Beranda blog Halaman 142

Negara Komprador (Indonesia Hampir Buta)

Prof.Dr.Amien Rais, MA sangat mendukung dari rakyat negeri ini untuk segera bangkit keluar dari negara Komprador.

Yogyakarta, Himmah Online

Oleh: Fajar Noverdian

Dalam rangka Milad Universitas Islam Indonesia (UII) yang ke-70, Fakultas Teknologi Industri UII mengadakan 4 rangkaian kuliah umum. Sebelumnya acara serupa telah usai, dengan kehadiran tokoh-tokoh nasional lainnya. Pada hari Rabu (17/4), Kuliah Umum terakhir oleh Prof.Dr.Amien Rais MA “Presidential series Lectures” dihadiri banyak audiensi, ratusan hadirin sangat antusias bahkan ada yang berdiri saat menyaksikan setiap rangkaian acara, mulai dari pembukaan, kata sambutan, hingga naiknya tokoh yang dijuluki Bapak Reformasi Indonesia ini ke panggung utama dengan tema  “ Kontrak Karya Pro Asing: Indonesia Miskin di Ladang Emas”.

Keberaniannya dalam mengkritik kebijakan orde baru, membuat namanya begitu harum dikalangan mahasiswa. Beliaulah satu-satunya tokoh nasional  saat itu yang secara terang benderang meminta soeharto mundur, hingga gelar “Bapak Reformasi” tercetus dari Mahasiswa IPB kala itu. Kepemimpinan Amien Rais tumbuh dari didikan ibunya, dan sampai saat ini beliau masih mengakui bahwa ibu adalah sebagai Konsultan hingga karakternya terbentuk seperti ini.

Beliau bercerita, “Orang Indonesia sudah merdeka tapi masih sering dikibulin oleh negara London, Washington dan Negara lain,” tukasnya. Negara indonesia sangat kaya mulai dari Sumber Daya Alam SDA dan Sumber Daya Manusia (SDM), tapi masih saja kita ini sebagai Negara Komprador atau memenuhi banyak hasil Impor dari negara lain. Pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini berkata bahwa negara kita ini masih negara “Jongos” yang masih sering diperbudak dan hampir buta akan kekayaan negeri sendiri.

Berani!, itulah yang beliau tunjukan kepada hadirin. Berani menjadi pondasi yang harus ditanam kepada negeri ini agar kita tidak terus menjadi negeri yang latah. Hapuskan mental rendah diri, “we can and we believe we can” materi tertulis dari slidenya itu. Terakhir beliau berpesan bahwa “Allah tidak ingin melihat seorang mukmin menjadi orang yang diperbudak”ungkapnya.

 

 

 

 

 

Hey, Autis!

Oleh: Raras Indah F.

Sendiri itu..

Sendiri itu identik dengan kekosongan

Tak ada yang bisa dipersembahkan atas hidupnya nyawa

Sendiri itu identik dengan kebodohan

Menari seorang diri tanpa seorang pun peduli

Sendiri itu identik dengan ‘gila’

Tiada berteman dan berbagi

Tiada ada air mata dan tawa

Datar..

 

Sekali-kali sentillah ‘si penyendiri’ itu

Sekali menyentil, takjublah kau

Kau berhura-hura dengan kawan

Dia bersua dengan Tuhan

Nikmat tiada jemu

 

Ingin tahunya akan hakikat hidup tinggi

Setinggi dua kali mercusuar yang dikira itulah satu-satunya sarana untuk menggapai Tuhan

Meneropong isi semesta

Menguak alam samudera

Meraba jiwa manusia

 

Ternyata dunia ini dongeng belaka

Kau banyak berceloteh tentang wahana dan fantasi

Dia lebih suka berselancar mencari realistis

Agar tetap berada pada batas dangkal dongeng itu

 

Dia menyumbangkan bahagia pada bulan yang sedang menanti matahari

Dia menengadahkan air mata pada samudera agar tak segera kering

Kesedihannya ia buang bersama polutan agar tak menodai sketsa wajah indahnya

Dia tuturkan amarah hanya pada dirinya sendiri

Dia tak berminat menyalahkan manusia

 

Dia tak iri dengan percakapan antarmanusia

Karena dia tahu

Bahasa tubuhnya lebih indah daripada pita suara yang kamu keluarkan

Diamnya tak akan mengusikmu

Tapi.. sekali kamu mengusik ketenangan hatinya

sejauh apapun mil itu, dia sanggup untuk melemparmu

Setidaknya..

Dia lebih banyak kawan daripada kamu

Dengan isi semesta

Dengan alam yang tak jua berbicara tapi menyimpan banyak kebajikan dalam diam

Dan hanya dia yang lebih tahu

Pokoknya..

Selain manusia.

 

 

 

 

Anggap Aku Sahabatmu

Oleh: Ruhul Auliya

Sudah 2 jam aku duduk di aula ini. Namun aku belum juga ingin beranjak. Hingar- bingar santriwati lain tidak berpengaruh untukku. Karena di hati ini masih terasa sangat sepi.

Aku masih merenung. Sedalam yang aku bisa. Menyandarkan kepala, hati dan fikiranku pada tiang aula. Karena tak ada lagi pundak yang mau menyanggaku. Menyangga hatiku yang rapuh.

Ku arahkan pandanganku lurus kedepan. Kearah sebuah pondasi bangunan. Disana ada 3 orang santriwati sedang bercengkrama ria. Ana, Fitria, dan sarah. Mereka adalah 3 sahabat. Namun bukan ketiganya yang aku perhatikan saat ini. Melainkan salah satu diantara mereka. Sarah.

Sarah adalah seseorang yang selama ini ku anggap sahabat. Ya, bagiku dia adalah sahabat terdekatku. Sejak aku mulai menginjakkan kakiku di pesantren ini. Dia orang pertama yang dekat denganku. Dulu kami sering menghabiskan waktu bersama. Bermain, belajar, atau hanya sekedar ngobrol. Berbagi suka dan duka. Tapi kini, waktu itu telah hilang. Namun masih sempat saling bertukar fikiran. Aku sangat peduli padanya. Apaka dia masih peduli padaku? Aku tidak tau. Yang jelas, dia tidak pernah bertanya lagi “ Kamu kenapa?” dan tidak pernah mengucapkan “Met Ultah”.

“Kamu kenapa, yen?” Tanya Afwan , teman akrabku saat ini, kepadaku setelah melihat air mataku yang mengalir tanpa sadar.

“ Gak ada apa-apa kok.” Ujarku berbohong sembari menghapus air mataku.

“Kamu masih mikirin Sarah?” Tanyanya lagi tak percaya. Dia memang tau permasalahanku tentang Sarah. Aku hanya menunduk dan beranjak pergi.

***

Teeeetttt…..!!!!!!!

Bell tanda istirahat telah berbunyi. Aku keluar dari kelas. Hari ini adalah hari ulang tahunku. Teman-teman sekelas mengucapkan selamat dan memberikan hadiah. Aku benar-benar senang hari ini.

Ku langkahkan kakiku menuju tempat wudhu. Tapi tepat di sebuah lorong sepi depan gudang, kulihat sarah duduk sendiri sambil menunduk. Sebuah buku catatan kecil terpaku ditangannya. Aku heran. Sepertinya dia sedang sedih. Ku balik arahku menuju sarah. Ku dekati ia.

“ Kamu kenapa?” Tanyaku. Dia menggeleng. Nanun kulihat butiran air mata jatuh di tangannya. Aku duduk disampingnya. “ Aku tau kamu sedih. Jangan nutup-nutupin dech.” Ujarku dan menggenggam tangannya.

“ Aku berantem sama Ana dan Fitria.” Ujarnya. Dia terdiam sejenak dan kembali bercerita. “ Semalem, paku minta di ajarin tugas matematika ke Fitria. Tapi  dia nggak mau. Dia bilang dia sibuk harus ngumpulin proposal untuk acara “Debate Contest” dua minggu lagi. Aku minta Ana yang ngajarin. Tapi Ana juga bilang sibuk buat yel-yel untuk English camp. Aku marah sama mereka. Lalu mereka bilang kalo aku egois. Dan mereka gak pernah nyapa aku pagi ini. Mereka cuek. Aku sedih banget. ” Ujarnya sambil menangis tersedu-sedu. “Mereka adalah sahabat aku. Aku gak mau kehilangan mereka.” Tangisnya pecah. Ku peluk ia erat. Ingin rasanya aku menangis. Ucapannya sangat mengiris hatiku. ‘Apa aku bukan sahabatmu?’ tanyaku dalam hati. Hanya di dalam hati. Aku menangis dalam diam. Sambil sesekali menyeka air mataku agar tidak terlihat olehnya. Ku lepas pelukanku, Kemudian ku hapus air matanya dan berkata.

“ Sarah….terkadang apa yang kita inginkan tidak mesti kita dapatkan. Kalian memang sahabat. Dan aku yakin mereka juga sangat menyayangimu. Tapi, mereka juga punya kehidupan sendiri. Aku tau kamu butuh banget. Tapi mereka juga punya kesibukan sendiri. Kamu tau kan, proposal yang di kerjakan Fitria penting banget?” Ujarku. Dia mengangguk perlahan. Aku tersenyum tulus. “ Sekarang kamu minta maaf ke mereka. Tuh mereka baru keluar dari tempat wudhu’ !” Seruku sambil menunjuk ke arah Ana dan Fitria yang baru keluar dari tempat wudhu’.

Sarah tersenyum dan mengangguk. “ Thanks, ya” Ucapnya dan berlalu meninggalkanku. Aku hanya bisa tersenyum setulus yang aku bisa. Kulihat dia dari kejauhan. Sarah terlihat canggung berkata pada Ana dan Fitria. Entah apa yang mereka bicarakan. Namun sesaat kemudian aku melihat mereka berpelukan. Hatiku terasa sangat perih. Air mataku merembes dari sudut mataku. Ku telungkupkan wajahku dengan kedua kakiku sampai kurasakan sebuah pelukan hangat. Ku dongakkan kepalaku. Kulihat Afwan. Kupeluk ia erat. Sangat erat.

“ Dia memang tidak pernah menganggapku sahabat.” Ucapku perih. Entah berapa lama.

Esensi Praktikum 75%, Kewajiban 100%

Sebagian besar  mahasiswa mengatakan begitu berat jika harus praktikum dengan pertemuan 100% hadir. Menurut pendapat bagi para mahasiswa, bahwa ini bukan menyangkut hal yang berat untuk dilakukan, namun, kendalanya jikala mereka berhalangan hadir seperti sakit, acara keluarga, organisasi penting, perlombaan keolahragaan dan bencana alam. Nah,surat menyurat tidak akan berlaku, walaupun keputusan dokter sekalipun.

Didapat dari fakta yang ada, kewajiban 100% pada praktikum, seperti halnya di Teknik Informatika, hubungan ini berdampak baik juga bagi mahasiswa. Bukan sistem yang salah, tapi, kurikulum pada praktikum ini telah diuji dari segi keefektifan dan efisiensinya, 75% berlaku pada teori mata kuliah karna memang pertemuan perkuliahan 14 kali, dan terbukti, jika kita izin tidak masuk kuliah, maka masih bisa belajar dari materi yang di upload melalui klasiber. Dan mungkin, pada pertemuan dengan dosen yang sama kita masih bisa masuk lagi.

Sedangkan praktikum hanya memiliki 7 pertemuan, para asisten laboratorium pun mengiyakan bahwa ini pertemuan wajib 100% dari kebijakan kampus. Sedangkan 25% diganti dengan  denda atau bahasa lainnya inhal dengan membayar Rp.25000,-. Dan jika mahasiiswa tidah mengikuti inhal maka akan dikenakan biaya Rp.50.000,-. Dan menurut saya ini tujuannya baik, agar diberikan efek jera pada mahasiswa yang tidak hadir dalam praktikum.Percuma dong otak diisi dengan teori yang membosankan!, seperti kata Anies Baswedan, “manusia itu butuhnya praktek, ketika mereka diberi teori tentang troubleshooting komputer misalnya, gimana jadinya mereka harus susah payah untuk berimajinasi, ntar juga lupa.nah jika dihadapkan sebuah keyboard, ketik ctrl+enter, makka akan terserap cepat karna langsung mengaplikasikannya”.

Intinya, jika orang melihat gambar vs tulisan, yah pasti gambar.sedangkan wajah vs nama orang, pasti wajah, karna sesuatu yang visual itu merasuk cepat oleh otak kanan. Jika harus memilih, mudah mengingat sebuah cerita novel atau film, pasti, mayaoritas orang indonesia lebih memilih film dan akan mudah diceritakan kembali. Karna menurut sebuah penelitian bahwa jiwa suka membaca orang indonesia termasuk minimum.

Pilihan Universitas Islam Indonesia (UII) pasti telah mengkaji matang-matang, termasuk banyaknya kehadiran aliansi yang menuntut kebijakan 75% dihapuskan.Minus itu pasti ada, tapi kalau Plus lebih menonjol dan mendatangkan banyak manfaat, kenapa mesti pilih yang berdampak tidak baik. So thingking!!

 

 

Mahfud: Saya Tidak Pernah Meninggalkan UII

Yogyakarta, Himmah Online

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Senin, 15 April 2013, Mahfud MD mantan Ketua  Mahkamah Konstitusi, menjadi pembicara utama dalam seminar yang diadakan oleh UII. Dalam kesempatan itu, Mahfud mengatakan, “saya diundang dalam acara welcome back  to campus. Padahal saya merasa tidak pernah meninggalkan UII.”

Edy Suandi Hamid, selaku Rektor UII juga menuturkan dalam sambutannya, “kita ikhlaskan bila pak Mahfud kembali ke masyarakat.” Menurutnya salah satu tujuan seminar ini adalah untuk mengucapkan selamat datang kepada Mahfud yang telah kembali ke UII.

Seminar ini juga dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.

Reportase bersama Aghreini Analisa.

Disambut Banyak Kelompok, Ini Tanggapan Mahfud

Yogyakarta, Himmah Online

Oleh: Moch. Ari Nasichuddin

Kedatangan Mahfud dalam acara seminar yang diadakan UII disambut oleh banyak kelompok. Salah satunya Persatuan Tukang Gigi.

Menanggapi hal itu Mahfud mengatakan, penyambutan itu sebenarnya tidak perlu, karena saya tidak pernah meninggalkan UII. “Yang kedua saya diundang ke sini berkaitan dengan 7 dasawarsa UII,” terang Mahfud. “Saya siap ke kampus. Saya siap mencetak kader bangsa sesuai visi misi UII,” tegas Mahfud.

Reportase bersama Aghreini Analisa.

Diam bukan berarti bodoh

Oleh: Fajar Noverdian

                 Sebuah BMKG menunjukkan, sekitar 2 hari lagi akan terjadi sebuah angin besar di pedesaan kecil sudut kota Bandung. Semua penduduk desa telah mempersiapkan diri untuk berkemas. Kepala Desa (Kades) pun menghimbau agar para warga mengasingkan barang-barang berharganya ketempat yang aman.

Sehari sebelum bencana itu terjadi, terlihat seorang pemuda yang masih bertahan lengkap dengan seisi rumahnya. Sosoknya terkenal pendiam, low profil dan jarang sekali hadir di hadapan warga kampung. “ biarin saja, dia itu lelaki bodoh yang tak tau apa-apa, ngapain kita ngurusin dia, toh dia ini yang rugi,” saut sinis dari salah satu warga didepan rumahnya.

Para warga pun pergi berhamburan untuk mengungsi dari kampung itu. Di pengungsian, salah satu warga melapor, ”pak masih ada satu warga kita yang belum mengungsi.”

“Mungkin ia bodoh dan pasrah terhadap hidupnya,” komentar salah seorang warga yang terkenal sombong di kampung itu. “ Huss, ngawur kamu, iya deh, nanti saya coba cek kesana,” ujar Kades.

Pak Kades pun datang ditemani 5 orang warga, “pak, kenapa bapak tidak ikut mengungsi? Tanya pak Kades itu. “maaf pak, bukannya saya lancang, tapi yang akan terjadi hari ini hanyalah angin biasa, kita berdo’a saja supaya tak terjadi apa-apa,” kata pemuda itu menolak. Bisik antar 5 orang warga itu pun saling menghujat. “sudah pak, biarin aja, untuk apa kita perdulikan lelaki bodoh ini, dia itu stres, sudah bosan hidup.hahaha”kata salah satu dari warga tersebut dan mereka tertawa. Pak kades terus membujuk pria itu, namun ia tetap menolak. Hingga akhirnya hari itupun datang yang telah ditetapkan BMKG.

Warga pun kembali dengan penuh sesal dan penasaran,” kok tak ada yang berserakan, roboh dan pohon tumbang,” pikir seorang warga penasaran saat kembali ke desanya. Para warga yang bersamaan kembali melihat didepan rumah pemuda bukan pengungsi itu. Terdapat pengumuman di depan rumahnya, cerah berawan dan angin biasa. Susanto Pakar BMKG Jakarta.

Susanto adalah seorang Pakar BMKG ternama di Jakarta,  ia melakukan penelitian di pedesaan kecil itu selama beberapa bulan. Pesan moral: harusnya jika ingin memandang seseorang jangan dari kulit luarnya saja. Dont Judge from the cover. perlu interaksi intens jika ingin mengenal sosoknya, menurut pepatah diam itu emas dan berbicara itu perak. dan tidak selamanya orang diam itu bodoh.

 

Tidur siang menambah daya ingat

Setiap manusia pasti butuh tidur, ternyata hal kecil seperti tidur siang juga berdampak baik bagi kesehatan otak.  Sebuah studi mengindikasikan, mereka yang rutin tidur siang 10 hingga 20 menit setiap hari dapat meningkatkan mood dan kewaspadaan sepanjang hari.

Ketika tertidur, ada banyak hal yang terjadi pada otak . otak kanan menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi. Hal itu aneh karna sebagian besar orang menggunakan tangan kanan yang didominasi otak kiri, tapi ketika beristirahat , otak kanan lah yang paling aktif,” kata andrei medvedev, pembantu profesor di center for functional dan molecular imaging georgetown university. beberapa  manfaat kenapa anda harus tidur siang yang harus anda ketahui,

Meningkatkan Kerja memori

Aktifitas ternyata banyak menuntut kinerja otak serta lelah dalam menampung informasi yang berlebihan dapat mengganggu daya konsentrasi . Dalam sebuah penelitian juga menunjukkan tidur siang setidaknya 30 menit dapat meningkatkan daya ingat, karna otak kembali fresh.

Meringankan Psikologis

Jika anda merasa lelah dan otak sering buntu, bisa jadi itu salah satu penyebab stres. Stres biasanya terjadi saat kita tidak cukup tidur 6-8 jam /hari. Oleh karna itu, tidur siang 30 menit dapat memulihkan rasa penat yang terjadi pada otak , sehingga membantu memperbaiki kualitas mental yang lebih baik.

Menambah semangat

Pernah melihat anak-anak balita, ketika mereka terbangun dari tidur siangnya terlihat lebih bersemangat dan ceria. Cenderung mereka lebih aktif dan mampu mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, serta tidak jarang mereka lebih berprestasi disekolah.

Memperkuat daya ingat

Menurut paller, Peningkatan aktivitas otak saat tertidur, tidak hanya bermanfaat bagi yang sedang belajar musik. Dalam mempelajari bahasa asing, kata-kata atau istilah baru akan lebih mudah diingat jika sering diperdengarkan saat sedang tidur.

Nah ternyata tidur siang memang penting bagi kesehatan tubuh, namun, bukan kuantitas yang mempengaruhi keadaan otak kita saat sedang tidur, tapi kualitas tidur yang baik, mampu memperkuat jaringan sinyal otak kita berjalan dengan sempurna.Bukan hanya itu, resiko serangan jantung juga dapat dicegah melalui jam tidur yang singkat pada siang hari.

 

 

 

 

 

 

 

Bermimpi untuk Merancang Masa Depan

Buku yang disusun Berboy ini mengangkat perjuangan orang-orang bermimpi besar dalam perjalanan mewujudkan mimpinya. Kisah perjuangan tersebut diperoleh dari beberapa sumber, seperti koran harian, internet, dan lain-lain. Terdapat kurang lebih 14 kisah di dalam buku ini.

Sangat ditegaskan, berpendidikan dan memiliki modal besar bukan menjadi faktor utama untuk meraih sukses. Kemampuan mengolah emosi dan melihat peluang adalah yang akan menentukan ke depannya kita. Semua impian akan terwujud jika kita memiliki kemauan dan ketekunan.

Jangan takut untuk bermimpi, salah satu pesan yang didapat dari buku ini. “Menuntut Ilmu Setinggi Langit” adalah salah satu sub judul dari buku ini. Sub bab tersebut menceritakan seorang lelaki dari keluarga kurang mampu, Putu Putrayasa. Putus sekolah menjadi momok yang harus Putu taklukkan. Orang tuanya sudah tidak mampu membiayai sekolah. Ia harus berperang batin saat orang tuanya menyuruh berhenti sekolah. Namun Putu tidak putus asa, ia justru semakin bertekad untuk melanjutkan pendidikan dengan mencari beasiswa.

Sesampainya lulus dari SMA, Putu bekerja sambilan untuk membiayai kuliah dan kebutuhannya sendiri. Menjadi kurir fotokopi sampai me-laundry pakaian, ia kerjakan untuk membayar uang kuliahnya. Di tahun ketiga, Putu mulai merintis toko komputer bersama temannya. Di tahun kelima, ia telah mempunyai 19 toko komputer, bahkan ia pun mampu mengirim uang kepada orangtuanya sebesar tiga juta rupiah per bulan. Akhirnya, kesibukan mengelola toko komputer membuat Putu tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Ia lalu berhenti kuliah.

Dulu, Putu pernah bermimpi untuk membuat sebuah sekolah. Dan impiannya itu perlahan terwujud di saat kejayaannya mengelola toko komputer. Putu berhasil membangun sebuah sekolah Akademi Komputer Mitragama Informatika di Baturaja, OKU, Sumatera Selatan.

Dari tampilan fisiknya, buku ini tampak selayaknya novel walaupun isinya tidak demikian. Ukuran buku ini cukup tipis, tidak terlalu tebal. Penulis menyajikan buku ini dengan harapan para pembaca tidak terlalu lelah saat membacanya. Bahasa-bahasa yang digunakan juga tidak banyak menggunakan bahasa kiasan, seperti halnya terdapat pada  novel-novel.

Namun, masih banyak yang janggal, dari foto yang kurang informatif dan warna kertas yang kurang nyaman. Selain itu, masih banyak pula pertanyaan yang belum terjawab dalam buku ini, antara lain bagaimana jika dalam menuju sukses itu dirinya bertemu dengan kegagalan. Kesuksesan memang menjadi pokok bahasan dalam buku ini,  namun buku ini belum cukup menjawab bagaimana kalau usaha kita gagal serta bagaimana cara untuk menghadapi kegagalan itu.

Pada akhirnya, buku ini disajikan untuk menggugah para pembaca agar mensyukuri dan memaksimalkan apa yang ia miliki untuk menjadi orang yang sukses. (Revangga Twin T.)

Kriteria Dosen Rekomendasi bagi Mahasiswa

Ketika dihadapkan pada sebuah perkuliahan, mahasiswa punya cara tersendiri agar menjadi aktif dan berusaha menuju IP cumload.  Keaktifan mahasiswa kini, tergantung pada seberapa nyamannya ia belajar. Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) misalnya, sebelum masa key in dimulai, jika ia tidak pandai-pandai mencari informasi, maka semangat belajar, datang diperkuliahan serta berhubungan baik dengan dosen tak pelak sering menjadi miss communication. Menurut voting di beberapa fakultas, tipe dosen kesukaan mahasiswa adalah

1.       Dosen yang tidak pelit nilai

       Pernah melihat dosen killer, sangar, pelit nilai lagi. Wah komplit deh! . kebanyakan dosen seperti ini terlalu selektif dan sebanding lurus dengan caranya menerangkan, intinya mereka telah mengajarkan, tidak mau tahu mahasiswa tersebut mengerti atau tidak. Yang penting bagi si dosen, dia telah menjalankan tugasnya dan memberi mereka nilai apa adanya.

2.       Dosen  Having fun serious- serious having fun

       Mahasiswa senangnya tertawa, disamping ia memperhatikan dosen memberikan materi, ia juga butuh suasana open mic dalam belajar. Bayangkan jika seorang dosen, hanya karna kita disebut “Mahasiswa” yang artinya mereka telah memasuki masa adult, makanya dosen sekarang hanya mengajar, bukan sekaligus membimbing dan memberi pencerahan kepada mahasiswa.

3.       Dosen yang menghargai pendapat mahasiswa

                Mahasiswa vs dosen!. Biasanya ada mahasiswa yang serba tahu, ia selalu bertanya atau menguji seorang dosen tersebut. Hal ini memang tidak boleh diindahkan, bahwasanya dosen itu juga sama seperti mahasiswa yang masih butuh dikritik dan memperdalam lagi pengalamannya. Nah, bagi dosen yang perlu tahu, ia bukanlah senior atau guru yang selalu benar, seorang guru patut menghargai dan mengapresiasi keaktifan bagi anak didiknya.

4.       Dosen yang perhatian terhadap kesulitan mahasiswa

       “Blank nih, udah 5x diulang-ulang materinya tapi gak ngerti juga”,keluhan mahasiswa.  biasanya kalo materi udah bersifat coding plus analisis, kebanyakan mahasiswa pada mengeluh. Disinilah letak inisiatif dari dosen agar membuat ia paham, bagaimana supaya mahasiswa itu tetap nyaman berada dikelas. “gimana private aja kamu datangi saya ketika saya tidak mengajar!, saut sang dosen” nah ini dosen recommended banget yang sadar akan kepedulian mahasiswanya.