Cerpen

Bujang Lapuk

Matahari menyorot lemah di antara sela-sela dabag rumah menunjukan waktu sudah mulai siang. Sudah satu jam lamanya Irkham duduk di atas risban yang terbuat dari kayu jati berwarna coklat yang sudah mulai pudar termakan waktu. Bagian kaki-kaki risban sudah...

Menjadi Api di Tengah Ladang Minyak

Jaka menutup pintu kamar kos setelah seorang tukang pos pergi. Sebuah surat yang cukup tipis. Dengan perangko berwarna oranye, bernilai 5 rupiah di pojok kanan atasnya.  Tak seperti biasa, ia selalu mendapatkan surat yang cukup tebal, pastinya uang bulanan. Tapi...

Ketika Pencuri Pulang dari Penjara

Berulangkali Anselmus menghembuskan napas sebelum mengklarifikasi perbuatan aibnya di hadapan seluruh mata warga. Wajah yang rapuh oleh kesalahan dikemasnya rapi dalam luas hati.  Emilia, satu-satunya istri Anselmus terpaksa menutup muka dengan selempang tenun ibunya. Selempang itu penuh air mata, keringat...

Dilema Marsinah: Kuliah, Karir, Nikah, atau Bisnis

“Fokus saja dulu, jangan mulai bisnis, jangan mikir tentang pernikahan, jangan mikir tentang organisasi, jangan mikir tentang hobi hingga berlebihan. Belajar hingga lulus, baru kemudian lanjut kerja. Untuk sekarang, jangan berpikir yang lain-lain dulu. Fokus saja lah.”Telepon Marsinah terputus....

Sepasang Telinga

Sejak lahir, aku dianugerahi kemampuan mendengar banyak hal. Berbeda dengan orang kebanyakan, aku dapat mendengar celotehan para semut. Aku mendengar percakapan pepohonan tentang musim kemarau yang terlalu panjang. Bahkan aku sanggup mendengar pembicaraan dua janin kembar dalam kandungan seorang perempuan....

Kota Kenangan

Pada tanggal yang sudah saya lupa (mengingat dalam kisah ini, hari dan tanggal seolah telah mati), Pimpinan tertinggi Serikat Sabda Allah di Roma mengeluarkan sebuah surat. Sejak menjadi seorang biarawan SVD (Societas Verbi Divini), belum pernah saya mendapat surat...

Gaung Revolusi di Dalam Sebuah Bus

Jam 9 pagi lewat beberapa menit aku menaiki sebuah bus antar provinsi di terminal A (karena beberapa alasan aku tidak akan menyebutkan nama tempat itu). Ada rasa senang mendapatkan bus pagi ini. Aku memilih jadwal pagi ini agar bisa menikmati...

Hempasan-hempasan Adel

Adel tiba-tiba mengagetkan suasana diskusi di kelasnya. Dosennya pun tersentak dengan kelakuannya ini, seperti biasa. Suara hempasan meja dan lemparan kursi kosong di samping kanan kirinya mengejutkan semua orang. Di dalam maupun di luar kelas menengok ke arahnya. Mendadak...

Di Persimpangan Sebuah Kebun: Kesemena-menaan di Atas Susah Payah

“Bangun! Bangun! Hujan racun!” Teriak si Baco dengan nada yang sangat keras. Teriakannya kali ini bertujuan untuk membangunkan teman-teman serangga yang lain, demi terhindar dari butir-butir air pestisida yang sengaja disemprotkan oleh Pak Tomba.Pak Tomba adalah salah satu petani...

Tidak Ada Padi yang Tiba-Tiba Merunduk

Di kampusnya, Sumerat merupakan orang yang biasa-biasa saja. Tidak pintar, tidak juga bodoh. Tapi teman-teman di kelasnya mengenalnya sebagai mahasiswa yang kritis. Paling sering bertanya kepada teman-temannya yang sedang presentasi, paling cepat menjawab pertanyaan yang dilemparkan dosen, dan paling...

Rekomendasi

Populer