain, pelaksanaan, itulah kebudayaan. Entah itu terjadi di bidang militer atau atau apapun itu,” ucap Sudjiwo Tejo.

Acara ini dihadiri oleh sebagaian mahasiswa UII, mereka tampak antusias mengikuti talk show ini.

Yogya dan Sleman Hari Ini Hujan Ringan

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Yogyakarta, Himmah Online

Berikut prakiraan cuaca berdasarkan laman BMKG di semua daerah Propinsi DI Yogyakarta 18 April 2013 07.00 WIB hingga 19 April 2013 07.00 WIB. Kabupaten Kulon Progo mengalami berawan dengan suhu 25-32 derajat Celcius, kelembapan 75-96%, kecepatan angin 12 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Sleman mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 23-31 derajat Celcius, kelembapan 77-98%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Selatan. Kabupaten Bantul mengalami cuaca berawan dengan suhu 25-32 derajat Celcius, kelembapan 74-95%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Tenggara. Kabupaten Gunung Kidul mengalami cuaca berawan dengan suhu 24-32 derajat Celcius, kelembapan 75-96%, kecepatan angin 15 (km/jam), arah angin Tenggara. Dan Kota Yogyakarta mengalami cuaca hujan ringan dengan suhu 24-31 derajat Celcius, kelembapan 76-97%, kecepatan angin 10 (km/jam), arah angin Selatan.

Dalam Diam

Oleh: Ruhul Auliya

Diam,
Aku merunduk sepi di tengah gemericik hujan,
berdiri mematung diantara tawa ejekan roda-roda jalanan,
hanya terdiam,
membiarkan air mata menjelaskan.

Diam,…
dalam gemuruh hujan,
ku rangkai bait kata-kata yang patah,
beriramakan cinta, bersenandungkan harapan,
namun hilang di telan nyali yang kecut dan penakut.

Dalam diam,
kudengarkan rintik hujan
seolah bercerita tentang kepiluan,
asa yang terkoyak dan samar,
sesamar lagu hatiku.

Maka DIAMLAH…!!!!!
Dengarkan hatiku berkata!
Dengarkan tangisku mengiba!
meski sayup nyaris tak terdengar,
meski terbata, nyaris tak terangkai,
tapi cobalah untuk dengar dan fahamkan!
karena cukup jelas untuk kau rasakan.

Dalam diam,
kubiarkan rintik hujan menghantamku,
menyelimutiku dengan dinginnya udara,
menghilangkan jejak air mata yang membuatku merasa sangat cengeng,
karena aku tak ingin semua tau,
betapa rapuhnya aku.

Diam,
masih tetap diam,
kudengarkan hatiku berteriak,
antara memaksa dan putus asa,
entahlah…aku tak tau bagaimana,
yang jelas aku tak kuasa.

Diam,
ya….hanya diam,
tak mampu berkata apa,
hanya suara tangis yang mengiba,
menunggumu diatas nyanyian rindu sang hati.

 

Semua Berkesempatan Menjadi Entrepreneur

Saptuari Sugiharto mengisi kuliah umum Presidential Series Lectures ke-3 (17/04/13). Mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk memulai suatu usaha. (foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Saptuari Sugiharto mengisi kuliah umum Presidential Series Lectures ke-3 (17/04/13). Mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk memulai suatu usaha. (foto oleh: Moch. Ari Nasichuddin)

Yogyakarta, Himmah Online

Oleh: Raras Indah F.

Rangkaian Kuliah Umum Presidential Series Lectures kembali digelar pada 17 April 2013 bertempat di Auditorium Kahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia. Kuliah ke-3 dengan tema ‘Menjadi Enterpreneur Muda Mandiri Bersahaja’ ini menghadirkan tiga pembicara, antara lain Dr. Ir. Bedjo Santoso, M. Si (Direktur Bina Rehabilitasi-Kementerian Kehutanan Republik Indonesia), Saptuari Sugiharto (owner Kedai Digital dan beberapa tempat kuliner di Yogyakarta), serta Jody Brotosuseno (owner Waroeng Steak & Shake). Tak ketinggalan, hadir pula Wakil Rektor I, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI), serta civitas akademika. Para mahasiswa pun memenuhi hampir seluruh tempat duduk yang disediakan.

Sebagai pemateri pertama, Bedjo Santosa mengungkapkan bahwa yang menjamin kesejahteraan itu bukan lah Sumber Daya Alam (SDA), melainkan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk menggunakan SDA kecil tapi efisien, dibutuhkan SDM dari generasi muda yang dianggap mempunyai kekuatan luar biasa dan gerak cepat.

Saptuari Sugiharto yang biasa dipanggil Saptu juga tampil dengan memberikan wejangan hangat. Untuk menjadi enterpreneur, dibutuhkan kiat-kiat seperti; putus urat malu, the power of kepepet (kekuatan dalam kesempitan-red), melibatkan Tuhan, tekun dan fokus, serta bergerak dari sekarang. “Cumlaude, telat lulus, atau ngga’ kuliah, semua punya kesempatan untuk jadi enterpreneur,” tutur orang berbadan tambun ini.

Dengan menggunakan kopiah di kepalanya, Jody Brotosuseno berbagi pengalaman spiritualnya saat menjadi enterpreneur. Sayangnya, ia tidak bisa berbicara banyak saat itu dikarenakan rangkaian sesi kuliah umum sudah habis. Ia akan melanjutkan materi lagi pada Jum’at (19/04/2013) bersama owner Kaliurang Milk (Kalimilk).